alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Kembangkan Produk Turunan Hasil Pertanian

Bupati Hendy Jajaki Investor Bidang Pertanian

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, Radar Jember – Sektor pertanian menjadi fokus pengembangan daerah yang dilakukan oleh Pemkab Jember. Sebab, hasil pertaniannya menyimpan banyak potensi yang perlu digali terus-menerus hingga pada produk turunannya.

BACA JUGA : Masalah Sosial atau Ekonomi Pandemi Covid-19

Dalam kunjungan kerja ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, Bupati Jember Hendy Siswanto mempresentasikan berbagai potensi pertanian Jember. Dia mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi point center untuk pemenuhan pangan, sebagai langkah pembangunan daerah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam pembicaraan di depan jajaran petinggi Kemendes PDTT dan PT Great Giant Pineapple, perusahaan nanas kaleng terbesar ketiga di dunia, Bupati Hendy juga menjelaskan bahwa Jember memiliki semua kekayaan alam dan tanah yang subur. Mulai dari perkebunan, sawah, sungai, laut, hingga pegunungan. Bahkan, tambah dia, tidak ada jenis tanah kering di Jember.

Dari kesuburan tanah itu dihasilkan berbagai jenis buah-buahan lokal yang tentunya potensial, misalnya kelengkeng, nanas, pisang cavendish, buah naga, hingga kopi robusta. Namun, kata Bupati Hendy, keunggulan tersebut masih terasa kurang maksimal. Pasalnya, belum ada pengembangan produk turunan dari hasil pertanian, khususnya food derivate atau olahan pangan untuk program keberlanjutannya. “Petani masih menjual gabah, bukan beras. Petani masih menjual buahnya langsung, belum diolah menjadi produk turunannya,” terangnya.

- Advertisement -

JAKARTA, Radar Jember – Sektor pertanian menjadi fokus pengembangan daerah yang dilakukan oleh Pemkab Jember. Sebab, hasil pertaniannya menyimpan banyak potensi yang perlu digali terus-menerus hingga pada produk turunannya.

BACA JUGA : Masalah Sosial atau Ekonomi Pandemi Covid-19

Dalam kunjungan kerja ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, Bupati Jember Hendy Siswanto mempresentasikan berbagai potensi pertanian Jember. Dia mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi point center untuk pemenuhan pangan, sebagai langkah pembangunan daerah.

Dalam pembicaraan di depan jajaran petinggi Kemendes PDTT dan PT Great Giant Pineapple, perusahaan nanas kaleng terbesar ketiga di dunia, Bupati Hendy juga menjelaskan bahwa Jember memiliki semua kekayaan alam dan tanah yang subur. Mulai dari perkebunan, sawah, sungai, laut, hingga pegunungan. Bahkan, tambah dia, tidak ada jenis tanah kering di Jember.

Dari kesuburan tanah itu dihasilkan berbagai jenis buah-buahan lokal yang tentunya potensial, misalnya kelengkeng, nanas, pisang cavendish, buah naga, hingga kopi robusta. Namun, kata Bupati Hendy, keunggulan tersebut masih terasa kurang maksimal. Pasalnya, belum ada pengembangan produk turunan dari hasil pertanian, khususnya food derivate atau olahan pangan untuk program keberlanjutannya. “Petani masih menjual gabah, bukan beras. Petani masih menjual buahnya langsung, belum diolah menjadi produk turunannya,” terangnya.

JAKARTA, Radar Jember – Sektor pertanian menjadi fokus pengembangan daerah yang dilakukan oleh Pemkab Jember. Sebab, hasil pertaniannya menyimpan banyak potensi yang perlu digali terus-menerus hingga pada produk turunannya.

BACA JUGA : Masalah Sosial atau Ekonomi Pandemi Covid-19

Dalam kunjungan kerja ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, Bupati Jember Hendy Siswanto mempresentasikan berbagai potensi pertanian Jember. Dia mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi point center untuk pemenuhan pangan, sebagai langkah pembangunan daerah.

Dalam pembicaraan di depan jajaran petinggi Kemendes PDTT dan PT Great Giant Pineapple, perusahaan nanas kaleng terbesar ketiga di dunia, Bupati Hendy juga menjelaskan bahwa Jember memiliki semua kekayaan alam dan tanah yang subur. Mulai dari perkebunan, sawah, sungai, laut, hingga pegunungan. Bahkan, tambah dia, tidak ada jenis tanah kering di Jember.

Dari kesuburan tanah itu dihasilkan berbagai jenis buah-buahan lokal yang tentunya potensial, misalnya kelengkeng, nanas, pisang cavendish, buah naga, hingga kopi robusta. Namun, kata Bupati Hendy, keunggulan tersebut masih terasa kurang maksimal. Pasalnya, belum ada pengembangan produk turunan dari hasil pertanian, khususnya food derivate atau olahan pangan untuk program keberlanjutannya. “Petani masih menjual gabah, bukan beras. Petani masih menjual buahnya langsung, belum diolah menjadi produk turunannya,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/