alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Musim Panen Tiba, Petani Nelangsa

Wacana Impor Beras Masih Beredar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hamparan padi di sekitar areal persawahan Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, itu bisa jadi tinggal hitungan hari saja. Sebab, musim panen segera tiba. Para petani menaruh harapan besar, hasil panennya bisa untung banyak.

Namun, harapan itu seperti digantung saat kemunculan wacana impor 1 juta ton beras yang direncanakan pemerintah. “Kalau beneran ada impor beras, lalu gabah kita dihargai berapa nanti,” keluh Budi Utomo, salah satu petani, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/3).

Kecemasan itu tampak sekali di raut wajah petani asal Desa Kesilir itu. Hal serupa dirasakan petani lainnya. Tidak sedikit dari mereka yang mengetahui desas-desus rencana ambisius impor 1 juta ton beras itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kecemasan juga datang dari salah satu asosiasi petani, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Jika wacana itu benar, maka hal itu bukan hanya merugikan petani. Namun, menjadi pukulan telak terhadap sektor pertanian. Sebab, setelah selama ini petani dibikin tertatih dengan keberadaan pupuk subsidi, kini kembali dibikin memelas dengan rencana impor tersebut.

Meskipun baru sekadar wacana, namun isu impor beras itu diakui sudah didengar mayoritas petani. Termasuk petani di Jember. “Yang jelas kita menolak rencana impor beras itu,” tegas Heru Purnomo, Sekretaris HKTI Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hamparan padi di sekitar areal persawahan Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, itu bisa jadi tinggal hitungan hari saja. Sebab, musim panen segera tiba. Para petani menaruh harapan besar, hasil panennya bisa untung banyak.

Namun, harapan itu seperti digantung saat kemunculan wacana impor 1 juta ton beras yang direncanakan pemerintah. “Kalau beneran ada impor beras, lalu gabah kita dihargai berapa nanti,” keluh Budi Utomo, salah satu petani, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/3).

Kecemasan itu tampak sekali di raut wajah petani asal Desa Kesilir itu. Hal serupa dirasakan petani lainnya. Tidak sedikit dari mereka yang mengetahui desas-desus rencana ambisius impor 1 juta ton beras itu.

Kecemasan juga datang dari salah satu asosiasi petani, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Jika wacana itu benar, maka hal itu bukan hanya merugikan petani. Namun, menjadi pukulan telak terhadap sektor pertanian. Sebab, setelah selama ini petani dibikin tertatih dengan keberadaan pupuk subsidi, kini kembali dibikin memelas dengan rencana impor tersebut.

Meskipun baru sekadar wacana, namun isu impor beras itu diakui sudah didengar mayoritas petani. Termasuk petani di Jember. “Yang jelas kita menolak rencana impor beras itu,” tegas Heru Purnomo, Sekretaris HKTI Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hamparan padi di sekitar areal persawahan Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, itu bisa jadi tinggal hitungan hari saja. Sebab, musim panen segera tiba. Para petani menaruh harapan besar, hasil panennya bisa untung banyak.

Namun, harapan itu seperti digantung saat kemunculan wacana impor 1 juta ton beras yang direncanakan pemerintah. “Kalau beneran ada impor beras, lalu gabah kita dihargai berapa nanti,” keluh Budi Utomo, salah satu petani, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/3).

Kecemasan itu tampak sekali di raut wajah petani asal Desa Kesilir itu. Hal serupa dirasakan petani lainnya. Tidak sedikit dari mereka yang mengetahui desas-desus rencana ambisius impor 1 juta ton beras itu.

Kecemasan juga datang dari salah satu asosiasi petani, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Jika wacana itu benar, maka hal itu bukan hanya merugikan petani. Namun, menjadi pukulan telak terhadap sektor pertanian. Sebab, setelah selama ini petani dibikin tertatih dengan keberadaan pupuk subsidi, kini kembali dibikin memelas dengan rencana impor tersebut.

Meskipun baru sekadar wacana, namun isu impor beras itu diakui sudah didengar mayoritas petani. Termasuk petani di Jember. “Yang jelas kita menolak rencana impor beras itu,” tegas Heru Purnomo, Sekretaris HKTI Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/