alexametrics
22 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Tampil Cantik Meski Jadi Petani

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOHARJO, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian dulu sama sekali tidak diminati oleh generasi milenial, salah satu keengganan tersebut karena setiap hari harus turun ke swah. Tidak heran bila tubuh petani dipenuhi lumpur, terlihat kotor. Selain itu kemiskinan melekat erat kepada diri petani, hal tersebut menjadi alasan pula generasi muda tidak tertarik turun ke sawah.

BACA JUGA : HUT Ke-40, ACC Tanam Mangrove di Ekowisata Telok Berdiri Kalbar

Adalah Anita Safitri, 26, seorang petani milenial di Kadilangu, Baki, Kabupaten Sukoharjo.Perempuan cantik tersebut mengakui, tidak sedikit anak muda memiliki stigma kurang baik terhadap petani.Padahal menurut Anita, petani itu memiliki masa depan jika digeluti serius penuh kesungguhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Petani milenial kini tidak harus terjun langsung ke sawah, berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, seperti bidang pemasaran produk pertanian dan kesempatan tersebut masih terbuka luas.Mindset anak muda itu kalau bertani harus turun ke sawah, itu salah karena pandangan seperti harus dibuang jauh,”kata Anita.

- Advertisement -

SUKOHARJO, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian dulu sama sekali tidak diminati oleh generasi milenial, salah satu keengganan tersebut karena setiap hari harus turun ke swah. Tidak heran bila tubuh petani dipenuhi lumpur, terlihat kotor. Selain itu kemiskinan melekat erat kepada diri petani, hal tersebut menjadi alasan pula generasi muda tidak tertarik turun ke sawah.

BACA JUGA : HUT Ke-40, ACC Tanam Mangrove di Ekowisata Telok Berdiri Kalbar

Adalah Anita Safitri, 26, seorang petani milenial di Kadilangu, Baki, Kabupaten Sukoharjo.Perempuan cantik tersebut mengakui, tidak sedikit anak muda memiliki stigma kurang baik terhadap petani.Padahal menurut Anita, petani itu memiliki masa depan jika digeluti serius penuh kesungguhan.

“Petani milenial kini tidak harus terjun langsung ke sawah, berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, seperti bidang pemasaran produk pertanian dan kesempatan tersebut masih terbuka luas.Mindset anak muda itu kalau bertani harus turun ke sawah, itu salah karena pandangan seperti harus dibuang jauh,”kata Anita.

SUKOHARJO, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian dulu sama sekali tidak diminati oleh generasi milenial, salah satu keengganan tersebut karena setiap hari harus turun ke swah. Tidak heran bila tubuh petani dipenuhi lumpur, terlihat kotor. Selain itu kemiskinan melekat erat kepada diri petani, hal tersebut menjadi alasan pula generasi muda tidak tertarik turun ke sawah.

BACA JUGA : HUT Ke-40, ACC Tanam Mangrove di Ekowisata Telok Berdiri Kalbar

Adalah Anita Safitri, 26, seorang petani milenial di Kadilangu, Baki, Kabupaten Sukoharjo.Perempuan cantik tersebut mengakui, tidak sedikit anak muda memiliki stigma kurang baik terhadap petani.Padahal menurut Anita, petani itu memiliki masa depan jika digeluti serius penuh kesungguhan.

“Petani milenial kini tidak harus terjun langsung ke sawah, berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, seperti bidang pemasaran produk pertanian dan kesempatan tersebut masih terbuka luas.Mindset anak muda itu kalau bertani harus turun ke sawah, itu salah karena pandangan seperti harus dibuang jauh,”kata Anita.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/