alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pakai Pestisida Kimia Tak Boleh Sembarangan

Ada 57 Kandungan Berbahaya untuk Padi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Temuan Mabes Polri terkait pestisida palsu dari Jember, yang kini tengah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, tentu saja harus diantisipasi oleh petani. Pasalnya, terdapat daftar 57 bahan kimia yang berbahaya untuk perkembangan tanaman padi dalam pengendalian hama wereng.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember Ir Hari Purnomo menjelaskan, adanya pestisida palsu tersebut perlu diwaspadai, salah satunya dari kemasan dan kandungan di dalamnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahan aktif kimia apa yang ada dalam pestisida palsu tersebut.

Dengan adanya perbedaan bahan kimia, tentu saja sangat merugikan petani. “Maunya membasmi hama A, tapi kandungannya untuk basmi hama B. Ini yang membuat petani rugi,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih dari itu, lanjut Hari, ada hal lain yang perlu diantisipasi. Yakni daftar pestisida berbahan kimia tertentu yang berbahaya dalam perkembangan tanaman padi. “Pemerintah telah menetapkan 57 daftar bahan kimia yang tidak direkomendasikan dalam mengatasi hama wereng untuk tanaman padi,” jelasnya.

Daftar 57 obat kimia itu tertuang dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 1986 tentang Peningkatan Pengendalian Hama Wereng Cokelat pada Tanaman Padi. Artinya, memperhatikan kelestarian musuh alami hama wereng cokelat dapat menimbulkan resurjensi atau meningkatnya populasi hama setelah memperoleh perlakuan insektisida. Serta dampak lain yang merugikan tanaman padi. “Salah satu dari 57 daftar bahan kimia, adalah Agrothion 50 EC: fenitrotion, Azodrin 15 WSC, hingga Basmiban 20 EC: klorpirifos,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Temuan Mabes Polri terkait pestisida palsu dari Jember, yang kini tengah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, tentu saja harus diantisipasi oleh petani. Pasalnya, terdapat daftar 57 bahan kimia yang berbahaya untuk perkembangan tanaman padi dalam pengendalian hama wereng.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember Ir Hari Purnomo menjelaskan, adanya pestisida palsu tersebut perlu diwaspadai, salah satunya dari kemasan dan kandungan di dalamnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahan aktif kimia apa yang ada dalam pestisida palsu tersebut.

Dengan adanya perbedaan bahan kimia, tentu saja sangat merugikan petani. “Maunya membasmi hama A, tapi kandungannya untuk basmi hama B. Ini yang membuat petani rugi,” paparnya.

Lebih dari itu, lanjut Hari, ada hal lain yang perlu diantisipasi. Yakni daftar pestisida berbahan kimia tertentu yang berbahaya dalam perkembangan tanaman padi. “Pemerintah telah menetapkan 57 daftar bahan kimia yang tidak direkomendasikan dalam mengatasi hama wereng untuk tanaman padi,” jelasnya.

Daftar 57 obat kimia itu tertuang dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 1986 tentang Peningkatan Pengendalian Hama Wereng Cokelat pada Tanaman Padi. Artinya, memperhatikan kelestarian musuh alami hama wereng cokelat dapat menimbulkan resurjensi atau meningkatnya populasi hama setelah memperoleh perlakuan insektisida. Serta dampak lain yang merugikan tanaman padi. “Salah satu dari 57 daftar bahan kimia, adalah Agrothion 50 EC: fenitrotion, Azodrin 15 WSC, hingga Basmiban 20 EC: klorpirifos,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Temuan Mabes Polri terkait pestisida palsu dari Jember, yang kini tengah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, tentu saja harus diantisipasi oleh petani. Pasalnya, terdapat daftar 57 bahan kimia yang berbahaya untuk perkembangan tanaman padi dalam pengendalian hama wereng.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember Ir Hari Purnomo menjelaskan, adanya pestisida palsu tersebut perlu diwaspadai, salah satunya dari kemasan dan kandungan di dalamnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahan aktif kimia apa yang ada dalam pestisida palsu tersebut.

Dengan adanya perbedaan bahan kimia, tentu saja sangat merugikan petani. “Maunya membasmi hama A, tapi kandungannya untuk basmi hama B. Ini yang membuat petani rugi,” paparnya.

Lebih dari itu, lanjut Hari, ada hal lain yang perlu diantisipasi. Yakni daftar pestisida berbahan kimia tertentu yang berbahaya dalam perkembangan tanaman padi. “Pemerintah telah menetapkan 57 daftar bahan kimia yang tidak direkomendasikan dalam mengatasi hama wereng untuk tanaman padi,” jelasnya.

Daftar 57 obat kimia itu tertuang dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 1986 tentang Peningkatan Pengendalian Hama Wereng Cokelat pada Tanaman Padi. Artinya, memperhatikan kelestarian musuh alami hama wereng cokelat dapat menimbulkan resurjensi atau meningkatnya populasi hama setelah memperoleh perlakuan insektisida. Serta dampak lain yang merugikan tanaman padi. “Salah satu dari 57 daftar bahan kimia, adalah Agrothion 50 EC: fenitrotion, Azodrin 15 WSC, hingga Basmiban 20 EC: klorpirifos,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/