alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Musim Hujan, Panen Padi Tak Normal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan masih kerap terjadi di Kabupaten Jember. Hal itu membuat tanaman padi petani tidak tumbuh normal. Padi menjadi gabuk atau kempis tak berisi sewaktu dipanen. Sebagian petani pun merugi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Sukhara, salah satu petani di Antirogo, menjadi salah satu petani yang panen padinya tidak maksimal. Salah satu penyebabnya hujan yang masih sering turun di masa panen. Membuat sebagian tanaman padi rusak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan, tanaman padi miliknya banyak yang roboh karena sering dihantam hujan serta angin kencang. Tak hanya itu, air hujan juga kerap menggenangi sawah. “Buahnya sudah kempes dan tidak bisa dipanen,” tambahnya. Kondisi seperti ini diakui sangat merugikan dan modal tidak kembali.

Padi yang terpaksa dipanen itu pun tetap mengundang perhatian buruh tani untuk mengais sisa-sisa padi. Hal ini dilakukan agar tetap ada padi yang diambil meski banyak yang tidak berisi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan masih kerap terjadi di Kabupaten Jember. Hal itu membuat tanaman padi petani tidak tumbuh normal. Padi menjadi gabuk atau kempis tak berisi sewaktu dipanen. Sebagian petani pun merugi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Sukhara, salah satu petani di Antirogo, menjadi salah satu petani yang panen padinya tidak maksimal. Salah satu penyebabnya hujan yang masih sering turun di masa panen. Membuat sebagian tanaman padi rusak.

Dikatakan, tanaman padi miliknya banyak yang roboh karena sering dihantam hujan serta angin kencang. Tak hanya itu, air hujan juga kerap menggenangi sawah. “Buahnya sudah kempes dan tidak bisa dipanen,” tambahnya. Kondisi seperti ini diakui sangat merugikan dan modal tidak kembali.

Padi yang terpaksa dipanen itu pun tetap mengundang perhatian buruh tani untuk mengais sisa-sisa padi. Hal ini dilakukan agar tetap ada padi yang diambil meski banyak yang tidak berisi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan masih kerap terjadi di Kabupaten Jember. Hal itu membuat tanaman padi petani tidak tumbuh normal. Padi menjadi gabuk atau kempis tak berisi sewaktu dipanen. Sebagian petani pun merugi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Sukhara, salah satu petani di Antirogo, menjadi salah satu petani yang panen padinya tidak maksimal. Salah satu penyebabnya hujan yang masih sering turun di masa panen. Membuat sebagian tanaman padi rusak.

Dikatakan, tanaman padi miliknya banyak yang roboh karena sering dihantam hujan serta angin kencang. Tak hanya itu, air hujan juga kerap menggenangi sawah. “Buahnya sudah kempes dan tidak bisa dipanen,” tambahnya. Kondisi seperti ini diakui sangat merugikan dan modal tidak kembali.

Padi yang terpaksa dipanen itu pun tetap mengundang perhatian buruh tani untuk mengais sisa-sisa padi. Hal ini dilakukan agar tetap ada padi yang diambil meski banyak yang tidak berisi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/