alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

28,9 Hektare Sawah Terserang Wereng 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika sebelumnya berdasarkan catatan organisasi pertanian terdapat enam kecamatan yang terserang hama wereng di minggu terakhir Februari kemarin, kini semakin meluas. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember mencatat 28,9 hektare sawah terserang wereng. Sebarannya pun meluas hingga 22 kecamatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember Mad Mastuki. Dirinya mengakui, serangan hama wereng semakin masif. Pekan kemarin saja, penyebaran hama wereng menyebar pada areal persawahan di 22 kecamatan se-Jember.

Beberapa kecamatan yang tidak terkena serangan wereng batang cokelat itu di antaranya Balung, Kencong, Wuluhan, Ambulu, Kaliwates, Silo, Tanggul, dan Umbulsari. “Lainnya ada (terkena serangan hama wereng, Red),” ujarnya. Sementara, tambah dia, untuk Wuluhan sebenarnya ada, tapi jumlah petak sawah yang kena wereng itu sedikit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihak dinas, lanjut dia, juga telah menginventarisasi petak sawah yang terkena wereng batang cokelat. Hasilnya, setidaknya ada 28,9 hektare sawah. Untuk mengurangi dampak serangan wereng agar tidak terjadi gagal panen, pemerintah menyiapkan racun dan insektisida untuk bisa membunuh wereng tersebut. Pengendalian hama wereng pun dilakukan setiap hari, dan dilakukan bergotong royong bersama petani, kelompok tani, organisasi petani, penyuluh pertanian, dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan.

Menurut catatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serangan hama wereng diketahui di daerah Jenggawah, tepatnya di Desa Gayasan, pada minggu terakhir Februari kemarin. Ketua KTNA Jember Sucipto mengatakan, persawahan Gayasan, Jenggawah, sudah terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama wereng cukup parah dan sudah disemprot secara masal. Namun, nyatanya hama wereng semakin tak terkendali dan menginvasi di beberapa daerah. “Sekarang setidaknya dua hari sekali ada semprotan untuk wereng,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika sebelumnya berdasarkan catatan organisasi pertanian terdapat enam kecamatan yang terserang hama wereng di minggu terakhir Februari kemarin, kini semakin meluas. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember mencatat 28,9 hektare sawah terserang wereng. Sebarannya pun meluas hingga 22 kecamatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember Mad Mastuki. Dirinya mengakui, serangan hama wereng semakin masif. Pekan kemarin saja, penyebaran hama wereng menyebar pada areal persawahan di 22 kecamatan se-Jember.

Beberapa kecamatan yang tidak terkena serangan wereng batang cokelat itu di antaranya Balung, Kencong, Wuluhan, Ambulu, Kaliwates, Silo, Tanggul, dan Umbulsari. “Lainnya ada (terkena serangan hama wereng, Red),” ujarnya. Sementara, tambah dia, untuk Wuluhan sebenarnya ada, tapi jumlah petak sawah yang kena wereng itu sedikit.

Pihak dinas, lanjut dia, juga telah menginventarisasi petak sawah yang terkena wereng batang cokelat. Hasilnya, setidaknya ada 28,9 hektare sawah. Untuk mengurangi dampak serangan wereng agar tidak terjadi gagal panen, pemerintah menyiapkan racun dan insektisida untuk bisa membunuh wereng tersebut. Pengendalian hama wereng pun dilakukan setiap hari, dan dilakukan bergotong royong bersama petani, kelompok tani, organisasi petani, penyuluh pertanian, dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan.

Menurut catatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serangan hama wereng diketahui di daerah Jenggawah, tepatnya di Desa Gayasan, pada minggu terakhir Februari kemarin. Ketua KTNA Jember Sucipto mengatakan, persawahan Gayasan, Jenggawah, sudah terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama wereng cukup parah dan sudah disemprot secara masal. Namun, nyatanya hama wereng semakin tak terkendali dan menginvasi di beberapa daerah. “Sekarang setidaknya dua hari sekali ada semprotan untuk wereng,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika sebelumnya berdasarkan catatan organisasi pertanian terdapat enam kecamatan yang terserang hama wereng di minggu terakhir Februari kemarin, kini semakin meluas. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember mencatat 28,9 hektare sawah terserang wereng. Sebarannya pun meluas hingga 22 kecamatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember Mad Mastuki. Dirinya mengakui, serangan hama wereng semakin masif. Pekan kemarin saja, penyebaran hama wereng menyebar pada areal persawahan di 22 kecamatan se-Jember.

Beberapa kecamatan yang tidak terkena serangan wereng batang cokelat itu di antaranya Balung, Kencong, Wuluhan, Ambulu, Kaliwates, Silo, Tanggul, dan Umbulsari. “Lainnya ada (terkena serangan hama wereng, Red),” ujarnya. Sementara, tambah dia, untuk Wuluhan sebenarnya ada, tapi jumlah petak sawah yang kena wereng itu sedikit.

Pihak dinas, lanjut dia, juga telah menginventarisasi petak sawah yang terkena wereng batang cokelat. Hasilnya, setidaknya ada 28,9 hektare sawah. Untuk mengurangi dampak serangan wereng agar tidak terjadi gagal panen, pemerintah menyiapkan racun dan insektisida untuk bisa membunuh wereng tersebut. Pengendalian hama wereng pun dilakukan setiap hari, dan dilakukan bergotong royong bersama petani, kelompok tani, organisasi petani, penyuluh pertanian, dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan.

Menurut catatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serangan hama wereng diketahui di daerah Jenggawah, tepatnya di Desa Gayasan, pada minggu terakhir Februari kemarin. Ketua KTNA Jember Sucipto mengatakan, persawahan Gayasan, Jenggawah, sudah terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama wereng cukup parah dan sudah disemprot secara masal. Namun, nyatanya hama wereng semakin tak terkendali dan menginvasi di beberapa daerah. “Sekarang setidaknya dua hari sekali ada semprotan untuk wereng,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/