alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Puluhan Hektare Padi Terancam Mati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim hujan memang sudah dimulai berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Namun, sejumlah daerah masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan air untuk area persawahan. Padahal, baru beberapa minggu kemarin mereka memulai masa tanam padi. Akibatnya, puluhan hektare lahan persawahan petani itu kini terancam mati.

Seperti tanaman padi di Dusun Kunitir, Desa Grenden, Kecamatan Puger. Sejak beberapa pekan kemarin, tanaman padi milik petani mengalami kekeringan. “Padahal baru tanam padi, sekarang malah tidak ada air sama sekali,” keluh Nur Salim, 34, saat ditemui di area persawahan yang dia garap.

Selain karena faktor hujan yang tak kunjung turun, kondisi semakin diperparah dengan sumber-sumber air di area persawahan yang mengering. Tak sedikit petani yang harus legawa berbagi air dari beberapa sumur di tengah sawah, meskipun sebenarnya hal itu tidak mencukupi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya Salim, beberapa petani lain menurutnya juga kelimpungan saat dihadapkan dengan kekeringan itu. Mereka tentu merugi, karena baru beberapa pekan kemarin petani yang melangsungkan masa tanam padi mereka. “Kalau mengandalkan sungai, airnya juga masih belum datang,” imbuh Tonari, petani lainnya.

Tak sampai di situ, beberapa lahan sawah milik Tonari juga belum sempat ditanami padi. Dia seolah meyakini bahwa musim hujan pekan ini belum sepenuhnya turun normal. Selain harus berbagi air, tak sedikit petani yang menyiapkan mesin diesel dengan paralon yang cukup panjang.

“Di sini memang banyak sumur di tengah-tengah sawah, tapi tidak semua sumbernya lancar. Makanya petani yang bawa paralon panjang itu mau numpang ke sumur lain, meskipun sangat jauh,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim hujan memang sudah dimulai berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Namun, sejumlah daerah masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan air untuk area persawahan. Padahal, baru beberapa minggu kemarin mereka memulai masa tanam padi. Akibatnya, puluhan hektare lahan persawahan petani itu kini terancam mati.

Seperti tanaman padi di Dusun Kunitir, Desa Grenden, Kecamatan Puger. Sejak beberapa pekan kemarin, tanaman padi milik petani mengalami kekeringan. “Padahal baru tanam padi, sekarang malah tidak ada air sama sekali,” keluh Nur Salim, 34, saat ditemui di area persawahan yang dia garap.

Selain karena faktor hujan yang tak kunjung turun, kondisi semakin diperparah dengan sumber-sumber air di area persawahan yang mengering. Tak sedikit petani yang harus legawa berbagi air dari beberapa sumur di tengah sawah, meskipun sebenarnya hal itu tidak mencukupi.

Tak hanya Salim, beberapa petani lain menurutnya juga kelimpungan saat dihadapkan dengan kekeringan itu. Mereka tentu merugi, karena baru beberapa pekan kemarin petani yang melangsungkan masa tanam padi mereka. “Kalau mengandalkan sungai, airnya juga masih belum datang,” imbuh Tonari, petani lainnya.

Tak sampai di situ, beberapa lahan sawah milik Tonari juga belum sempat ditanami padi. Dia seolah meyakini bahwa musim hujan pekan ini belum sepenuhnya turun normal. Selain harus berbagi air, tak sedikit petani yang menyiapkan mesin diesel dengan paralon yang cukup panjang.

“Di sini memang banyak sumur di tengah-tengah sawah, tapi tidak semua sumbernya lancar. Makanya petani yang bawa paralon panjang itu mau numpang ke sumur lain, meskipun sangat jauh,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim hujan memang sudah dimulai berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Namun, sejumlah daerah masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan air untuk area persawahan. Padahal, baru beberapa minggu kemarin mereka memulai masa tanam padi. Akibatnya, puluhan hektare lahan persawahan petani itu kini terancam mati.

Seperti tanaman padi di Dusun Kunitir, Desa Grenden, Kecamatan Puger. Sejak beberapa pekan kemarin, tanaman padi milik petani mengalami kekeringan. “Padahal baru tanam padi, sekarang malah tidak ada air sama sekali,” keluh Nur Salim, 34, saat ditemui di area persawahan yang dia garap.

Selain karena faktor hujan yang tak kunjung turun, kondisi semakin diperparah dengan sumber-sumber air di area persawahan yang mengering. Tak sedikit petani yang harus legawa berbagi air dari beberapa sumur di tengah sawah, meskipun sebenarnya hal itu tidak mencukupi.

Tak hanya Salim, beberapa petani lain menurutnya juga kelimpungan saat dihadapkan dengan kekeringan itu. Mereka tentu merugi, karena baru beberapa pekan kemarin petani yang melangsungkan masa tanam padi mereka. “Kalau mengandalkan sungai, airnya juga masih belum datang,” imbuh Tonari, petani lainnya.

Tak sampai di situ, beberapa lahan sawah milik Tonari juga belum sempat ditanami padi. Dia seolah meyakini bahwa musim hujan pekan ini belum sepenuhnya turun normal. Selain harus berbagi air, tak sedikit petani yang menyiapkan mesin diesel dengan paralon yang cukup panjang.

“Di sini memang banyak sumur di tengah-tengah sawah, tapi tidak semua sumbernya lancar. Makanya petani yang bawa paralon panjang itu mau numpang ke sumur lain, meskipun sangat jauh,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/