alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Gas Elpiji Langka ? Politeknik Negeri Jember Punya Solusi

Alternatif Sumber Energi Cegah Kelangkaan Gas Subsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain itu, di balik kelebihannya yang dapat menggantikan gas elpiji, biogas juga memiliki kekurangan yang membuat orang-orang enggan menggunakan gas yang mengandung metana ini. Biogas menghasilkan bau akibat kandungan sulfur yang dihasilkan dari proses fermentasi. “Memang biogas agak bau, tapi sebenarnya hampir sama dengan elpiji yang juga berbau,” imbuhnya.

Biogas yang didapatkan itu, lanjut Yuli, selain menghemat pengeluaran karena tidak menggunakan elpiji, juga membantu mengurangi limbah kotoran hewan. Sisa fermentasinya pun dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk organik. “Coba kalau gas elpiji itu tidak bersubsidi, sudah habis berapa banyak kita? Dengan adanya biogas ini, bukan sekadar praktik saja bagi kami, tapi juga untuk mengurangi limbah kotoran hewan,” lanjutnya.

Yuli menambahkan, api yang dihasilkan juga tak kalah berkobar dengan api dari gas elpiji. Warnanya biru, tak berbau, dan tak sampai mengubah rasa dari susu yang diolah. Secara teoretis, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, jika nilai kalor adalah 11.220 kilo kalor per kilogram, dalam satu meter kubik biogas itu setara dengan 0.5 kilogram gas elpiji. “Jadi, satu tabung elpiji tiga kilogram setara dengan enam meter kubik biogas. Sementara, secara teoretis, tiga sampai empat sapi perah (per hari) bisa menghasilkan 0,8 sampai 1,6 meter kubik, atau anggap satu meter kubik biogas,” pungkasnya.Top of Form

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Delfi Nihayah

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Selain itu, di balik kelebihannya yang dapat menggantikan gas elpiji, biogas juga memiliki kekurangan yang membuat orang-orang enggan menggunakan gas yang mengandung metana ini. Biogas menghasilkan bau akibat kandungan sulfur yang dihasilkan dari proses fermentasi. “Memang biogas agak bau, tapi sebenarnya hampir sama dengan elpiji yang juga berbau,” imbuhnya.

Biogas yang didapatkan itu, lanjut Yuli, selain menghemat pengeluaran karena tidak menggunakan elpiji, juga membantu mengurangi limbah kotoran hewan. Sisa fermentasinya pun dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk organik. “Coba kalau gas elpiji itu tidak bersubsidi, sudah habis berapa banyak kita? Dengan adanya biogas ini, bukan sekadar praktik saja bagi kami, tapi juga untuk mengurangi limbah kotoran hewan,” lanjutnya.

Yuli menambahkan, api yang dihasilkan juga tak kalah berkobar dengan api dari gas elpiji. Warnanya biru, tak berbau, dan tak sampai mengubah rasa dari susu yang diolah. Secara teoretis, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, jika nilai kalor adalah 11.220 kilo kalor per kilogram, dalam satu meter kubik biogas itu setara dengan 0.5 kilogram gas elpiji. “Jadi, satu tabung elpiji tiga kilogram setara dengan enam meter kubik biogas. Sementara, secara teoretis, tiga sampai empat sapi perah (per hari) bisa menghasilkan 0,8 sampai 1,6 meter kubik, atau anggap satu meter kubik biogas,” pungkasnya.Top of Form

Reporter : Delfi Nihayah

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Mahrus Sholih

Selain itu, di balik kelebihannya yang dapat menggantikan gas elpiji, biogas juga memiliki kekurangan yang membuat orang-orang enggan menggunakan gas yang mengandung metana ini. Biogas menghasilkan bau akibat kandungan sulfur yang dihasilkan dari proses fermentasi. “Memang biogas agak bau, tapi sebenarnya hampir sama dengan elpiji yang juga berbau,” imbuhnya.

Biogas yang didapatkan itu, lanjut Yuli, selain menghemat pengeluaran karena tidak menggunakan elpiji, juga membantu mengurangi limbah kotoran hewan. Sisa fermentasinya pun dapat dimanfaatkan kembali untuk pupuk organik. “Coba kalau gas elpiji itu tidak bersubsidi, sudah habis berapa banyak kita? Dengan adanya biogas ini, bukan sekadar praktik saja bagi kami, tapi juga untuk mengurangi limbah kotoran hewan,” lanjutnya.

Yuli menambahkan, api yang dihasilkan juga tak kalah berkobar dengan api dari gas elpiji. Warnanya biru, tak berbau, dan tak sampai mengubah rasa dari susu yang diolah. Secara teoretis, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, jika nilai kalor adalah 11.220 kilo kalor per kilogram, dalam satu meter kubik biogas itu setara dengan 0.5 kilogram gas elpiji. “Jadi, satu tabung elpiji tiga kilogram setara dengan enam meter kubik biogas. Sementara, secara teoretis, tiga sampai empat sapi perah (per hari) bisa menghasilkan 0,8 sampai 1,6 meter kubik, atau anggap satu meter kubik biogas,” pungkasnya.Top of Form

Reporter : Delfi Nihayah

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/