23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Lahan Terus Menyusut, Hasil Padi Ciut 

Mobile_AP_Rectangle 1

WULUHAN, Radar Jember – Tingkat produksi padi di Jember pada tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, tingkat produksi padi di Jember sepanjang Januari hingga September 2022 di kisaran 551,18 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jumlah itu turun 385,87 ton GKG atau 0,07 persen dibandingkan Januari-September tahun 2021 dengan tingkat produksi 551,57 juta ton GKG.

BACA JUGA : Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali

Kepala BPS Jember Tri Erwandi menyebut, jika hasil produksi padi pada Januari hingga September 2022 dikonversi menjadi beras, maka diperkirakan setara dengan 318,26 ribu ton beras. “Jumlah itu mengalami penurunan sekitar 0,07 persen, dibandingkan hasil beras Januari hingga September 2021, yang mencapai 318,49 ribu ton,” kata Erwandi melalui keterangan tertulisnya, pekan lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, untuk potensi produksi beras sepanjang Oktober hinga Desember 2022, diperkirakan bisa mencapai 35,83 ribu ton. Sehingga jika ditotal, potensi produksi beras pada 2022 sekitar 354,10 ribu ton. “Dibandingkan tahun 2021, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 1,42 ribu ton atau 0,40 persen. Pada 2021 produksi beras sebesar 355,52 juta ton beras,” lanjut Erwandi.

- Advertisement -

WULUHAN, Radar Jember – Tingkat produksi padi di Jember pada tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, tingkat produksi padi di Jember sepanjang Januari hingga September 2022 di kisaran 551,18 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jumlah itu turun 385,87 ton GKG atau 0,07 persen dibandingkan Januari-September tahun 2021 dengan tingkat produksi 551,57 juta ton GKG.

BACA JUGA : Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali

Kepala BPS Jember Tri Erwandi menyebut, jika hasil produksi padi pada Januari hingga September 2022 dikonversi menjadi beras, maka diperkirakan setara dengan 318,26 ribu ton beras. “Jumlah itu mengalami penurunan sekitar 0,07 persen, dibandingkan hasil beras Januari hingga September 2021, yang mencapai 318,49 ribu ton,” kata Erwandi melalui keterangan tertulisnya, pekan lalu.

Sementara itu, untuk potensi produksi beras sepanjang Oktober hinga Desember 2022, diperkirakan bisa mencapai 35,83 ribu ton. Sehingga jika ditotal, potensi produksi beras pada 2022 sekitar 354,10 ribu ton. “Dibandingkan tahun 2021, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 1,42 ribu ton atau 0,40 persen. Pada 2021 produksi beras sebesar 355,52 juta ton beras,” lanjut Erwandi.

WULUHAN, Radar Jember – Tingkat produksi padi di Jember pada tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat, tingkat produksi padi di Jember sepanjang Januari hingga September 2022 di kisaran 551,18 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jumlah itu turun 385,87 ton GKG atau 0,07 persen dibandingkan Januari-September tahun 2021 dengan tingkat produksi 551,57 juta ton GKG.

BACA JUGA : Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali

Kepala BPS Jember Tri Erwandi menyebut, jika hasil produksi padi pada Januari hingga September 2022 dikonversi menjadi beras, maka diperkirakan setara dengan 318,26 ribu ton beras. “Jumlah itu mengalami penurunan sekitar 0,07 persen, dibandingkan hasil beras Januari hingga September 2021, yang mencapai 318,49 ribu ton,” kata Erwandi melalui keterangan tertulisnya, pekan lalu.

Sementara itu, untuk potensi produksi beras sepanjang Oktober hinga Desember 2022, diperkirakan bisa mencapai 35,83 ribu ton. Sehingga jika ditotal, potensi produksi beras pada 2022 sekitar 354,10 ribu ton. “Dibandingkan tahun 2021, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 1,42 ribu ton atau 0,40 persen. Pada 2021 produksi beras sebesar 355,52 juta ton beras,” lanjut Erwandi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca