alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Petani Jember Akhirnya Mendapat Berkah Bulan Ini

Berkah Hujan, Pupuk Bisa Lebih Irit

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TURUNNYA hujan di sebagian kawasan Jember membawa berkah tersendiri, khususnya bagi petani yang menanam padi. Meski intensitas curah hujan tidak setiap hari, namun dapat membantu suplai air untuk tanaman mereka.

Ketua Kerukunan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jember Sucipto mengungkapkan, petani menyambut baik turunnya hujan di sejumlah lokasi. “Kalau petani padi justru senang, karena membantu pengairan,” katanya.

Dikatakannya, saat memasuki September lalu, petani yang mulai menanam padi awalnya khawatir bakal mengalami kekeringan. Namun, saat ini petani padi justru bersyukur karena ada hujan turun. “Jadi, lahan akan lembab dan bisa mengurangi penggunaan pupuk,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal senada juga disampaikan Jumantoro, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Turunnya hujan akan membawa berkah tersendiri bagi petani padi. “Tempat-tempat yang kurang air akan sangat terbantu dengan turunnya hujan ini,” ucapnya.

Jumantoro menyebut, saat hujan, penggunaan pupuk memang bisa lebih sedikit. Namun, untuk mencari pupuk subsidi saat ini masih sangat sulit. “Mau tidak mau, pakai pupuk nonsubsidi. Kalau tetap ada pupuk subsidi, pasti petani akan lebih terbantu. Sayangnya, kuota pupuk dipangkas,” ulasnya.

Menurutnya, petani padi bisa tersenyum dengan turunnya hujan. Namun, bagi petani tembakau, hal ini justru mengkhawatirkan. “Bagi petani tembakau yang belum panen, ini menjadi ancaman. Semoga saja tembakau cepat panen sebelum turun intensitas hujan lebat,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TURUNNYA hujan di sebagian kawasan Jember membawa berkah tersendiri, khususnya bagi petani yang menanam padi. Meski intensitas curah hujan tidak setiap hari, namun dapat membantu suplai air untuk tanaman mereka.

Ketua Kerukunan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jember Sucipto mengungkapkan, petani menyambut baik turunnya hujan di sejumlah lokasi. “Kalau petani padi justru senang, karena membantu pengairan,” katanya.

Dikatakannya, saat memasuki September lalu, petani yang mulai menanam padi awalnya khawatir bakal mengalami kekeringan. Namun, saat ini petani padi justru bersyukur karena ada hujan turun. “Jadi, lahan akan lembab dan bisa mengurangi penggunaan pupuk,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Jumantoro, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Turunnya hujan akan membawa berkah tersendiri bagi petani padi. “Tempat-tempat yang kurang air akan sangat terbantu dengan turunnya hujan ini,” ucapnya.

Jumantoro menyebut, saat hujan, penggunaan pupuk memang bisa lebih sedikit. Namun, untuk mencari pupuk subsidi saat ini masih sangat sulit. “Mau tidak mau, pakai pupuk nonsubsidi. Kalau tetap ada pupuk subsidi, pasti petani akan lebih terbantu. Sayangnya, kuota pupuk dipangkas,” ulasnya.

Menurutnya, petani padi bisa tersenyum dengan turunnya hujan. Namun, bagi petani tembakau, hal ini justru mengkhawatirkan. “Bagi petani tembakau yang belum panen, ini menjadi ancaman. Semoga saja tembakau cepat panen sebelum turun intensitas hujan lebat,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TURUNNYA hujan di sebagian kawasan Jember membawa berkah tersendiri, khususnya bagi petani yang menanam padi. Meski intensitas curah hujan tidak setiap hari, namun dapat membantu suplai air untuk tanaman mereka.

Ketua Kerukunan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jember Sucipto mengungkapkan, petani menyambut baik turunnya hujan di sejumlah lokasi. “Kalau petani padi justru senang, karena membantu pengairan,” katanya.

Dikatakannya, saat memasuki September lalu, petani yang mulai menanam padi awalnya khawatir bakal mengalami kekeringan. Namun, saat ini petani padi justru bersyukur karena ada hujan turun. “Jadi, lahan akan lembab dan bisa mengurangi penggunaan pupuk,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Jumantoro, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember. Turunnya hujan akan membawa berkah tersendiri bagi petani padi. “Tempat-tempat yang kurang air akan sangat terbantu dengan turunnya hujan ini,” ucapnya.

Jumantoro menyebut, saat hujan, penggunaan pupuk memang bisa lebih sedikit. Namun, untuk mencari pupuk subsidi saat ini masih sangat sulit. “Mau tidak mau, pakai pupuk nonsubsidi. Kalau tetap ada pupuk subsidi, pasti petani akan lebih terbantu. Sayangnya, kuota pupuk dipangkas,” ulasnya.

Menurutnya, petani padi bisa tersenyum dengan turunnya hujan. Namun, bagi petani tembakau, hal ini justru mengkhawatirkan. “Bagi petani tembakau yang belum panen, ini menjadi ancaman. Semoga saja tembakau cepat panen sebelum turun intensitas hujan lebat,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca