Harus Mulai Terbiasa Pakai Organik

Petani Waswas Pupuk Semakin Langka

MANFAATKAN SISA SUBSIDI: Sejumlah petani masih menggunakan pupuk subsidi bekas, kemarin. Jika subsidi pupuk mulai dipangkas pada awal bulan ini, mereka harus mulai beralih mencari alternatif pupuk.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengurangan subsidi pupuk yang akan diberlakukan secara resmi mulai awal 2020 ini menambah pilu petani. Pasalnya, pengurangan subsidi yang hampir mencapai 50 persen membuat petani harus lebih memutar otak untuk mengurangi biaya produksi tanaman mereka. Jika tidak, saat mereka panen nanti, bukan untung yang didapatkan, tapi malah bisa jadi sebaliknya.

IKLAN

Seperti yang diungkapkan Sugeng Harianto misalnya, 48, warga Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Dia mengaku memiliki lahan sekitar 1,5 hektare lahan persawahan. Itu artinya, sedianya Sugeng masih bisa dan berhak mendapatkan pupuk jenis subsidi. “Subsidi makin terbatas, ya petani makin waswas,” katanya.

Pria yang mengaku telah bertani selama belasan tahun itu mengatakan, jika pupuk subsidi semakin dipangkas, maka tidak hanya mahal harga, namun bisa juga langka. Apalagi pemangkasannya sampai 50 persen.

Namun di sisi lain, petani sebenarnya masih punya pilihan. Mereka bisa pakai pupuk organik, kompos, atau kemungkinan paling apes, membeli pupuk nonsubsidi yang harganya mencapai tiga kali lipat dari pupuk subsidi. “Kalau organik kan cocok-cocokan. Memang lebih ekonomis, tapi masih menambah tenaga karena harus mengolah sendiri,” jelasnya.

Meski begitu jika tidak mendapatkan pasokan pupuk subsidi, Sugeng terpaksa membiasakan diri pakai organik. Dia sendiri tidak bisa memastikan, ke depan harga jual padi akan membaik atau justru sebaliknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember Satuki menyebutkan, alokasi pupuk subsidi tahun ini memang diperuntukkan bagi petani yang memiliki lahan maksimal dua hektare. “Lebih dari itu, mereka tidak ada jatah dan tidak berhak,” katanya.

Ia tidak bisa menyangkal jika pengurangan subsidi yang merupakan kebijakan nasional ini akan memengaruhi setiap daerah, termasuk di Jember. Meskipun begitu, Satuki akan mengoptimalkan upaya pendistribusian yang lebih tepat sasaran dan agar tidak disalahgunakan. “Petani harus mulai mandiri, mereka bisa mulai beralih ke pupuk jenis lain. Jadi, tidak hanya bergantung pada subsidi pemerintah,” pungkasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti