Petani Lirik Pisang sebagai Pengganti Tembakau

TANAMAN ALTERNATIF: Di Kabupaten Jember tanaman pisang mampu menggugah minat petani untuk membudidayakan. Pisang juga mudah tumbuh di sembarang tempat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani di Kabupaten Jember saat ini mulai melirik pisang sebagai tanaman alternatif selain tembakau. Apalagi tanaman buah tersebut tidak membutuhkan perawatan khusus dibandingkan tanaman lain dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

IKLAN

“Seperti diketahui tanaman pisang itu tidak mengenal musim dan berbuah sepanjang tahun. Terlebih buah ini memiliki prospek cukup cerah dan tidaklah salah bila petani mencoba untuk menanam pisang,” kata Soleh, petani pisang cavendis asal Kecamatan Balung.

Dikatakan pula oleh Soleh, saat ini petani pisang cavendis di Jember telah membentuk sebuah asosiasi. bahkan wadah petani pisang itu memiliki keinginan kelak Jember dikenal sebagai kota penghasil pisang di Indonesis selain Banyuwangi dan Lumajang.

“Selama ini orang mengenal tembakau sebagai ikon Jember dan suatu saat pisang akan menjadi ikon Jember dan itu sangat mungkin sekali. Apalagi tanah di Kabupaten sangat cocok untuk ditanami pisang,” imbuhnya.

Itikad baik petani Jember untuk mengangkat derajat tanaman pisang dan menghilangkan kesan pisang sebagai tanaman liar, disambut baik oleh Mat Satuki, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember. Dari data di Dinas TPHP Jember, lahan tanaman pisang paling banyak di Kecamatan Balung dan Sukorambi.

“Saya sangat senang sekali ada petani mau membudidayakan pisang. Karena untuk memasarkan pisang ini tidak sulit. Di Kabupaten Jember sendiri kan banyak mini market modern berjaringan, pisang itu bisa dipasarkan ke sana dan ini tentu peluang bisnis bagi petani,” ungkapnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih