alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Input E-RDKK Belum Tuntas seratus persen

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) menjadi salah satu acuan Kementerian Pertanian untuk alokasi pupuk subsidi tahun berikutnya. Namun demikian, di Jember hingga saat ini data pengiriman E-RDKK belum tuntas seratus persen. Padahal tenggat waktunya akhir bulan ini.

Tercatat kurang lebih 50 persen petani yang belum mengumpulkan syarat. Kabid Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Eka Ratnawati menjelaskan, E-RDKK ditargetkan selesai pada 31 Oktober. Pada hari itu data petani yang masuk harus sudah tunas seratus persen.

Namun, sejak disusun pada awal Juni hingga sekarang, data petani untuk E-RDKK baru masuk tak sampai 70 persen. “Sebanyak 50 persen lebih, tapi masih di bawah 70 persen,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan kondisi demikian dan target selesai 31 Oktober, menurut Eka, jumlah tersebut masih sedikit. Sebab, entri data E-RDKK ke Kementerian Pertanian tersebut tidak bisa dilakukan saat mendekati tenggat. Hal tersebut untuk meminimalisasi terjadinya kendala server. “Siap kirim, ternyata masih tertolak server. Akhirnya ulang dari awal,” terangnya.

Kendala itulah yang menghambat bila entri data E-RDKK mendekati deadline. Terlebih lagi yang mengakses dan entri data ke Kementerian Pertanian tidak hanya dari Jember, tapi seluruh Indonesia.

Ratna juga berharap petani proaktif untuk menyerahkan data terkait kebutuhan E-RDKK. Yaitu fotokopi KTP dan SPPT pajak sawah yang masuk E-RDKK. “Paling mudah serahkan ke PPL (penyuluh pertanian lapangan, Red),” ucapnya.

Untuk mempercepat proses masuknya data E-RDKK tersebut, juga disarankan untuk menggandeng kelompok tani agar lebih masif mendorong anggotanya. Menurutnya, E-RDKK sangat penting dalam menentukan berapa banyak kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat ke daerah, termasuk Jember. Diharapkan, dengan bertambahnya data yang masuk di E-RDKK akan menambah kuota pupuk bersubsidi yang diperoleh para Petani.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) menjadi salah satu acuan Kementerian Pertanian untuk alokasi pupuk subsidi tahun berikutnya. Namun demikian, di Jember hingga saat ini data pengiriman E-RDKK belum tuntas seratus persen. Padahal tenggat waktunya akhir bulan ini.

Tercatat kurang lebih 50 persen petani yang belum mengumpulkan syarat. Kabid Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Eka Ratnawati menjelaskan, E-RDKK ditargetkan selesai pada 31 Oktober. Pada hari itu data petani yang masuk harus sudah tunas seratus persen.

Namun, sejak disusun pada awal Juni hingga sekarang, data petani untuk E-RDKK baru masuk tak sampai 70 persen. “Sebanyak 50 persen lebih, tapi masih di bawah 70 persen,” paparnya.

Dengan kondisi demikian dan target selesai 31 Oktober, menurut Eka, jumlah tersebut masih sedikit. Sebab, entri data E-RDKK ke Kementerian Pertanian tersebut tidak bisa dilakukan saat mendekati tenggat. Hal tersebut untuk meminimalisasi terjadinya kendala server. “Siap kirim, ternyata masih tertolak server. Akhirnya ulang dari awal,” terangnya.

Kendala itulah yang menghambat bila entri data E-RDKK mendekati deadline. Terlebih lagi yang mengakses dan entri data ke Kementerian Pertanian tidak hanya dari Jember, tapi seluruh Indonesia.

Ratna juga berharap petani proaktif untuk menyerahkan data terkait kebutuhan E-RDKK. Yaitu fotokopi KTP dan SPPT pajak sawah yang masuk E-RDKK. “Paling mudah serahkan ke PPL (penyuluh pertanian lapangan, Red),” ucapnya.

Untuk mempercepat proses masuknya data E-RDKK tersebut, juga disarankan untuk menggandeng kelompok tani agar lebih masif mendorong anggotanya. Menurutnya, E-RDKK sangat penting dalam menentukan berapa banyak kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat ke daerah, termasuk Jember. Diharapkan, dengan bertambahnya data yang masuk di E-RDKK akan menambah kuota pupuk bersubsidi yang diperoleh para Petani.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) menjadi salah satu acuan Kementerian Pertanian untuk alokasi pupuk subsidi tahun berikutnya. Namun demikian, di Jember hingga saat ini data pengiriman E-RDKK belum tuntas seratus persen. Padahal tenggat waktunya akhir bulan ini.

Tercatat kurang lebih 50 persen petani yang belum mengumpulkan syarat. Kabid Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Eka Ratnawati menjelaskan, E-RDKK ditargetkan selesai pada 31 Oktober. Pada hari itu data petani yang masuk harus sudah tunas seratus persen.

Namun, sejak disusun pada awal Juni hingga sekarang, data petani untuk E-RDKK baru masuk tak sampai 70 persen. “Sebanyak 50 persen lebih, tapi masih di bawah 70 persen,” paparnya.

Dengan kondisi demikian dan target selesai 31 Oktober, menurut Eka, jumlah tersebut masih sedikit. Sebab, entri data E-RDKK ke Kementerian Pertanian tersebut tidak bisa dilakukan saat mendekati tenggat. Hal tersebut untuk meminimalisasi terjadinya kendala server. “Siap kirim, ternyata masih tertolak server. Akhirnya ulang dari awal,” terangnya.

Kendala itulah yang menghambat bila entri data E-RDKK mendekati deadline. Terlebih lagi yang mengakses dan entri data ke Kementerian Pertanian tidak hanya dari Jember, tapi seluruh Indonesia.

Ratna juga berharap petani proaktif untuk menyerahkan data terkait kebutuhan E-RDKK. Yaitu fotokopi KTP dan SPPT pajak sawah yang masuk E-RDKK. “Paling mudah serahkan ke PPL (penyuluh pertanian lapangan, Red),” ucapnya.

Untuk mempercepat proses masuknya data E-RDKK tersebut, juga disarankan untuk menggandeng kelompok tani agar lebih masif mendorong anggotanya. Menurutnya, E-RDKK sangat penting dalam menentukan berapa banyak kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat ke daerah, termasuk Jember. Diharapkan, dengan bertambahnya data yang masuk di E-RDKK akan menambah kuota pupuk bersubsidi yang diperoleh para Petani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/