alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Ubah Paradigma Petani Jadi Pebisnis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perjuangan petani untuk terus menanam padi atau kebutuhan lain tak perlu diragukan. Akan tetapi, di balik itu harus ada upaya untuk melakukan perbaikan. Salah satunya menularkan paradigma kepada mereka agar menjadi seorang pebisnis.

Sejauh ini, mayoritas petani masih memiliki ketergantungan terhadap keberadaan pupuk bersubsidi, serta jenis pupuk tertentu. Padahal, dunia telah banyak menawarkan berbagai jenis pupuk yang menunjukkan hasil panen petani.

Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, mengatakan, paradigma petani yang masih terbelenggu oleh pemikiran semacam itu harus dibongkar. Hal itu demi meningkatkan pendapatan para petani yang ada di Kabupaten Jember. “Kalau tidak pupuk subsidi dan pupuk jenis tertentu, banyak yang patah semangat. Padahal, tanpa pupuk subsidi, hasilnya bisa lebih banyak,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengusaha sapi perah ini mencontohkan, orang yang merawat sapi memiliki motivasi yang berbeda. Ada yang merawat sapi karena hobi, ada yang untuk tabungan, dan ada pula yang untuk mencari keuntungan. “Nah, petani juga begitu. Maka, motivasi agar petani dapat untung lebih banyak harus dimiliki semua petani,” ucap Nyoman.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perjuangan petani untuk terus menanam padi atau kebutuhan lain tak perlu diragukan. Akan tetapi, di balik itu harus ada upaya untuk melakukan perbaikan. Salah satunya menularkan paradigma kepada mereka agar menjadi seorang pebisnis.

Sejauh ini, mayoritas petani masih memiliki ketergantungan terhadap keberadaan pupuk bersubsidi, serta jenis pupuk tertentu. Padahal, dunia telah banyak menawarkan berbagai jenis pupuk yang menunjukkan hasil panen petani.

Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, mengatakan, paradigma petani yang masih terbelenggu oleh pemikiran semacam itu harus dibongkar. Hal itu demi meningkatkan pendapatan para petani yang ada di Kabupaten Jember. “Kalau tidak pupuk subsidi dan pupuk jenis tertentu, banyak yang patah semangat. Padahal, tanpa pupuk subsidi, hasilnya bisa lebih banyak,” katanya.

Pengusaha sapi perah ini mencontohkan, orang yang merawat sapi memiliki motivasi yang berbeda. Ada yang merawat sapi karena hobi, ada yang untuk tabungan, dan ada pula yang untuk mencari keuntungan. “Nah, petani juga begitu. Maka, motivasi agar petani dapat untung lebih banyak harus dimiliki semua petani,” ucap Nyoman.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perjuangan petani untuk terus menanam padi atau kebutuhan lain tak perlu diragukan. Akan tetapi, di balik itu harus ada upaya untuk melakukan perbaikan. Salah satunya menularkan paradigma kepada mereka agar menjadi seorang pebisnis.

Sejauh ini, mayoritas petani masih memiliki ketergantungan terhadap keberadaan pupuk bersubsidi, serta jenis pupuk tertentu. Padahal, dunia telah banyak menawarkan berbagai jenis pupuk yang menunjukkan hasil panen petani.

Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, mengatakan, paradigma petani yang masih terbelenggu oleh pemikiran semacam itu harus dibongkar. Hal itu demi meningkatkan pendapatan para petani yang ada di Kabupaten Jember. “Kalau tidak pupuk subsidi dan pupuk jenis tertentu, banyak yang patah semangat. Padahal, tanpa pupuk subsidi, hasilnya bisa lebih banyak,” katanya.

Pengusaha sapi perah ini mencontohkan, orang yang merawat sapi memiliki motivasi yang berbeda. Ada yang merawat sapi karena hobi, ada yang untuk tabungan, dan ada pula yang untuk mencari keuntungan. “Nah, petani juga begitu. Maka, motivasi agar petani dapat untung lebih banyak harus dimiliki semua petani,” ucap Nyoman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/