Ditambah 24 Ribu Ton

Alokasi Pupuk Bersubsidi

PAHLAWAN PANGAN: Petani di Lingkungan Sumber Wringin, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, mulai menanam padi di musim tanam ke dua tahun ini. Petani tak khawatir kekurangan pupuk bersubsidi, karena alokasinya ditambah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani akhirnya mendapatkan angin segar setelah pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi. Penambahan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi petani untuk tetap menjaga produktifitas tanaman pangan di tengah pandemi Covid-19. Sebab awalnya, mereka ketar-ketir karena kuota pupuk bersubsidi untuk tahun ini sempat disunat hingga 50 persen dari jatah tahun sebelumnya.

IKLAN

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember M Satuki mengatakan, pada 2020 ini urusan pupuk subsidi di Jember memang berat. Sebab, ada pengurangan hingga setengah dari alokasi 2019 lalu. Total pupuk bersubsidi tahun ini hanya 93.050 ton, hingga membuat petani resah lantaran khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran.

Selanjutnya, dinas meminta beberapa organisasi petani dan perwakilan petani untuk duduk bersama. Mereka kemudian merumuskan langkah agar petani tak sampai risau akibat pengurangan alokasi pupuk subsidi tersebut. Sehingga untuk menyiasatinya, dinas membuat formulasi dengan menetapkan alokasi bulanan pada masa tanam pertama tahun ini. Jumlahnya hampir sama dengan tahun kemarin.

Padahal, di tengah pandemi korona, kata Satuki, petani tetap diminta produktif agar stok bahan pangan tak sampai kekurangan. Sehingga mereka didorong agar tetap berupaya menjaga ketahanan pangan. Untungnya, pada masa panen pertama dan mendekati masa tanam kedua tahun ini, ada kebijakan baru mengenai jatah pupuk bersubsidi tersebut. “Ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi,” katanya.

Menurutnya, total tambahan pupuk subsidi itu sebanyak 24.951 ton. Jika dipersentasekan dengan alokasi semua jenis pupuk bersubsidi tahun ini yang tercatat 93.050 ton, maka tambahannya sebanyak 26,8 persen. Sayangnya, dari tambahan kuota tersebut, jatah penambahan untuk subsidi pupuk urea tergolong kecil, hanya 279 ton. Padahal, kebutuhan urea di Jember tergolong tinggi.

Sementara itu, Account Executive PT Pupuk Kaltim di Jember Nursalim memaparkan, secara total alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea tahun ini memang berkurang hampir 50 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun 2019 mencapai 90.975 ton khusus untuk urea, dan sekarang turun jadi 46.975 ton,” tuturnya.

Kendati begitu, menurut dia, pemotongan jatah pupuk bersubsidi tahunan itu tak memengaruhi kuota untuk Januari 2020. Kata dia, jumlahnya tidak berubah, bahkan lebih tinggi dari tahun kemarin. “Pada Januari 2019, alokasi pupuk urea bersubsidi mencapai 4.570 ton. Sementara, Januari 2020 naik menjadi 4.674 ton,” terangnya.

Setelah itu, Nursalim menjelaskan, alokasi pupuk urea bersubsidi pada Februari dan selanjutnya rata-rata tetap konsisten di angka 3.739 ton. Dia menyebut, Pupuk Kaltim sejatinya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sebelum keluarnya alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah. “Jadi, sebelum musim tanam dimulai, kami sudah antisipasi dan beberapa gudang milik Pupuk Kaltim juga terisi pupuk urea bersubsidi,” jelasnya.

Bahkan di antara beberapa daerah, kata Nursalim, kuota urea bersubsidi di Jember itu tinggi. Hal itu tidak lain, Jember selama ini menjadi lumbung pangan nasional. Walau kuota pupuk subsidi itu turun, namun menurut Nursalim, pupuk nonsubsidi bisa menjadi alternatif. Terlebih saat ini juga mulai dicari dan diminati pasar.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih