alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ditambah 24 Ribu Ton

Alokasi Pupuk Bersubsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani akhirnya mendapatkan angin segar setelah pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi. Penambahan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi petani untuk tetap menjaga produktifitas tanaman pangan di tengah pandemi Covid-19. Sebab awalnya, mereka ketar-ketir karena kuota pupuk bersubsidi untuk tahun ini sempat disunat hingga 50 persen dari jatah tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember M Satuki mengatakan, pada 2020 ini urusan pupuk subsidi di Jember memang berat. Sebab, ada pengurangan hingga setengah dari alokasi 2019 lalu. Total pupuk bersubsidi tahun ini hanya 93.050 ton, hingga membuat petani resah lantaran khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran.

Selanjutnya, dinas meminta beberapa organisasi petani dan perwakilan petani untuk duduk bersama. Mereka kemudian merumuskan langkah agar petani tak sampai risau akibat pengurangan alokasi pupuk subsidi tersebut. Sehingga untuk menyiasatinya, dinas membuat formulasi dengan menetapkan alokasi bulanan pada masa tanam pertama tahun ini. Jumlahnya hampir sama dengan tahun kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, di tengah pandemi korona, kata Satuki, petani tetap diminta produktif agar stok bahan pangan tak sampai kekurangan. Sehingga mereka didorong agar tetap berupaya menjaga ketahanan pangan. Untungnya, pada masa panen pertama dan mendekati masa tanam kedua tahun ini, ada kebijakan baru mengenai jatah pupuk bersubsidi tersebut. “Ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi,” katanya.

Menurutnya, total tambahan pupuk subsidi itu sebanyak 24.951 ton. Jika dipersentasekan dengan alokasi semua jenis pupuk bersubsidi tahun ini yang tercatat 93.050 ton, maka tambahannya sebanyak 26,8 persen. Sayangnya, dari tambahan kuota tersebut, jatah penambahan untuk subsidi pupuk urea tergolong kecil, hanya 279 ton. Padahal, kebutuhan urea di Jember tergolong tinggi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani akhirnya mendapatkan angin segar setelah pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi. Penambahan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi petani untuk tetap menjaga produktifitas tanaman pangan di tengah pandemi Covid-19. Sebab awalnya, mereka ketar-ketir karena kuota pupuk bersubsidi untuk tahun ini sempat disunat hingga 50 persen dari jatah tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember M Satuki mengatakan, pada 2020 ini urusan pupuk subsidi di Jember memang berat. Sebab, ada pengurangan hingga setengah dari alokasi 2019 lalu. Total pupuk bersubsidi tahun ini hanya 93.050 ton, hingga membuat petani resah lantaran khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran.

Selanjutnya, dinas meminta beberapa organisasi petani dan perwakilan petani untuk duduk bersama. Mereka kemudian merumuskan langkah agar petani tak sampai risau akibat pengurangan alokasi pupuk subsidi tersebut. Sehingga untuk menyiasatinya, dinas membuat formulasi dengan menetapkan alokasi bulanan pada masa tanam pertama tahun ini. Jumlahnya hampir sama dengan tahun kemarin.

Padahal, di tengah pandemi korona, kata Satuki, petani tetap diminta produktif agar stok bahan pangan tak sampai kekurangan. Sehingga mereka didorong agar tetap berupaya menjaga ketahanan pangan. Untungnya, pada masa panen pertama dan mendekati masa tanam kedua tahun ini, ada kebijakan baru mengenai jatah pupuk bersubsidi tersebut. “Ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi,” katanya.

Menurutnya, total tambahan pupuk subsidi itu sebanyak 24.951 ton. Jika dipersentasekan dengan alokasi semua jenis pupuk bersubsidi tahun ini yang tercatat 93.050 ton, maka tambahannya sebanyak 26,8 persen. Sayangnya, dari tambahan kuota tersebut, jatah penambahan untuk subsidi pupuk urea tergolong kecil, hanya 279 ton. Padahal, kebutuhan urea di Jember tergolong tinggi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani akhirnya mendapatkan angin segar setelah pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi. Penambahan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi petani untuk tetap menjaga produktifitas tanaman pangan di tengah pandemi Covid-19. Sebab awalnya, mereka ketar-ketir karena kuota pupuk bersubsidi untuk tahun ini sempat disunat hingga 50 persen dari jatah tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember M Satuki mengatakan, pada 2020 ini urusan pupuk subsidi di Jember memang berat. Sebab, ada pengurangan hingga setengah dari alokasi 2019 lalu. Total pupuk bersubsidi tahun ini hanya 93.050 ton, hingga membuat petani resah lantaran khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran.

Selanjutnya, dinas meminta beberapa organisasi petani dan perwakilan petani untuk duduk bersama. Mereka kemudian merumuskan langkah agar petani tak sampai risau akibat pengurangan alokasi pupuk subsidi tersebut. Sehingga untuk menyiasatinya, dinas membuat formulasi dengan menetapkan alokasi bulanan pada masa tanam pertama tahun ini. Jumlahnya hampir sama dengan tahun kemarin.

Padahal, di tengah pandemi korona, kata Satuki, petani tetap diminta produktif agar stok bahan pangan tak sampai kekurangan. Sehingga mereka didorong agar tetap berupaya menjaga ketahanan pangan. Untungnya, pada masa panen pertama dan mendekati masa tanam kedua tahun ini, ada kebijakan baru mengenai jatah pupuk bersubsidi tersebut. “Ada tambahan alokasi pupuk bersubsidi,” katanya.

Menurutnya, total tambahan pupuk subsidi itu sebanyak 24.951 ton. Jika dipersentasekan dengan alokasi semua jenis pupuk bersubsidi tahun ini yang tercatat 93.050 ton, maka tambahannya sebanyak 26,8 persen. Sayangnya, dari tambahan kuota tersebut, jatah penambahan untuk subsidi pupuk urea tergolong kecil, hanya 279 ton. Padahal, kebutuhan urea di Jember tergolong tinggi.

Previous articleAlokasikan Rp 400 Miliar
Next articleSanto Purnama

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/