alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Angin Kencang Picu Penyakit Padi

Petani Perlu Waspadai Bakteri Xanthomonas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim hujan disertai angin kencang tak hanya bisa mengakibatkan bencana alam. Namun, juga dapat memicu munculnya penyakit bagi tanaman padi. Sebab, akibat terjadinya gesekan antartanaman padi, bakteri Xanthomonas mudah menginfeksi. Oleh petani lokal, infeksi tersebut disebut penyakit kresek.

Mencegah terjadinya serangan penyakit yang dapat mematikan padi muda tersebut, petani di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, mulai melakukan penyemprotan masal, kemarin (9/2). Jika tidak segera dikendalikan, petani khawatir gagal panen. Sebab, penyakit yang menyerang daun ini dapat berakibat bulir padi kurang berisi lantaran proses fotosintesis kurang optimal.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, petani di desa setempat melakukan penyemprotan, khususnya di lahan padi yang memiliki gejala daun menguning. “Salah satu gejala yang bisa dilihat adalah bagian daun tanaman padi ada bintil-bintil dan membuat daun menguning hingga kering,” jelas Sumardi, pegawai UPT Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai pengendali organisme tanaman, Sumardi mengatakan, pengendalian hama penyakit di tanaman pangan itu penting. Apalagi Jember merupakan salah satu lumbung pangan di Jatim. Sementara itu, Kecamatan Wuluhan juga lumbung pangan di Jember. “Jadi, kalau Wuluhan pertaniannya jatuh karena hama, maka Jatim juga jatuh. Karena Wuluhan ini sebagai lumbung pangan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pada musim seperti ini, yaitu ketika angin mulai kencang, terdapat potensi tanaman padi terserang Xanthomonas. “Saat angin kencang, membuat padi saling keras bergesekan sehingga terjadi luka. Dan luka itu yang membuat bakteri Xanthomonas mudah masuk dan menginfeksi,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim hujan disertai angin kencang tak hanya bisa mengakibatkan bencana alam. Namun, juga dapat memicu munculnya penyakit bagi tanaman padi. Sebab, akibat terjadinya gesekan antartanaman padi, bakteri Xanthomonas mudah menginfeksi. Oleh petani lokal, infeksi tersebut disebut penyakit kresek.

Mencegah terjadinya serangan penyakit yang dapat mematikan padi muda tersebut, petani di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, mulai melakukan penyemprotan masal, kemarin (9/2). Jika tidak segera dikendalikan, petani khawatir gagal panen. Sebab, penyakit yang menyerang daun ini dapat berakibat bulir padi kurang berisi lantaran proses fotosintesis kurang optimal.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, petani di desa setempat melakukan penyemprotan, khususnya di lahan padi yang memiliki gejala daun menguning. “Salah satu gejala yang bisa dilihat adalah bagian daun tanaman padi ada bintil-bintil dan membuat daun menguning hingga kering,” jelas Sumardi, pegawai UPT Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur di Jember.

Sebagai pengendali organisme tanaman, Sumardi mengatakan, pengendalian hama penyakit di tanaman pangan itu penting. Apalagi Jember merupakan salah satu lumbung pangan di Jatim. Sementara itu, Kecamatan Wuluhan juga lumbung pangan di Jember. “Jadi, kalau Wuluhan pertaniannya jatuh karena hama, maka Jatim juga jatuh. Karena Wuluhan ini sebagai lumbung pangan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pada musim seperti ini, yaitu ketika angin mulai kencang, terdapat potensi tanaman padi terserang Xanthomonas. “Saat angin kencang, membuat padi saling keras bergesekan sehingga terjadi luka. Dan luka itu yang membuat bakteri Xanthomonas mudah masuk dan menginfeksi,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim hujan disertai angin kencang tak hanya bisa mengakibatkan bencana alam. Namun, juga dapat memicu munculnya penyakit bagi tanaman padi. Sebab, akibat terjadinya gesekan antartanaman padi, bakteri Xanthomonas mudah menginfeksi. Oleh petani lokal, infeksi tersebut disebut penyakit kresek.

Mencegah terjadinya serangan penyakit yang dapat mematikan padi muda tersebut, petani di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, mulai melakukan penyemprotan masal, kemarin (9/2). Jika tidak segera dikendalikan, petani khawatir gagal panen. Sebab, penyakit yang menyerang daun ini dapat berakibat bulir padi kurang berisi lantaran proses fotosintesis kurang optimal.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, petani di desa setempat melakukan penyemprotan, khususnya di lahan padi yang memiliki gejala daun menguning. “Salah satu gejala yang bisa dilihat adalah bagian daun tanaman padi ada bintil-bintil dan membuat daun menguning hingga kering,” jelas Sumardi, pegawai UPT Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur di Jember.

Sebagai pengendali organisme tanaman, Sumardi mengatakan, pengendalian hama penyakit di tanaman pangan itu penting. Apalagi Jember merupakan salah satu lumbung pangan di Jatim. Sementara itu, Kecamatan Wuluhan juga lumbung pangan di Jember. “Jadi, kalau Wuluhan pertaniannya jatuh karena hama, maka Jatim juga jatuh. Karena Wuluhan ini sebagai lumbung pangan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pada musim seperti ini, yaitu ketika angin mulai kencang, terdapat potensi tanaman padi terserang Xanthomonas. “Saat angin kencang, membuat padi saling keras bergesekan sehingga terjadi luka. Dan luka itu yang membuat bakteri Xanthomonas mudah masuk dan menginfeksi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/