alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Irigasi Kering, Petani Terancam Gagal Panen

Sebagian Tanah Dasar Sudah Mulai Bercak-Bercak

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALSARI, Radar Jember – Saluran irigasi mulai kering, tanaman di persawahan Desa Tegalsari mulai terancam kekeringan bahkan puso. Tak hanya itu, petani mulai kekurangan pasokan air untuk mengairi lahan sawah mereka.

BACA JUGA : Ngeri ! Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Kematian

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur, Ahmad Riyadi, mengatakan, sudah satu bulan terakhir di wilayah tersebut tak kunjung turun hujan. Bahkan saluran irigasi yang ada sudah mengering.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sudah satu bulan ini hujan tidak ada, sedangkan saluran irigasi pun sudah kering. Jelas, petani di desa kami mulai kekurangan pasokan air. Tanaman umur 30–50 hari terancam kekeringan,” katanya.

Sebagian tanah dasar atau lantai sawah sudah mulai bercak-bercak. Bila kondisi seperti itu terus berlanjut, dikhawatirkan akan berakibat gagal panen atau puso.

Mereka masih berharap ada secercah harapan supaya pertumbuhan tanaman pangan utama itu tidak terganggu. Upaya yang dilakukan petani antara lain adalah memakai mesin pompa air pada sawah-sawah yang dekat dengan sumber air.

Misalnya menyedot dengan mesin pompa pada lokasi-lokasi jaringan irigasi yang masih tersisa genangan air. Hal ini sungguh membuat petani kerepotan untuk menjaga tanamannya tetap tumbuh subur.

“Bukan saja melirik sumber air irigasi. Tapi, sisa air genangan di saluran pembuangan juga disedot dengan mesin pompa genset. Paling utama adalah mengantar pertumbuhan tanaman padi hingga berhasil memanen dengan hasil melimpah,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)

- Advertisement -

TEGALSARI, Radar Jember – Saluran irigasi mulai kering, tanaman di persawahan Desa Tegalsari mulai terancam kekeringan bahkan puso. Tak hanya itu, petani mulai kekurangan pasokan air untuk mengairi lahan sawah mereka.

BACA JUGA : Ngeri ! Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Kematian

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur, Ahmad Riyadi, mengatakan, sudah satu bulan terakhir di wilayah tersebut tak kunjung turun hujan. Bahkan saluran irigasi yang ada sudah mengering.

“Sudah satu bulan ini hujan tidak ada, sedangkan saluran irigasi pun sudah kering. Jelas, petani di desa kami mulai kekurangan pasokan air. Tanaman umur 30–50 hari terancam kekeringan,” katanya.

Sebagian tanah dasar atau lantai sawah sudah mulai bercak-bercak. Bila kondisi seperti itu terus berlanjut, dikhawatirkan akan berakibat gagal panen atau puso.

Mereka masih berharap ada secercah harapan supaya pertumbuhan tanaman pangan utama itu tidak terganggu. Upaya yang dilakukan petani antara lain adalah memakai mesin pompa air pada sawah-sawah yang dekat dengan sumber air.

Misalnya menyedot dengan mesin pompa pada lokasi-lokasi jaringan irigasi yang masih tersisa genangan air. Hal ini sungguh membuat petani kerepotan untuk menjaga tanamannya tetap tumbuh subur.

“Bukan saja melirik sumber air irigasi. Tapi, sisa air genangan di saluran pembuangan juga disedot dengan mesin pompa genset. Paling utama adalah mengantar pertumbuhan tanaman padi hingga berhasil memanen dengan hasil melimpah,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)

TEGALSARI, Radar Jember – Saluran irigasi mulai kering, tanaman di persawahan Desa Tegalsari mulai terancam kekeringan bahkan puso. Tak hanya itu, petani mulai kekurangan pasokan air untuk mengairi lahan sawah mereka.

BACA JUGA : Ngeri ! Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Kematian

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur, Ahmad Riyadi, mengatakan, sudah satu bulan terakhir di wilayah tersebut tak kunjung turun hujan. Bahkan saluran irigasi yang ada sudah mengering.

“Sudah satu bulan ini hujan tidak ada, sedangkan saluran irigasi pun sudah kering. Jelas, petani di desa kami mulai kekurangan pasokan air. Tanaman umur 30–50 hari terancam kekeringan,” katanya.

Sebagian tanah dasar atau lantai sawah sudah mulai bercak-bercak. Bila kondisi seperti itu terus berlanjut, dikhawatirkan akan berakibat gagal panen atau puso.

Mereka masih berharap ada secercah harapan supaya pertumbuhan tanaman pangan utama itu tidak terganggu. Upaya yang dilakukan petani antara lain adalah memakai mesin pompa air pada sawah-sawah yang dekat dengan sumber air.

Misalnya menyedot dengan mesin pompa pada lokasi-lokasi jaringan irigasi yang masih tersisa genangan air. Hal ini sungguh membuat petani kerepotan untuk menjaga tanamannya tetap tumbuh subur.

“Bukan saja melirik sumber air irigasi. Tapi, sisa air genangan di saluran pembuangan juga disedot dengan mesin pompa genset. Paling utama adalah mengantar pertumbuhan tanaman padi hingga berhasil memanen dengan hasil melimpah,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/