alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Penanganan Hewan Positif PMK Cukup Mudah, Ini Penjelasan Ketua PDHI Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) benar-benar menjadi ancaman. Beberapa hewan ternak di Jember dilaporkan telah terjangkit wabah tersebut. Para peternak pun diminta waspada dengan mengetahui ciri-ciri penyakit ini, serta cara penanganan dan pengobatannya.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jember drh Puput Ridjalu menjelaskan, PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan ternak, khususnya yang berkuku belah dua. Seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. Penyakit ini menyerang area muka, terutama mulut dan kuku.

“Ciri utamanya hipersalivasi. Jika ada luka seperti sariawan di lidah atau daerah mulut, air liur yang berlebihan, lepuh pada kuku, serta demam dan tidak mau makan. Maka perlu diwaspadai,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: MUI Jember: Pilih yang Sehat meski Hewan PMK Ringan Boleh Dikurbankan

Ia memaparkan, PMK tidak menular pada manusia. Daging hewan yang terjangkit PMK juga aman dikonsumsi dengan ketentuan harus dimasak dalam air mendidih selama 30 menit.

Kendati tidak menular pada manusia, namun manusia berpotensi membawa virus atau menjadi media yang menularkan PMK. Hal ini karena penyakit PMK bersifat aerosol sehingga dapat menular melalui udara.

“Orang yang datang ke hewan yang terinfeksi, atau transportasi yang membawa hewan yang sakit, dapat menularkan PMK,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) benar-benar menjadi ancaman. Beberapa hewan ternak di Jember dilaporkan telah terjangkit wabah tersebut. Para peternak pun diminta waspada dengan mengetahui ciri-ciri penyakit ini, serta cara penanganan dan pengobatannya.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jember drh Puput Ridjalu menjelaskan, PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan ternak, khususnya yang berkuku belah dua. Seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. Penyakit ini menyerang area muka, terutama mulut dan kuku.

“Ciri utamanya hipersalivasi. Jika ada luka seperti sariawan di lidah atau daerah mulut, air liur yang berlebihan, lepuh pada kuku, serta demam dan tidak mau makan. Maka perlu diwaspadai,” terangnya.

BACA JUGA: MUI Jember: Pilih yang Sehat meski Hewan PMK Ringan Boleh Dikurbankan

Ia memaparkan, PMK tidak menular pada manusia. Daging hewan yang terjangkit PMK juga aman dikonsumsi dengan ketentuan harus dimasak dalam air mendidih selama 30 menit.

Kendati tidak menular pada manusia, namun manusia berpotensi membawa virus atau menjadi media yang menularkan PMK. Hal ini karena penyakit PMK bersifat aerosol sehingga dapat menular melalui udara.

“Orang yang datang ke hewan yang terinfeksi, atau transportasi yang membawa hewan yang sakit, dapat menularkan PMK,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) benar-benar menjadi ancaman. Beberapa hewan ternak di Jember dilaporkan telah terjangkit wabah tersebut. Para peternak pun diminta waspada dengan mengetahui ciri-ciri penyakit ini, serta cara penanganan dan pengobatannya.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jember drh Puput Ridjalu menjelaskan, PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan ternak, khususnya yang berkuku belah dua. Seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. Penyakit ini menyerang area muka, terutama mulut dan kuku.

“Ciri utamanya hipersalivasi. Jika ada luka seperti sariawan di lidah atau daerah mulut, air liur yang berlebihan, lepuh pada kuku, serta demam dan tidak mau makan. Maka perlu diwaspadai,” terangnya.

BACA JUGA: MUI Jember: Pilih yang Sehat meski Hewan PMK Ringan Boleh Dikurbankan

Ia memaparkan, PMK tidak menular pada manusia. Daging hewan yang terjangkit PMK juga aman dikonsumsi dengan ketentuan harus dimasak dalam air mendidih selama 30 menit.

Kendati tidak menular pada manusia, namun manusia berpotensi membawa virus atau menjadi media yang menularkan PMK. Hal ini karena penyakit PMK bersifat aerosol sehingga dapat menular melalui udara.

“Orang yang datang ke hewan yang terinfeksi, atau transportasi yang membawa hewan yang sakit, dapat menularkan PMK,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/