alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Pupuk Berimbang, Atasi Peralihan Musim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perpindahan musim bagi petani menjadi kondisi yang mengkhawatirkan. Mereka harus bekerja ekstra untuk mempertahankan kesuburan tanamannya. Sebab, pengaruh perpindahan musim dan serangan hama memunculkan biaya yang lebih tinggi dari biasanya.

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Petani hortikultura, Fatimah Sandra Dewi, menjelaskan, perpindahan musim bagi petani menjadi masalah tersendiri. “Tanaman yang melewati musim cukup menjadi masalah tersendiri, karena harus mengeluarkan biaya yang lebih besar,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di rumahnya, Dusun Padasan, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, kemarin (7/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Maka dari itu, agar tanaman tetap hidup itu tidaklah mudah. Apalagi saat peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Maka, tanaman tersebut harus dibersihkan satu per satu. Tidak bisa langsung disemprot secara keseluruhan. Seperti tanaman timun miliknya.

“Saya punya tanaman timun melewati perpindahan musim, terkena penepungan. Daun itu bawahnya ada seperti tepung warna putih. Itu dibersihkan dan semprot memakai air satu per satu,” terang perempuan asal Madura itu.

Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Menghabiskan bujet yang lumayan besar agar tumbuhan tetap sehat dan tidak mati. “Saya cuci daun yang terdapat zat tepung tadi seharian,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perpindahan musim bagi petani menjadi kondisi yang mengkhawatirkan. Mereka harus bekerja ekstra untuk mempertahankan kesuburan tanamannya. Sebab, pengaruh perpindahan musim dan serangan hama memunculkan biaya yang lebih tinggi dari biasanya.

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Petani hortikultura, Fatimah Sandra Dewi, menjelaskan, perpindahan musim bagi petani menjadi masalah tersendiri. “Tanaman yang melewati musim cukup menjadi masalah tersendiri, karena harus mengeluarkan biaya yang lebih besar,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di rumahnya, Dusun Padasan, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, kemarin (7/6).

Maka dari itu, agar tanaman tetap hidup itu tidaklah mudah. Apalagi saat peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Maka, tanaman tersebut harus dibersihkan satu per satu. Tidak bisa langsung disemprot secara keseluruhan. Seperti tanaman timun miliknya.

“Saya punya tanaman timun melewati perpindahan musim, terkena penepungan. Daun itu bawahnya ada seperti tepung warna putih. Itu dibersihkan dan semprot memakai air satu per satu,” terang perempuan asal Madura itu.

Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Menghabiskan bujet yang lumayan besar agar tumbuhan tetap sehat dan tidak mati. “Saya cuci daun yang terdapat zat tepung tadi seharian,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perpindahan musim bagi petani menjadi kondisi yang mengkhawatirkan. Mereka harus bekerja ekstra untuk mempertahankan kesuburan tanamannya. Sebab, pengaruh perpindahan musim dan serangan hama memunculkan biaya yang lebih tinggi dari biasanya.

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Petani hortikultura, Fatimah Sandra Dewi, menjelaskan, perpindahan musim bagi petani menjadi masalah tersendiri. “Tanaman yang melewati musim cukup menjadi masalah tersendiri, karena harus mengeluarkan biaya yang lebih besar,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember di rumahnya, Dusun Padasan, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, kemarin (7/6).

Maka dari itu, agar tanaman tetap hidup itu tidaklah mudah. Apalagi saat peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Maka, tanaman tersebut harus dibersihkan satu per satu. Tidak bisa langsung disemprot secara keseluruhan. Seperti tanaman timun miliknya.

“Saya punya tanaman timun melewati perpindahan musim, terkena penepungan. Daun itu bawahnya ada seperti tepung warna putih. Itu dibersihkan dan semprot memakai air satu per satu,” terang perempuan asal Madura itu.

Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Menghabiskan bujet yang lumayan besar agar tumbuhan tetap sehat dan tidak mati. “Saya cuci daun yang terdapat zat tepung tadi seharian,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/