alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Jelang Idul Adha, Lalu lintas Pengiriman Hewan di Jember Diperketat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kepolisian Resor Jember mendirikan pos penyekatan untuk memeriksa kesehatan hewan yang keluar masuk di kabupaten setempat. Pos penyekatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) itu berada di dua tempat. Desa Garahan, Kecamatan Silo dan di wilayah Kecamatan Sumberbaru. Dua wilayah ini menjadi pintu keluar masuk pedagang hewan dari dan keluar Jember.

Petugas gabungan dari unsur Polres Jember dan Pusat Kesehatan Hewan Silo yang berada di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, bersiaga di pos penyekatan tersebut. Mereka akan menghentikan tiap ada kendaraan yang membawa hewan. Baik yang masuk maupun yang keluar Jember. Sebelum diizinkan, petugas bakal memeriksa kesehatan hewan-hewan itu untuk memastikan ternak tersebut sehat.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, pos penyekatan untuk membatasi lalu lintas pengiriman hewan ini berada di dua titik. Desa Garahan, Silo dan wilayah Kecamatan Sumberbaru yang berdekatan dengan Kabupaten Lumajang. Bersama petugas kesehatan hewan, polisi akan memeriksa setiap ternak yang melintas. Jika dinyatakan sehat, diizinkan lewat. Tapi jika ternyata ditemukan ada penyakit, maka pembawa hewan tersebut diminta putar balik. “Untuk hari ini alhamdulillah belum ada kasus hewan yang terindikasi PMK,” katanya, saat memantau pos penyekatan hewan di Desa Garahan, Rabu (8/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Kambing Jadi Incaran Virus PMK

Hery menegaskan, pengetatan distribusi hewan dari dan keluar Jember ini untuk mencegah penyebaran wabah PMK yang kini tengah melanda hewan ternak. Apalagi, di Jember juga sudah ditemukan kasus PMK yang menyerang hewan-hewan milik peternak. “Kami ingin memastikan menjelang perayaan Idul Adha ini hewan yang dikonsumsi sehat dan tidak tertular PMK,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kepolisian Resor Jember mendirikan pos penyekatan untuk memeriksa kesehatan hewan yang keluar masuk di kabupaten setempat. Pos penyekatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) itu berada di dua tempat. Desa Garahan, Kecamatan Silo dan di wilayah Kecamatan Sumberbaru. Dua wilayah ini menjadi pintu keluar masuk pedagang hewan dari dan keluar Jember.

Petugas gabungan dari unsur Polres Jember dan Pusat Kesehatan Hewan Silo yang berada di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, bersiaga di pos penyekatan tersebut. Mereka akan menghentikan tiap ada kendaraan yang membawa hewan. Baik yang masuk maupun yang keluar Jember. Sebelum diizinkan, petugas bakal memeriksa kesehatan hewan-hewan itu untuk memastikan ternak tersebut sehat.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, pos penyekatan untuk membatasi lalu lintas pengiriman hewan ini berada di dua titik. Desa Garahan, Silo dan wilayah Kecamatan Sumberbaru yang berdekatan dengan Kabupaten Lumajang. Bersama petugas kesehatan hewan, polisi akan memeriksa setiap ternak yang melintas. Jika dinyatakan sehat, diizinkan lewat. Tapi jika ternyata ditemukan ada penyakit, maka pembawa hewan tersebut diminta putar balik. “Untuk hari ini alhamdulillah belum ada kasus hewan yang terindikasi PMK,” katanya, saat memantau pos penyekatan hewan di Desa Garahan, Rabu (8/6).

BACA JUGA: Kambing Jadi Incaran Virus PMK

Hery menegaskan, pengetatan distribusi hewan dari dan keluar Jember ini untuk mencegah penyebaran wabah PMK yang kini tengah melanda hewan ternak. Apalagi, di Jember juga sudah ditemukan kasus PMK yang menyerang hewan-hewan milik peternak. “Kami ingin memastikan menjelang perayaan Idul Adha ini hewan yang dikonsumsi sehat dan tidak tertular PMK,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kepolisian Resor Jember mendirikan pos penyekatan untuk memeriksa kesehatan hewan yang keluar masuk di kabupaten setempat. Pos penyekatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) itu berada di dua tempat. Desa Garahan, Kecamatan Silo dan di wilayah Kecamatan Sumberbaru. Dua wilayah ini menjadi pintu keluar masuk pedagang hewan dari dan keluar Jember.

Petugas gabungan dari unsur Polres Jember dan Pusat Kesehatan Hewan Silo yang berada di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, bersiaga di pos penyekatan tersebut. Mereka akan menghentikan tiap ada kendaraan yang membawa hewan. Baik yang masuk maupun yang keluar Jember. Sebelum diizinkan, petugas bakal memeriksa kesehatan hewan-hewan itu untuk memastikan ternak tersebut sehat.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, pos penyekatan untuk membatasi lalu lintas pengiriman hewan ini berada di dua titik. Desa Garahan, Silo dan wilayah Kecamatan Sumberbaru yang berdekatan dengan Kabupaten Lumajang. Bersama petugas kesehatan hewan, polisi akan memeriksa setiap ternak yang melintas. Jika dinyatakan sehat, diizinkan lewat. Tapi jika ternyata ditemukan ada penyakit, maka pembawa hewan tersebut diminta putar balik. “Untuk hari ini alhamdulillah belum ada kasus hewan yang terindikasi PMK,” katanya, saat memantau pos penyekatan hewan di Desa Garahan, Rabu (8/6).

BACA JUGA: Kambing Jadi Incaran Virus PMK

Hery menegaskan, pengetatan distribusi hewan dari dan keluar Jember ini untuk mencegah penyebaran wabah PMK yang kini tengah melanda hewan ternak. Apalagi, di Jember juga sudah ditemukan kasus PMK yang menyerang hewan-hewan milik peternak. “Kami ingin memastikan menjelang perayaan Idul Adha ini hewan yang dikonsumsi sehat dan tidak tertular PMK,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/