alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kasus Kades Bangsalsari Jadi Atensi Polri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kades Bangsalsari Nur Kholis beserta karyawannya, Cecep, sebagai tersangka atas kasus dugaan pupuk ilegal, sempat menyeret keterlibatan seorang perempuan. Yakni Indi Naidha, pengusaha batik di Jember sekaligus Ketua Berni Jember.

Keterlibatan Indi diketahui sebagai marketing dari PT Agro Unggul Jaya dengan sejumlah produknya. Dia juga memasarkan produk tersebut ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, hingga ke sejumlah kota/kabupaten di luar Jatim. “Kegiatan tersebut (mempromosikan, Red) memang ada kaitannya dengan saya sebagai seseorang yang memiliki followers banyak. Saya dibayar profesional, dan sebagai profesional saya bekerja secara profesional,” aku Indi dalam keterangan video yang disebarkannya, Sabtu (5/3).

Ketika dikonfirmasi, Indi mengakui mengenal kedua tersangka, Nur Kholis dan Cecep. Dia menerima tawaran awal sebagai marketing untuk endorse dengan nilai kontrak sekitar Rp 10 juta. Dia pun membantu memasarkan produk pupuk tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, ketika pupuk Pak Kades yang menjadi Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jember itu disidik polisi, Indi mengaku tidak tahu. “Kalau kaitannya dengan pemberitaan itu (disidik polisi, Red), saya tidak tahu. Saya juga kaget. Bahannya apa, yang diproduksi bagaimana, saya juga tidak tahu,” aku perempuan yang pernah menjadi pengurus KONI Jember itu, Sabtu (5/3).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, kasus tersebut tengah dilakukan sejumlah pengembangan, dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan yang ada kaitannya dengan dugaan pupuk ilegal tersebut. “Terkait informasi keterlibatan pihak lain, nanti kami dalami lagi,” kata Komang ketika dikonfirmasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kades Bangsalsari Nur Kholis beserta karyawannya, Cecep, sebagai tersangka atas kasus dugaan pupuk ilegal, sempat menyeret keterlibatan seorang perempuan. Yakni Indi Naidha, pengusaha batik di Jember sekaligus Ketua Berni Jember.

Keterlibatan Indi diketahui sebagai marketing dari PT Agro Unggul Jaya dengan sejumlah produknya. Dia juga memasarkan produk tersebut ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, hingga ke sejumlah kota/kabupaten di luar Jatim. “Kegiatan tersebut (mempromosikan, Red) memang ada kaitannya dengan saya sebagai seseorang yang memiliki followers banyak. Saya dibayar profesional, dan sebagai profesional saya bekerja secara profesional,” aku Indi dalam keterangan video yang disebarkannya, Sabtu (5/3).

Ketika dikonfirmasi, Indi mengakui mengenal kedua tersangka, Nur Kholis dan Cecep. Dia menerima tawaran awal sebagai marketing untuk endorse dengan nilai kontrak sekitar Rp 10 juta. Dia pun membantu memasarkan produk pupuk tersebut.

Namun, ketika pupuk Pak Kades yang menjadi Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jember itu disidik polisi, Indi mengaku tidak tahu. “Kalau kaitannya dengan pemberitaan itu (disidik polisi, Red), saya tidak tahu. Saya juga kaget. Bahannya apa, yang diproduksi bagaimana, saya juga tidak tahu,” aku perempuan yang pernah menjadi pengurus KONI Jember itu, Sabtu (5/3).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, kasus tersebut tengah dilakukan sejumlah pengembangan, dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan yang ada kaitannya dengan dugaan pupuk ilegal tersebut. “Terkait informasi keterlibatan pihak lain, nanti kami dalami lagi,” kata Komang ketika dikonfirmasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ditetapkannya Kades Bangsalsari Nur Kholis beserta karyawannya, Cecep, sebagai tersangka atas kasus dugaan pupuk ilegal, sempat menyeret keterlibatan seorang perempuan. Yakni Indi Naidha, pengusaha batik di Jember sekaligus Ketua Berni Jember.

Keterlibatan Indi diketahui sebagai marketing dari PT Agro Unggul Jaya dengan sejumlah produknya. Dia juga memasarkan produk tersebut ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, hingga ke sejumlah kota/kabupaten di luar Jatim. “Kegiatan tersebut (mempromosikan, Red) memang ada kaitannya dengan saya sebagai seseorang yang memiliki followers banyak. Saya dibayar profesional, dan sebagai profesional saya bekerja secara profesional,” aku Indi dalam keterangan video yang disebarkannya, Sabtu (5/3).

Ketika dikonfirmasi, Indi mengakui mengenal kedua tersangka, Nur Kholis dan Cecep. Dia menerima tawaran awal sebagai marketing untuk endorse dengan nilai kontrak sekitar Rp 10 juta. Dia pun membantu memasarkan produk pupuk tersebut.

Namun, ketika pupuk Pak Kades yang menjadi Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jember itu disidik polisi, Indi mengaku tidak tahu. “Kalau kaitannya dengan pemberitaan itu (disidik polisi, Red), saya tidak tahu. Saya juga kaget. Bahannya apa, yang diproduksi bagaimana, saya juga tidak tahu,” aku perempuan yang pernah menjadi pengurus KONI Jember itu, Sabtu (5/3).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, kasus tersebut tengah dilakukan sejumlah pengembangan, dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan yang ada kaitannya dengan dugaan pupuk ilegal tersebut. “Terkait informasi keterlibatan pihak lain, nanti kami dalami lagi,” kata Komang ketika dikonfirmasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/