alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Petani Tembakau Kalisat Optimistis Untung

Mobile_AP_Rectangle 1

KALISAT, Radar Jember – Petani tembakau tetap optimistis akan meraup untung pada masa tanam tahun ini. Meski harga tembakau dari tahun ke tahun mengalami penurunan, tapi petani tetap yakin akan mendulang keuntungan. Semangat tersebut dibuktikan dengan menanam kembali dan bekerja sama dengan perusahaan yang ada untuk menjamin pemasaran dan harganya.

BACA JUGA : Pemberlakuan MyPertamina, Belum Uji Coba ke Wilayah Jatim

Jember sudah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau. Kalisat menjadi salah satu kecamatan sentra produksi tembakau. Tetapi, hal ini hanya berlaku pada tahun 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Kecamatan Kalisat memproduksi tembakau sebanyak 413,92 ton dan tertinggi di Jember. Pada tahun 2020 dan 2021 produksi tembakau Kalisat tidak lagi terbesar di Jember. Pada tahun 2020 produksi tertinggi dihasilkan oleh Kecamatan Sukowono dengan produksi tembakau sebesar 292,23 ton. Sementara, pada tahun 2021 produksi tembakau tertinggi oleh Kecamatan Puger  sebesar 3.336,90 ton.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saiful, petani tembakau asal Kalisat, mengatakan, penurunan produksi tembakau di Kalisat itu dipicu beberapa hal. Seperti turunnya harga tembakau dari tahun ke tahun, proses budi daya tembakau hingga pascapanen yang sangat panjang, cuaca yang tidak menentu, jaminan pasar, serta harga yang tidak menentu. “Kalau dikatakan jera, ya saya jera menanam tembakau ini. Tahun 2020 saya rugi. Karena harga yang turun drastis dari tahun sebelumnya. Belum lagi biaya yang dikeluarkan sangat banyak. Petani kecil seperti saya ini susah jika tidak ada kerja sama dengan perusahaan. Karena sulit mendapat harga yang bagus,” ucapnya.

Meski banyak sebagian petani yang jera untuk menanam tembakau lagi, masih banyak juga yang yakin akan meraup untung besar. Juga dinyatakan oleh petani tembakau dari Kalisat lainnya, Iwan.

- Advertisement -

KALISAT, Radar Jember – Petani tembakau tetap optimistis akan meraup untung pada masa tanam tahun ini. Meski harga tembakau dari tahun ke tahun mengalami penurunan, tapi petani tetap yakin akan mendulang keuntungan. Semangat tersebut dibuktikan dengan menanam kembali dan bekerja sama dengan perusahaan yang ada untuk menjamin pemasaran dan harganya.

BACA JUGA : Pemberlakuan MyPertamina, Belum Uji Coba ke Wilayah Jatim

Jember sudah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau. Kalisat menjadi salah satu kecamatan sentra produksi tembakau. Tetapi, hal ini hanya berlaku pada tahun 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Kecamatan Kalisat memproduksi tembakau sebanyak 413,92 ton dan tertinggi di Jember. Pada tahun 2020 dan 2021 produksi tembakau Kalisat tidak lagi terbesar di Jember. Pada tahun 2020 produksi tertinggi dihasilkan oleh Kecamatan Sukowono dengan produksi tembakau sebesar 292,23 ton. Sementara, pada tahun 2021 produksi tembakau tertinggi oleh Kecamatan Puger  sebesar 3.336,90 ton.

Saiful, petani tembakau asal Kalisat, mengatakan, penurunan produksi tembakau di Kalisat itu dipicu beberapa hal. Seperti turunnya harga tembakau dari tahun ke tahun, proses budi daya tembakau hingga pascapanen yang sangat panjang, cuaca yang tidak menentu, jaminan pasar, serta harga yang tidak menentu. “Kalau dikatakan jera, ya saya jera menanam tembakau ini. Tahun 2020 saya rugi. Karena harga yang turun drastis dari tahun sebelumnya. Belum lagi biaya yang dikeluarkan sangat banyak. Petani kecil seperti saya ini susah jika tidak ada kerja sama dengan perusahaan. Karena sulit mendapat harga yang bagus,” ucapnya.

Meski banyak sebagian petani yang jera untuk menanam tembakau lagi, masih banyak juga yang yakin akan meraup untung besar. Juga dinyatakan oleh petani tembakau dari Kalisat lainnya, Iwan.

KALISAT, Radar Jember – Petani tembakau tetap optimistis akan meraup untung pada masa tanam tahun ini. Meski harga tembakau dari tahun ke tahun mengalami penurunan, tapi petani tetap yakin akan mendulang keuntungan. Semangat tersebut dibuktikan dengan menanam kembali dan bekerja sama dengan perusahaan yang ada untuk menjamin pemasaran dan harganya.

BACA JUGA : Pemberlakuan MyPertamina, Belum Uji Coba ke Wilayah Jatim

Jember sudah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau. Kalisat menjadi salah satu kecamatan sentra produksi tembakau. Tetapi, hal ini hanya berlaku pada tahun 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Kecamatan Kalisat memproduksi tembakau sebanyak 413,92 ton dan tertinggi di Jember. Pada tahun 2020 dan 2021 produksi tembakau Kalisat tidak lagi terbesar di Jember. Pada tahun 2020 produksi tertinggi dihasilkan oleh Kecamatan Sukowono dengan produksi tembakau sebesar 292,23 ton. Sementara, pada tahun 2021 produksi tembakau tertinggi oleh Kecamatan Puger  sebesar 3.336,90 ton.

Saiful, petani tembakau asal Kalisat, mengatakan, penurunan produksi tembakau di Kalisat itu dipicu beberapa hal. Seperti turunnya harga tembakau dari tahun ke tahun, proses budi daya tembakau hingga pascapanen yang sangat panjang, cuaca yang tidak menentu, jaminan pasar, serta harga yang tidak menentu. “Kalau dikatakan jera, ya saya jera menanam tembakau ini. Tahun 2020 saya rugi. Karena harga yang turun drastis dari tahun sebelumnya. Belum lagi biaya yang dikeluarkan sangat banyak. Petani kecil seperti saya ini susah jika tidak ada kerja sama dengan perusahaan. Karena sulit mendapat harga yang bagus,” ucapnya.

Meski banyak sebagian petani yang jera untuk menanam tembakau lagi, masih banyak juga yang yakin akan meraup untung besar. Juga dinyatakan oleh petani tembakau dari Kalisat lainnya, Iwan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/