alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Harga Gabah Tidak Bersahabat

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia mengaku, sebelumnya dia bergabung dalam kelompok tani (poktan) di desanya. Karenanya, dulu dia mendapatkan jatah pupuk subsidi. Namun, karena dibatasi dan pembagian sampai kurang, Agus memutuskan untuk keluar. “Mending beli yang agak mahal sedikit tapi tidak dibatasi,” imbuhnya.

Pada kenyataannya, pembagian pupuk subsidi kepada petani memang harus melalui poktan. Seperti yang dikatakan oleh Guruh Fani Sumantri, pemilik kios pupuk di Baratan, Patrang. Dia mengatakan, petani yang mengeluh sulit pasti tidak tergabung kelompok tani. “Tidak sulit sebenarnya, mungkin yang bilang sulit itu petani yang tidak ikut kelompok tani. Setiap kios pupuk itu ada jatah pupuk subsidi setiap petani,” katanya.

Menurutnya, alur distribusi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah sudah ditata sedemikian rupa. Dari pusat kepada distributor, kemudian dikirim ke kios pupuk. Pupuk urea bersubsidi di kios itu dibanderol Rp 112.500 per 50 kilogram dan Ponska Rp 115.000 per kilogram. Angka ini memang terpaut sangat jauh dengan pupuk nonsubsidi. Satu kuintal atau 100 kilogram urea sebesar Rp 1,2 juta. Sementara itu, di kios pertanian Trubus di Jalan Letjen Panjaitan, harga pupuk urea nonsubsidi Rp 35.000 per kilogram dan tidak menjual pupuk subsidi. “Di sini tidak ada pupuk subsidi,” kata Ahmad Risal, penjaga kios pertanian Trubus.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : mg8
Fotografer : mg8
Redaktur : Dwi Siswanto

- Advertisement -

Dia mengaku, sebelumnya dia bergabung dalam kelompok tani (poktan) di desanya. Karenanya, dulu dia mendapatkan jatah pupuk subsidi. Namun, karena dibatasi dan pembagian sampai kurang, Agus memutuskan untuk keluar. “Mending beli yang agak mahal sedikit tapi tidak dibatasi,” imbuhnya.

Pada kenyataannya, pembagian pupuk subsidi kepada petani memang harus melalui poktan. Seperti yang dikatakan oleh Guruh Fani Sumantri, pemilik kios pupuk di Baratan, Patrang. Dia mengatakan, petani yang mengeluh sulit pasti tidak tergabung kelompok tani. “Tidak sulit sebenarnya, mungkin yang bilang sulit itu petani yang tidak ikut kelompok tani. Setiap kios pupuk itu ada jatah pupuk subsidi setiap petani,” katanya.

Menurutnya, alur distribusi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah sudah ditata sedemikian rupa. Dari pusat kepada distributor, kemudian dikirim ke kios pupuk. Pupuk urea bersubsidi di kios itu dibanderol Rp 112.500 per 50 kilogram dan Ponska Rp 115.000 per kilogram. Angka ini memang terpaut sangat jauh dengan pupuk nonsubsidi. Satu kuintal atau 100 kilogram urea sebesar Rp 1,2 juta. Sementara itu, di kios pertanian Trubus di Jalan Letjen Panjaitan, harga pupuk urea nonsubsidi Rp 35.000 per kilogram dan tidak menjual pupuk subsidi. “Di sini tidak ada pupuk subsidi,” kata Ahmad Risal, penjaga kios pertanian Trubus.

 

Jurnalis : mg8
Fotografer : mg8
Redaktur : Dwi Siswanto

Dia mengaku, sebelumnya dia bergabung dalam kelompok tani (poktan) di desanya. Karenanya, dulu dia mendapatkan jatah pupuk subsidi. Namun, karena dibatasi dan pembagian sampai kurang, Agus memutuskan untuk keluar. “Mending beli yang agak mahal sedikit tapi tidak dibatasi,” imbuhnya.

Pada kenyataannya, pembagian pupuk subsidi kepada petani memang harus melalui poktan. Seperti yang dikatakan oleh Guruh Fani Sumantri, pemilik kios pupuk di Baratan, Patrang. Dia mengatakan, petani yang mengeluh sulit pasti tidak tergabung kelompok tani. “Tidak sulit sebenarnya, mungkin yang bilang sulit itu petani yang tidak ikut kelompok tani. Setiap kios pupuk itu ada jatah pupuk subsidi setiap petani,” katanya.

Menurutnya, alur distribusi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah sudah ditata sedemikian rupa. Dari pusat kepada distributor, kemudian dikirim ke kios pupuk. Pupuk urea bersubsidi di kios itu dibanderol Rp 112.500 per 50 kilogram dan Ponska Rp 115.000 per kilogram. Angka ini memang terpaut sangat jauh dengan pupuk nonsubsidi. Satu kuintal atau 100 kilogram urea sebesar Rp 1,2 juta. Sementara itu, di kios pertanian Trubus di Jalan Letjen Panjaitan, harga pupuk urea nonsubsidi Rp 35.000 per kilogram dan tidak menjual pupuk subsidi. “Di sini tidak ada pupuk subsidi,” kata Ahmad Risal, penjaga kios pertanian Trubus.

 

Jurnalis : mg8
Fotografer : mg8
Redaktur : Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/