alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Harga Gabah Tidak Bersahabat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa panen tahun pertama yang waktunya berbarengan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, petani mulai gelisah. Mereka mulai resah karena harga gabah dirasa tidak menguntungkan lagi bila dibandingkan dengan ongkos produksi.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Petani padi di Desa Lengkong Peji, Kecamatan Mumbulsari, Agus Budiawan, mengatakan, dunia pertanian saat ini mulai bingung, resah, dan tidak ada harapan untuk menghasilkan. Pasalnya, ongkos produksi mulai naik. Salah satunya yaitu pupuk. “Pakai pupuk subsidi sulit didapat. Pakai nonsubsidi itu mahal,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mahalnya pupuk ini, kata Agus, tidak sejalan dengan harga gabah yang menurutnya sangat murah. “Pakai pupuk nonsubsidi yang mahal harganya. Tapi, padinya sekarang murah. Tidak sampai Rp 4 ribu per kilogram,” keluhnya.

Harga gabah kering sawah, kata dia, saat ini di kisaran Rp 3.700 sampai Rp 3.900 per kilogram. “Sekarang pembeli pintar, gabah jelek sedikit pasti turun langsung harganya,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa panen tahun pertama yang waktunya berbarengan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, petani mulai gelisah. Mereka mulai resah karena harga gabah dirasa tidak menguntungkan lagi bila dibandingkan dengan ongkos produksi.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Petani padi di Desa Lengkong Peji, Kecamatan Mumbulsari, Agus Budiawan, mengatakan, dunia pertanian saat ini mulai bingung, resah, dan tidak ada harapan untuk menghasilkan. Pasalnya, ongkos produksi mulai naik. Salah satunya yaitu pupuk. “Pakai pupuk subsidi sulit didapat. Pakai nonsubsidi itu mahal,” paparnya.

Mahalnya pupuk ini, kata Agus, tidak sejalan dengan harga gabah yang menurutnya sangat murah. “Pakai pupuk nonsubsidi yang mahal harganya. Tapi, padinya sekarang murah. Tidak sampai Rp 4 ribu per kilogram,” keluhnya.

Harga gabah kering sawah, kata dia, saat ini di kisaran Rp 3.700 sampai Rp 3.900 per kilogram. “Sekarang pembeli pintar, gabah jelek sedikit pasti turun langsung harganya,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa panen tahun pertama yang waktunya berbarengan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, petani mulai gelisah. Mereka mulai resah karena harga gabah dirasa tidak menguntungkan lagi bila dibandingkan dengan ongkos produksi.

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Petani padi di Desa Lengkong Peji, Kecamatan Mumbulsari, Agus Budiawan, mengatakan, dunia pertanian saat ini mulai bingung, resah, dan tidak ada harapan untuk menghasilkan. Pasalnya, ongkos produksi mulai naik. Salah satunya yaitu pupuk. “Pakai pupuk subsidi sulit didapat. Pakai nonsubsidi itu mahal,” paparnya.

Mahalnya pupuk ini, kata Agus, tidak sejalan dengan harga gabah yang menurutnya sangat murah. “Pakai pupuk nonsubsidi yang mahal harganya. Tapi, padinya sekarang murah. Tidak sampai Rp 4 ribu per kilogram,” keluhnya.

Harga gabah kering sawah, kata dia, saat ini di kisaran Rp 3.700 sampai Rp 3.900 per kilogram. “Sekarang pembeli pintar, gabah jelek sedikit pasti turun langsung harganya,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/