alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Padi Roboh Ancam Gagal Panen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Sejumlah petani di daerah Tegal Besar harus berjibaku menyelamatkan padinya dengan mengikat batang padi. Sebab, padi yang hendak panen itu roboh akibat hujan deras disertai angin yang terjadi hampir setiap hari. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mereka rawan gagal panen.

Madin bersama istrinya, Watini, tampak sibuk mengikat batang padi yang roboh di areal persawahan Lingkungan Gumuk Bagong, Tegal Besar. Madin pun masih beruntung, tidak semua padi yang ditanam di sawah seluas 2 hektare tersebut ambruk. Walau sebagian, dia tetap berharap bisa panen dengan hasil maksimal. “Padahal kurang satu mingguan lagi panen,” katanya.

Tak hanya sawah Madin yang kena dampak hujan deras dan angin kencang, sawah sekitarnya juga begitu. Padi-padi yang menguning tersebut mulai diikat per bagian. “Kalau yang sudah mau panen tinggal berapa hari saja enak,” tuturnya. Sebab, saat padi sudah menguning dan layak panen, bisa langsung dipanen walau sudah roboh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, pengikatan harus cepat dilakukan untuk menyelamatkan padi yang roboh tersebut. Sebab, padi yang roboh rentan mengundang hawa wereng. Madin lalu menunjukkan bagian batang padi sudah terserang wereng. “Untung wereng masih menyerang bawah, semoga saja wereng tidak sampai ke atas,” harapnya.

Dampak hujan deras disertai angin yang terjadi hampir tiap hari tersebut juga mulai menggenangi persawahan. Padahal, idealnya saat panen, lebih baik lahan sawah itu kering atau basah, tapi tak sampai ada genangan air.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Sejumlah petani di daerah Tegal Besar harus berjibaku menyelamatkan padinya dengan mengikat batang padi. Sebab, padi yang hendak panen itu roboh akibat hujan deras disertai angin yang terjadi hampir setiap hari. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mereka rawan gagal panen.

Madin bersama istrinya, Watini, tampak sibuk mengikat batang padi yang roboh di areal persawahan Lingkungan Gumuk Bagong, Tegal Besar. Madin pun masih beruntung, tidak semua padi yang ditanam di sawah seluas 2 hektare tersebut ambruk. Walau sebagian, dia tetap berharap bisa panen dengan hasil maksimal. “Padahal kurang satu mingguan lagi panen,” katanya.

Tak hanya sawah Madin yang kena dampak hujan deras dan angin kencang, sawah sekitarnya juga begitu. Padi-padi yang menguning tersebut mulai diikat per bagian. “Kalau yang sudah mau panen tinggal berapa hari saja enak,” tuturnya. Sebab, saat padi sudah menguning dan layak panen, bisa langsung dipanen walau sudah roboh.

Menurutnya, pengikatan harus cepat dilakukan untuk menyelamatkan padi yang roboh tersebut. Sebab, padi yang roboh rentan mengundang hawa wereng. Madin lalu menunjukkan bagian batang padi sudah terserang wereng. “Untung wereng masih menyerang bawah, semoga saja wereng tidak sampai ke atas,” harapnya.

Dampak hujan deras disertai angin yang terjadi hampir tiap hari tersebut juga mulai menggenangi persawahan. Padahal, idealnya saat panen, lebih baik lahan sawah itu kering atau basah, tapi tak sampai ada genangan air.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Sejumlah petani di daerah Tegal Besar harus berjibaku menyelamatkan padinya dengan mengikat batang padi. Sebab, padi yang hendak panen itu roboh akibat hujan deras disertai angin yang terjadi hampir setiap hari. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mereka rawan gagal panen.

Madin bersama istrinya, Watini, tampak sibuk mengikat batang padi yang roboh di areal persawahan Lingkungan Gumuk Bagong, Tegal Besar. Madin pun masih beruntung, tidak semua padi yang ditanam di sawah seluas 2 hektare tersebut ambruk. Walau sebagian, dia tetap berharap bisa panen dengan hasil maksimal. “Padahal kurang satu mingguan lagi panen,” katanya.

Tak hanya sawah Madin yang kena dampak hujan deras dan angin kencang, sawah sekitarnya juga begitu. Padi-padi yang menguning tersebut mulai diikat per bagian. “Kalau yang sudah mau panen tinggal berapa hari saja enak,” tuturnya. Sebab, saat padi sudah menguning dan layak panen, bisa langsung dipanen walau sudah roboh.

Menurutnya, pengikatan harus cepat dilakukan untuk menyelamatkan padi yang roboh tersebut. Sebab, padi yang roboh rentan mengundang hawa wereng. Madin lalu menunjukkan bagian batang padi sudah terserang wereng. “Untung wereng masih menyerang bawah, semoga saja wereng tidak sampai ke atas,” harapnya.

Dampak hujan deras disertai angin yang terjadi hampir tiap hari tersebut juga mulai menggenangi persawahan. Padahal, idealnya saat panen, lebih baik lahan sawah itu kering atau basah, tapi tak sampai ada genangan air.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/