alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Imbauan Pemerintah kepada Petani Jember Agar Jual Beras Daripada Gabah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian di Kabupaten Jember sudah menjadi nadi terhadap perekonomian warga. Khususnya bagi mereka yang tinggal di perdesaan. Hampir 70 persen warga Jember bermata pencarian sebagai petani, dan mereka hidup dari hasil yang mereka tanam itu.

Sayangnya, seiring perkembangan teknologi, generasi para petani itu kian menurun. Anak-anak para petani tidak lagi mau mengelola lahan yang dulunya menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto berinisiatif untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi yang digandrungi anak-anak para petani, untuk kemudian digunakan sebagai alat dalam mengelola lahan pertanian. “Banyak anak milenial yang orang tuanya petani, punya lahan. Tapi, mereka tidak berlanjut,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy menyebut, pihaknya akan turut membantu agar lahan pertanian bisa difungsikan kembali, bahkan bisa lebih maksimal. Terutama dalam hal pemasaran produk yang dihasilkan nanti. Salah satu langkah yang ia ambil untuk saat ini yakni mengajukan mesin pengering padi dan pemutih beras. Sehingga, hasil panen gabah milik petani bisa diproses menjadi beras, kemudian dikemas layaknya beras pabrikan. Hal itu akan memberi nilai tambah terhadap produksi pertanian. Kemudian, petani bisa menjual hasil panennya dengan harga lebih tinggi.

“Kami sedang mengajukan itu, nanti teman-teman bisa memproduksi langsung. Jadi, tidak lagi menjual gabah, tapi menjual berasnya,” tuturnya.

Dia menargetkan agar pengajuan kepada Kementerian Pertanian itu bisa segera disetujui. Sehingga, para petani tak perlu menunggu lama lagi. Rencananya, jika sudah disetujui, peralatan pengolahan gabah itu akan langsung ia bagikan pada tahun ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian di Kabupaten Jember sudah menjadi nadi terhadap perekonomian warga. Khususnya bagi mereka yang tinggal di perdesaan. Hampir 70 persen warga Jember bermata pencarian sebagai petani, dan mereka hidup dari hasil yang mereka tanam itu.

Sayangnya, seiring perkembangan teknologi, generasi para petani itu kian menurun. Anak-anak para petani tidak lagi mau mengelola lahan yang dulunya menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto berinisiatif untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi yang digandrungi anak-anak para petani, untuk kemudian digunakan sebagai alat dalam mengelola lahan pertanian. “Banyak anak milenial yang orang tuanya petani, punya lahan. Tapi, mereka tidak berlanjut,” ungkapnya.

Bupati Hendy menyebut, pihaknya akan turut membantu agar lahan pertanian bisa difungsikan kembali, bahkan bisa lebih maksimal. Terutama dalam hal pemasaran produk yang dihasilkan nanti. Salah satu langkah yang ia ambil untuk saat ini yakni mengajukan mesin pengering padi dan pemutih beras. Sehingga, hasil panen gabah milik petani bisa diproses menjadi beras, kemudian dikemas layaknya beras pabrikan. Hal itu akan memberi nilai tambah terhadap produksi pertanian. Kemudian, petani bisa menjual hasil panennya dengan harga lebih tinggi.

“Kami sedang mengajukan itu, nanti teman-teman bisa memproduksi langsung. Jadi, tidak lagi menjual gabah, tapi menjual berasnya,” tuturnya.

Dia menargetkan agar pengajuan kepada Kementerian Pertanian itu bisa segera disetujui. Sehingga, para petani tak perlu menunggu lama lagi. Rencananya, jika sudah disetujui, peralatan pengolahan gabah itu akan langsung ia bagikan pada tahun ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian di Kabupaten Jember sudah menjadi nadi terhadap perekonomian warga. Khususnya bagi mereka yang tinggal di perdesaan. Hampir 70 persen warga Jember bermata pencarian sebagai petani, dan mereka hidup dari hasil yang mereka tanam itu.

Sayangnya, seiring perkembangan teknologi, generasi para petani itu kian menurun. Anak-anak para petani tidak lagi mau mengelola lahan yang dulunya menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto berinisiatif untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi yang digandrungi anak-anak para petani, untuk kemudian digunakan sebagai alat dalam mengelola lahan pertanian. “Banyak anak milenial yang orang tuanya petani, punya lahan. Tapi, mereka tidak berlanjut,” ungkapnya.

Bupati Hendy menyebut, pihaknya akan turut membantu agar lahan pertanian bisa difungsikan kembali, bahkan bisa lebih maksimal. Terutama dalam hal pemasaran produk yang dihasilkan nanti. Salah satu langkah yang ia ambil untuk saat ini yakni mengajukan mesin pengering padi dan pemutih beras. Sehingga, hasil panen gabah milik petani bisa diproses menjadi beras, kemudian dikemas layaknya beras pabrikan. Hal itu akan memberi nilai tambah terhadap produksi pertanian. Kemudian, petani bisa menjual hasil panennya dengan harga lebih tinggi.

“Kami sedang mengajukan itu, nanti teman-teman bisa memproduksi langsung. Jadi, tidak lagi menjual gabah, tapi menjual berasnya,” tuturnya.

Dia menargetkan agar pengajuan kepada Kementerian Pertanian itu bisa segera disetujui. Sehingga, para petani tak perlu menunggu lama lagi. Rencananya, jika sudah disetujui, peralatan pengolahan gabah itu akan langsung ia bagikan pada tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/