alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Distributor Pupuk Nakal di Jember Bisa Diberhentikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 Jember sempat disebut-sebut yang paling bertanggung jawab ketika ada laporan dugaan penimbunan pupuk bersubsidi. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Secara bersamaan, Disperindag Jember yang juga masuk dalam keanggotaan KP3 Jember mengaku juga baru mengetahui terkait dugaan penimbunan tersebut. “Kami baru menjabat di Disperindag Jember. Kami baru mau melangkah, salah satunya adalah pendataan distributor di Jember,” terang Bambang Saputro, Kepala Disperindag Jember yang sekaligus anggota KP3 Jember.

Menurut dia, selama ini KP3 telah mengantongi data-data distributor pupuk bersubsidi di Jember. Termasuk kios-kios yang berada di bawah naungan distributor tersebut. Namun, data-data itu dinilainya perlu di-update secara berkala.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menyikapi adanya penimbunan pupuk bersubsidi di Wringinagung, Bambang mengaku akan melakukan pendataan lagi terhadap keberadaan distributor. Berikut kios-kios di bawahnya. “Dengan adanya informasi tersebut, kami akan koordinasikan untuk menentukan langkah-langkah ataupun tinjau lokasi di lapangan nantinya,” imbuh mantan camat Kaliwates ini.

Lebih jauh, pihaknya memastikan adanya sanksi tegas dan bertahap. Mekanisme sanksi itu, menurutnya, sudah ada dan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Subsidi, dalam menyikapi adanya distributor dan kios yang nakal atau ilegal tersebut.

Pertama, berupa teguran kesatu. Lalu, teguran kedua, dan ketika masih tidak diindahkan, maka KP3 akan membuat rekomendasi tertulis untuk memberhentikan distributor atau kios yang bersangkutan. Bahkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga berwenang mencabut SIUP, baik pada produsen maupun pengecer.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 Jember sempat disebut-sebut yang paling bertanggung jawab ketika ada laporan dugaan penimbunan pupuk bersubsidi. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Secara bersamaan, Disperindag Jember yang juga masuk dalam keanggotaan KP3 Jember mengaku juga baru mengetahui terkait dugaan penimbunan tersebut. “Kami baru menjabat di Disperindag Jember. Kami baru mau melangkah, salah satunya adalah pendataan distributor di Jember,” terang Bambang Saputro, Kepala Disperindag Jember yang sekaligus anggota KP3 Jember.

Menurut dia, selama ini KP3 telah mengantongi data-data distributor pupuk bersubsidi di Jember. Termasuk kios-kios yang berada di bawah naungan distributor tersebut. Namun, data-data itu dinilainya perlu di-update secara berkala.

Menyikapi adanya penimbunan pupuk bersubsidi di Wringinagung, Bambang mengaku akan melakukan pendataan lagi terhadap keberadaan distributor. Berikut kios-kios di bawahnya. “Dengan adanya informasi tersebut, kami akan koordinasikan untuk menentukan langkah-langkah ataupun tinjau lokasi di lapangan nantinya,” imbuh mantan camat Kaliwates ini.

Lebih jauh, pihaknya memastikan adanya sanksi tegas dan bertahap. Mekanisme sanksi itu, menurutnya, sudah ada dan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Subsidi, dalam menyikapi adanya distributor dan kios yang nakal atau ilegal tersebut.

Pertama, berupa teguran kesatu. Lalu, teguran kedua, dan ketika masih tidak diindahkan, maka KP3 akan membuat rekomendasi tertulis untuk memberhentikan distributor atau kios yang bersangkutan. Bahkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga berwenang mencabut SIUP, baik pada produsen maupun pengecer.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 Jember sempat disebut-sebut yang paling bertanggung jawab ketika ada laporan dugaan penimbunan pupuk bersubsidi. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Secara bersamaan, Disperindag Jember yang juga masuk dalam keanggotaan KP3 Jember mengaku juga baru mengetahui terkait dugaan penimbunan tersebut. “Kami baru menjabat di Disperindag Jember. Kami baru mau melangkah, salah satunya adalah pendataan distributor di Jember,” terang Bambang Saputro, Kepala Disperindag Jember yang sekaligus anggota KP3 Jember.

Menurut dia, selama ini KP3 telah mengantongi data-data distributor pupuk bersubsidi di Jember. Termasuk kios-kios yang berada di bawah naungan distributor tersebut. Namun, data-data itu dinilainya perlu di-update secara berkala.

Menyikapi adanya penimbunan pupuk bersubsidi di Wringinagung, Bambang mengaku akan melakukan pendataan lagi terhadap keberadaan distributor. Berikut kios-kios di bawahnya. “Dengan adanya informasi tersebut, kami akan koordinasikan untuk menentukan langkah-langkah ataupun tinjau lokasi di lapangan nantinya,” imbuh mantan camat Kaliwates ini.

Lebih jauh, pihaknya memastikan adanya sanksi tegas dan bertahap. Mekanisme sanksi itu, menurutnya, sudah ada dan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Subsidi, dalam menyikapi adanya distributor dan kios yang nakal atau ilegal tersebut.

Pertama, berupa teguran kesatu. Lalu, teguran kedua, dan ketika masih tidak diindahkan, maka KP3 akan membuat rekomendasi tertulis untuk memberhentikan distributor atau kios yang bersangkutan. Bahkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga berwenang mencabut SIUP, baik pada produsen maupun pengecer.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/