alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Penimbunan Pupuk Bersubsidi oleh Kios Ilegal

Pengawasan Lemah, Kios Nakal Berulah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi rahasia umum bahwa alokasi pupuk bersubsidi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan petani. Di tengah stok tipis tersebut, ada saja oknum yang mendulang cuan ke dalam saku pribadi. Salah satunya dengan penimbunan pupuk oleh pemilik kios atau distributor di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Kasus penimbunan ini yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi B DPRD Jember, kemarin (2/2). Dugaan penimbunan diungkapkan Koko Rahmadan, warga yang tergabung dalam Satya Galang Indonesia. Pada kesempatan itu, hearing juga melibatkan Polres Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP). “Ada beberapa tumpukan karung berisi pupuk bersubsidi di kios Gunungjati Porang, Wringinagung, Jombang. Taksiran saya empat ton,” katanya.

Dia menceritakan, temuan pupuk bersubsidi yang ditimbun terjadi pada 17 Januari 2022. Saat itu, dirinya membeli pupuk di kios tersebut dan mendapati ada banyak tumpukan karung pupuk di sana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak lama setelah itu, kios yang diduga tidak berizin tersebut didatangi polisi. “Ada sekitar enam buser polisi yang tiba di lokasi kios. Seketika membawa dua orang di kios itu serta sejumlah barang bukti pupuk bersubsidi. Sepertinya dibawa ke Polres Jember,” tambahnya.

Temuan penimbunan pupuk bersubsidi dibenarkan pihak kepolisian saat hearing. Kapolres Jember yang diwakili Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, kasus tersebut sudah masuk dan ditangani kepolisian. “Temuan di kios Wringinagung, Jombang, itu masih kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan pihak-pihak. Khususnya yang di UD Gunungjati, Porang. Pengakuannya, kios itu mendapat pasokan dari Kasiyan, Puger,” beber Komang.

Ulah kios-kios atau distributor nakal yang tak berizin itu sangat disayangkan sejumlah pihak. Sebab, geliat mereka sudah lama meresahkan petani saat dilanda paceklik pupuk bersubsidi. Hal itu juga menjadi potret bagaimana lemahnya pengawasan terhadap oknum pemilik kios yang nakal atau distributor di Jember.

Di sisi lain, DTPHP Jember tidak bisa berbuat banyak. Sebab, di tataran lapangan atau tingkat masyarakat, sudah ada penyuluh-penyuluh pertanian yang dinilai intens mengawal distribusi pupuk. Termasuk di antaranya ada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi rahasia umum bahwa alokasi pupuk bersubsidi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan petani. Di tengah stok tipis tersebut, ada saja oknum yang mendulang cuan ke dalam saku pribadi. Salah satunya dengan penimbunan pupuk oleh pemilik kios atau distributor di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Kasus penimbunan ini yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi B DPRD Jember, kemarin (2/2). Dugaan penimbunan diungkapkan Koko Rahmadan, warga yang tergabung dalam Satya Galang Indonesia. Pada kesempatan itu, hearing juga melibatkan Polres Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP). “Ada beberapa tumpukan karung berisi pupuk bersubsidi di kios Gunungjati Porang, Wringinagung, Jombang. Taksiran saya empat ton,” katanya.

Dia menceritakan, temuan pupuk bersubsidi yang ditimbun terjadi pada 17 Januari 2022. Saat itu, dirinya membeli pupuk di kios tersebut dan mendapati ada banyak tumpukan karung pupuk di sana.

Tak lama setelah itu, kios yang diduga tidak berizin tersebut didatangi polisi. “Ada sekitar enam buser polisi yang tiba di lokasi kios. Seketika membawa dua orang di kios itu serta sejumlah barang bukti pupuk bersubsidi. Sepertinya dibawa ke Polres Jember,” tambahnya.

Temuan penimbunan pupuk bersubsidi dibenarkan pihak kepolisian saat hearing. Kapolres Jember yang diwakili Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, kasus tersebut sudah masuk dan ditangani kepolisian. “Temuan di kios Wringinagung, Jombang, itu masih kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan pihak-pihak. Khususnya yang di UD Gunungjati, Porang. Pengakuannya, kios itu mendapat pasokan dari Kasiyan, Puger,” beber Komang.

Ulah kios-kios atau distributor nakal yang tak berizin itu sangat disayangkan sejumlah pihak. Sebab, geliat mereka sudah lama meresahkan petani saat dilanda paceklik pupuk bersubsidi. Hal itu juga menjadi potret bagaimana lemahnya pengawasan terhadap oknum pemilik kios yang nakal atau distributor di Jember.

Di sisi lain, DTPHP Jember tidak bisa berbuat banyak. Sebab, di tataran lapangan atau tingkat masyarakat, sudah ada penyuluh-penyuluh pertanian yang dinilai intens mengawal distribusi pupuk. Termasuk di antaranya ada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi rahasia umum bahwa alokasi pupuk bersubsidi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan petani. Di tengah stok tipis tersebut, ada saja oknum yang mendulang cuan ke dalam saku pribadi. Salah satunya dengan penimbunan pupuk oleh pemilik kios atau distributor di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Kasus penimbunan ini yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi B DPRD Jember, kemarin (2/2). Dugaan penimbunan diungkapkan Koko Rahmadan, warga yang tergabung dalam Satya Galang Indonesia. Pada kesempatan itu, hearing juga melibatkan Polres Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP). “Ada beberapa tumpukan karung berisi pupuk bersubsidi di kios Gunungjati Porang, Wringinagung, Jombang. Taksiran saya empat ton,” katanya.

Dia menceritakan, temuan pupuk bersubsidi yang ditimbun terjadi pada 17 Januari 2022. Saat itu, dirinya membeli pupuk di kios tersebut dan mendapati ada banyak tumpukan karung pupuk di sana.

Tak lama setelah itu, kios yang diduga tidak berizin tersebut didatangi polisi. “Ada sekitar enam buser polisi yang tiba di lokasi kios. Seketika membawa dua orang di kios itu serta sejumlah barang bukti pupuk bersubsidi. Sepertinya dibawa ke Polres Jember,” tambahnya.

Temuan penimbunan pupuk bersubsidi dibenarkan pihak kepolisian saat hearing. Kapolres Jember yang diwakili Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, kasus tersebut sudah masuk dan ditangani kepolisian. “Temuan di kios Wringinagung, Jombang, itu masih kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan pihak-pihak. Khususnya yang di UD Gunungjati, Porang. Pengakuannya, kios itu mendapat pasokan dari Kasiyan, Puger,” beber Komang.

Ulah kios-kios atau distributor nakal yang tak berizin itu sangat disayangkan sejumlah pihak. Sebab, geliat mereka sudah lama meresahkan petani saat dilanda paceklik pupuk bersubsidi. Hal itu juga menjadi potret bagaimana lemahnya pengawasan terhadap oknum pemilik kios yang nakal atau distributor di Jember.

Di sisi lain, DTPHP Jember tidak bisa berbuat banyak. Sebab, di tataran lapangan atau tingkat masyarakat, sudah ada penyuluh-penyuluh pertanian yang dinilai intens mengawal distribusi pupuk. Termasuk di antaranya ada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/