alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Produksi Mina Padi Masih Rendah

Perlu Pemetaan Areal Persawahan yang Cocok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem penggabungan antara budidaya ikan dan pertanian padi atau disebut mina padi masih kurang optimal. Sebab, hasil produksi ikan dengan sistem mina padi hanya delapan ton per tahun dan jumlah itu masih jauh dari target. Padahal, jika diterapkan maksimal, petani akan untung berganda karena mendapatkan hasil ikan dan padi sekaligus.

Bupati Jember dr Faida MMR, dalam rapat paripurna di DPRD awal pekan ini mengatakan, secara umum hasil perikanan di Jember cukup baik. Namun, ada beberapa sektor produksi perikanan kurang maksimal.

Menurutnya, perikanan tangkap pada 2019 mencapai 9.842 ton dan jumlah tersebut melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 9.814 ton. Sementara itu, perikanan budi daya tambak mencapai 1.613 ton dari target 1.525 ton. Sementara untuk perikanan budi daya kolam 11.345 ton juga melebihi target. Sedangkan untuk perikanan budidaya mina padi hanya 8 ton pada 2019, padahal target RPJMD adalah 15 ton.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dosen Pertanian Universitas Jember, Prof Soetriono menjelaskan, rendahnya produksi perikanan mina padi dan tidak mencapai target lantaran untuk pengembangan sistem pertanian mina padi tidak mudah dan perlu waktu. Dia mencontohkan pembinaan mina padi dari World Bank yaitu di daerah Pasuruan dan Wajak, Malang. Di dua daerah itu pun hasil produksi minapadi, baik ikan dan padinya, tidak sesuai harapan. “Itu petaninya sudah ada pendampingan yang cukup lama. Tapi hasilnya masih kurang optimal,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem penggabungan antara budidaya ikan dan pertanian padi atau disebut mina padi masih kurang optimal. Sebab, hasil produksi ikan dengan sistem mina padi hanya delapan ton per tahun dan jumlah itu masih jauh dari target. Padahal, jika diterapkan maksimal, petani akan untung berganda karena mendapatkan hasil ikan dan padi sekaligus.

Bupati Jember dr Faida MMR, dalam rapat paripurna di DPRD awal pekan ini mengatakan, secara umum hasil perikanan di Jember cukup baik. Namun, ada beberapa sektor produksi perikanan kurang maksimal.

Menurutnya, perikanan tangkap pada 2019 mencapai 9.842 ton dan jumlah tersebut melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 9.814 ton. Sementara itu, perikanan budi daya tambak mencapai 1.613 ton dari target 1.525 ton. Sementara untuk perikanan budi daya kolam 11.345 ton juga melebihi target. Sedangkan untuk perikanan budidaya mina padi hanya 8 ton pada 2019, padahal target RPJMD adalah 15 ton.

Sementara itu, dosen Pertanian Universitas Jember, Prof Soetriono menjelaskan, rendahnya produksi perikanan mina padi dan tidak mencapai target lantaran untuk pengembangan sistem pertanian mina padi tidak mudah dan perlu waktu. Dia mencontohkan pembinaan mina padi dari World Bank yaitu di daerah Pasuruan dan Wajak, Malang. Di dua daerah itu pun hasil produksi minapadi, baik ikan dan padinya, tidak sesuai harapan. “Itu petaninya sudah ada pendampingan yang cukup lama. Tapi hasilnya masih kurang optimal,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem penggabungan antara budidaya ikan dan pertanian padi atau disebut mina padi masih kurang optimal. Sebab, hasil produksi ikan dengan sistem mina padi hanya delapan ton per tahun dan jumlah itu masih jauh dari target. Padahal, jika diterapkan maksimal, petani akan untung berganda karena mendapatkan hasil ikan dan padi sekaligus.

Bupati Jember dr Faida MMR, dalam rapat paripurna di DPRD awal pekan ini mengatakan, secara umum hasil perikanan di Jember cukup baik. Namun, ada beberapa sektor produksi perikanan kurang maksimal.

Menurutnya, perikanan tangkap pada 2019 mencapai 9.842 ton dan jumlah tersebut melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 9.814 ton. Sementara itu, perikanan budi daya tambak mencapai 1.613 ton dari target 1.525 ton. Sementara untuk perikanan budi daya kolam 11.345 ton juga melebihi target. Sedangkan untuk perikanan budidaya mina padi hanya 8 ton pada 2019, padahal target RPJMD adalah 15 ton.

Sementara itu, dosen Pertanian Universitas Jember, Prof Soetriono menjelaskan, rendahnya produksi perikanan mina padi dan tidak mencapai target lantaran untuk pengembangan sistem pertanian mina padi tidak mudah dan perlu waktu. Dia mencontohkan pembinaan mina padi dari World Bank yaitu di daerah Pasuruan dan Wajak, Malang. Di dua daerah itu pun hasil produksi minapadi, baik ikan dan padinya, tidak sesuai harapan. “Itu petaninya sudah ada pendampingan yang cukup lama. Tapi hasilnya masih kurang optimal,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/