alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Kondisi Pertanian Lereng Gunung Jelbuk

Tergantung Mesin Pompa Air

Mobile_AP_Rectangle 1

JELBUK, Radar Jember – Petani harus cepat memutar otak untuk mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau saat ini.  Pasalnya, terdapat beberapa lokasi persawahan yang tidak bisa mengandalkan saluran irigasi yang tersedia. Melainkan memakai bantuan pompa air.

BACA JUGA : Timberwolves Umumkan Eric Paschall Direkrut dengan Kontrak Dua Kaki

Salah satunya adalah sawah milik Khofi di Jelbuk yang sudah mengalami kesulitan air sejak satu bulan terakhir. Kondisi tersebut memaksa Khofi untuk menggunakan pompa air untuk mengaliri tanaman jagung miliknya. “Saat ini kondisinya mulai masuk kemarau dan tidak bisa mengandalkan air hujan lagi. Jadi, mau tidak mau, supaya tanaman jagung bisa hidup harus menggunakan pompa,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari Khofi diketahui bahwa di daerahnya, yakni di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, menjadi langganan kekurangan air untuk irigasi sawah ketika memasuki kemarau. Hal itu yang membuat setiap tahunnya harus menggunakan pompa air.

Diketahui mesin pompa air bukan miliknya, melainkan harus menyewa. “Ini saya menyewa pompa air sehari Rp 50 ribu. Harga tersebut belum termasuk solar sebesar Rp 120 ribu dalam sehari. Memakai pompa air ini setidaknya satu sampai dua kali setiap bulan dan butuh waktu selama empat bulan,” terangnya.

- Advertisement -

JELBUK, Radar Jember – Petani harus cepat memutar otak untuk mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau saat ini.  Pasalnya, terdapat beberapa lokasi persawahan yang tidak bisa mengandalkan saluran irigasi yang tersedia. Melainkan memakai bantuan pompa air.

BACA JUGA : Timberwolves Umumkan Eric Paschall Direkrut dengan Kontrak Dua Kaki

Salah satunya adalah sawah milik Khofi di Jelbuk yang sudah mengalami kesulitan air sejak satu bulan terakhir. Kondisi tersebut memaksa Khofi untuk menggunakan pompa air untuk mengaliri tanaman jagung miliknya. “Saat ini kondisinya mulai masuk kemarau dan tidak bisa mengandalkan air hujan lagi. Jadi, mau tidak mau, supaya tanaman jagung bisa hidup harus menggunakan pompa,” terangnya.

Dari Khofi diketahui bahwa di daerahnya, yakni di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, menjadi langganan kekurangan air untuk irigasi sawah ketika memasuki kemarau. Hal itu yang membuat setiap tahunnya harus menggunakan pompa air.

Diketahui mesin pompa air bukan miliknya, melainkan harus menyewa. “Ini saya menyewa pompa air sehari Rp 50 ribu. Harga tersebut belum termasuk solar sebesar Rp 120 ribu dalam sehari. Memakai pompa air ini setidaknya satu sampai dua kali setiap bulan dan butuh waktu selama empat bulan,” terangnya.

JELBUK, Radar Jember – Petani harus cepat memutar otak untuk mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau saat ini.  Pasalnya, terdapat beberapa lokasi persawahan yang tidak bisa mengandalkan saluran irigasi yang tersedia. Melainkan memakai bantuan pompa air.

BACA JUGA : Timberwolves Umumkan Eric Paschall Direkrut dengan Kontrak Dua Kaki

Salah satunya adalah sawah milik Khofi di Jelbuk yang sudah mengalami kesulitan air sejak satu bulan terakhir. Kondisi tersebut memaksa Khofi untuk menggunakan pompa air untuk mengaliri tanaman jagung miliknya. “Saat ini kondisinya mulai masuk kemarau dan tidak bisa mengandalkan air hujan lagi. Jadi, mau tidak mau, supaya tanaman jagung bisa hidup harus menggunakan pompa,” terangnya.

Dari Khofi diketahui bahwa di daerahnya, yakni di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, menjadi langganan kekurangan air untuk irigasi sawah ketika memasuki kemarau. Hal itu yang membuat setiap tahunnya harus menggunakan pompa air.

Diketahui mesin pompa air bukan miliknya, melainkan harus menyewa. “Ini saya menyewa pompa air sehari Rp 50 ribu. Harga tersebut belum termasuk solar sebesar Rp 120 ribu dalam sehari. Memakai pompa air ini setidaknya satu sampai dua kali setiap bulan dan butuh waktu selama empat bulan,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/