alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tolak Kenaikan Cukai Tembakau

Hapus Hari Tanpa Tembakau Sedunia!

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Kabupaten Jember sejak lama terkenal sebagai penghasil tembakau kelas dunia. Namun demikian, harga tembakau kerap jatuh saat panen. Di sisi lain, cukai tembakau juga tinggi. Mahasiswa dan petani pun menggelar aksi menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan menolak kenaikan cukai.

BACA JUGA : Batasi Kerugian Samsung Hentikan Produksi LCD Akhir Juni 2022

Aksi pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia itu dilangsungkan sejumlah petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ). Mereka menyampaikan tuntutannya di depan Gedung DPRD dan Pemkab Jember, kemarin (31/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Viki Arlencius, mengatakan, pelaksanaan aksi tersebut berkenaan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei. “Secara tegas kami menolak pelaksanaan peringatan Hari Tanpa Tembakau ini, karena jelas ini akan mendiskriminasi petani tembakau di Jember,” jelas Viki.

Dia menyebut, Jember sebagai ikon tembakau, khususnya di Jatim, selayaknya memberikan kesejahteraan dan kemudahan akses kepada para petani tembakau. Bukan mendiskriminasi dengan beberapa regulasi yang dianggap menguntungkan korporasi. “Jelas, regulasi di Jember banyak merugikan petani tembakau. Padahal ikon Jember sendiri adalah tembakau,” terangnya.

Massa juga menolak kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT). Selain itu, mendesak pemkab agar ada transparansi dalam pengelolaan alokasi dana bagi hasil (DBH) CHT kepada masyarakat Jember. “Dalam hal ini, petani sangat dirugikan, sedangkan pengusaha mengambil untung lebih dari petani ini,” imbuhnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Kabupaten Jember sejak lama terkenal sebagai penghasil tembakau kelas dunia. Namun demikian, harga tembakau kerap jatuh saat panen. Di sisi lain, cukai tembakau juga tinggi. Mahasiswa dan petani pun menggelar aksi menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan menolak kenaikan cukai.

BACA JUGA : Batasi Kerugian Samsung Hentikan Produksi LCD Akhir Juni 2022

Aksi pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia itu dilangsungkan sejumlah petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ). Mereka menyampaikan tuntutannya di depan Gedung DPRD dan Pemkab Jember, kemarin (31/5).

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Viki Arlencius, mengatakan, pelaksanaan aksi tersebut berkenaan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei. “Secara tegas kami menolak pelaksanaan peringatan Hari Tanpa Tembakau ini, karena jelas ini akan mendiskriminasi petani tembakau di Jember,” jelas Viki.

Dia menyebut, Jember sebagai ikon tembakau, khususnya di Jatim, selayaknya memberikan kesejahteraan dan kemudahan akses kepada para petani tembakau. Bukan mendiskriminasi dengan beberapa regulasi yang dianggap menguntungkan korporasi. “Jelas, regulasi di Jember banyak merugikan petani tembakau. Padahal ikon Jember sendiri adalah tembakau,” terangnya.

Massa juga menolak kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT). Selain itu, mendesak pemkab agar ada transparansi dalam pengelolaan alokasi dana bagi hasil (DBH) CHT kepada masyarakat Jember. “Dalam hal ini, petani sangat dirugikan, sedangkan pengusaha mengambil untung lebih dari petani ini,” imbuhnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Kabupaten Jember sejak lama terkenal sebagai penghasil tembakau kelas dunia. Namun demikian, harga tembakau kerap jatuh saat panen. Di sisi lain, cukai tembakau juga tinggi. Mahasiswa dan petani pun menggelar aksi menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan menolak kenaikan cukai.

BACA JUGA : Batasi Kerugian Samsung Hentikan Produksi LCD Akhir Juni 2022

Aksi pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia itu dilangsungkan sejumlah petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ). Mereka menyampaikan tuntutannya di depan Gedung DPRD dan Pemkab Jember, kemarin (31/5).

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Viki Arlencius, mengatakan, pelaksanaan aksi tersebut berkenaan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei. “Secara tegas kami menolak pelaksanaan peringatan Hari Tanpa Tembakau ini, karena jelas ini akan mendiskriminasi petani tembakau di Jember,” jelas Viki.

Dia menyebut, Jember sebagai ikon tembakau, khususnya di Jatim, selayaknya memberikan kesejahteraan dan kemudahan akses kepada para petani tembakau. Bukan mendiskriminasi dengan beberapa regulasi yang dianggap menguntungkan korporasi. “Jelas, regulasi di Jember banyak merugikan petani tembakau. Padahal ikon Jember sendiri adalah tembakau,” terangnya.

Massa juga menolak kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT). Selain itu, mendesak pemkab agar ada transparansi dalam pengelolaan alokasi dana bagi hasil (DBH) CHT kepada masyarakat Jember. “Dalam hal ini, petani sangat dirugikan, sedangkan pengusaha mengambil untung lebih dari petani ini,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/