alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pesantren Bangkit Jatim Bangkit

Mobile_AP_Rectangle 1

Komitmen Gubernur Khofifah terhadap pendidikan, selain fokus terhadap pengembangan pendidikan secara umum, konsentrasi juga difokuskan pada pengembangan pesantren. Banyak kebijakan yang dilakukan terhadap pengembangan pesantren, seperti pendidikan ketrampilan di pesantren, kebijakan One Pesantren One Product (OPOP) sehingga setiap pesantren mitra bisa melahirkan produk unggulan yang menjadi kekhasan produk pesantren.

Kebijakan Gubernur Khofifah juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan Ma’had Aly yang relevan dan terakreditasi, seperti Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Beasiswa S-1 Ma’had Aly dengan melibatkan seluruh Ma’had Aly yang sudah memperoleh Penilaian Akreditasi dari Kementerian Agama.

Selain itu, ada program beasiswa melanjutkan studi S-1 di Universitas Al-Azhar Mesir hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang sumber inputnya berasal dari lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya, Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah berbasis pesantren. Sudah barang pasti bahwa semua peluang beasiswa tersebut diperoleh secara selektif, karena yang diharapkan adalah memberikan peluang secara kompetitif bagi generasi muda terbaik Jawa Timur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai catatan, pada tahun akademik 2021/2022 tercatat ada 1.285 mahasiswa dan mahasantri asal Jawa Timur yang melanjutkan studi dengan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antara mereka tercatat 510 mahasiswa yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) PTKI, 425 mahasantri yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) Ma’had Aly, dan ada 320 mahasiswa yang sedang belajar di 16 program magister (S-2) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa Timur. Juga tercatat 30 mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Semoga semua berhasil untuk keberhasilan Jawa Timur.

Kenapa pesantren jadi fokus perhatian? Karena pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Jawa Timur yang telah berhasil melintasi sejarah panjang ratusan tahun lamanya. Jika Pesantren Bangkit, Jatim Bangkit.

 

* Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember dan Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember.

- Advertisement -

Komitmen Gubernur Khofifah terhadap pendidikan, selain fokus terhadap pengembangan pendidikan secara umum, konsentrasi juga difokuskan pada pengembangan pesantren. Banyak kebijakan yang dilakukan terhadap pengembangan pesantren, seperti pendidikan ketrampilan di pesantren, kebijakan One Pesantren One Product (OPOP) sehingga setiap pesantren mitra bisa melahirkan produk unggulan yang menjadi kekhasan produk pesantren.

Kebijakan Gubernur Khofifah juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan Ma’had Aly yang relevan dan terakreditasi, seperti Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Beasiswa S-1 Ma’had Aly dengan melibatkan seluruh Ma’had Aly yang sudah memperoleh Penilaian Akreditasi dari Kementerian Agama.

Selain itu, ada program beasiswa melanjutkan studi S-1 di Universitas Al-Azhar Mesir hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang sumber inputnya berasal dari lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya, Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah berbasis pesantren. Sudah barang pasti bahwa semua peluang beasiswa tersebut diperoleh secara selektif, karena yang diharapkan adalah memberikan peluang secara kompetitif bagi generasi muda terbaik Jawa Timur.

Sebagai catatan, pada tahun akademik 2021/2022 tercatat ada 1.285 mahasiswa dan mahasantri asal Jawa Timur yang melanjutkan studi dengan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antara mereka tercatat 510 mahasiswa yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) PTKI, 425 mahasantri yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) Ma’had Aly, dan ada 320 mahasiswa yang sedang belajar di 16 program magister (S-2) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa Timur. Juga tercatat 30 mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Semoga semua berhasil untuk keberhasilan Jawa Timur.

Kenapa pesantren jadi fokus perhatian? Karena pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Jawa Timur yang telah berhasil melintasi sejarah panjang ratusan tahun lamanya. Jika Pesantren Bangkit, Jatim Bangkit.

 

* Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember dan Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember.

Komitmen Gubernur Khofifah terhadap pendidikan, selain fokus terhadap pengembangan pendidikan secara umum, konsentrasi juga difokuskan pada pengembangan pesantren. Banyak kebijakan yang dilakukan terhadap pengembangan pesantren, seperti pendidikan ketrampilan di pesantren, kebijakan One Pesantren One Product (OPOP) sehingga setiap pesantren mitra bisa melahirkan produk unggulan yang menjadi kekhasan produk pesantren.

Kebijakan Gubernur Khofifah juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan Ma’had Aly yang relevan dan terakreditasi, seperti Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Beasiswa S-1 Ma’had Aly dengan melibatkan seluruh Ma’had Aly yang sudah memperoleh Penilaian Akreditasi dari Kementerian Agama.

Selain itu, ada program beasiswa melanjutkan studi S-1 di Universitas Al-Azhar Mesir hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang sumber inputnya berasal dari lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya, Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah berbasis pesantren. Sudah barang pasti bahwa semua peluang beasiswa tersebut diperoleh secara selektif, karena yang diharapkan adalah memberikan peluang secara kompetitif bagi generasi muda terbaik Jawa Timur.

Sebagai catatan, pada tahun akademik 2021/2022 tercatat ada 1.285 mahasiswa dan mahasantri asal Jawa Timur yang melanjutkan studi dengan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antara mereka tercatat 510 mahasiswa yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) PTKI, 425 mahasantri yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) Ma’had Aly, dan ada 320 mahasiswa yang sedang belajar di 16 program magister (S-2) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa Timur. Juga tercatat 30 mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Semoga semua berhasil untuk keberhasilan Jawa Timur.

Kenapa pesantren jadi fokus perhatian? Karena pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Jawa Timur yang telah berhasil melintasi sejarah panjang ratusan tahun lamanya. Jika Pesantren Bangkit, Jatim Bangkit.

 

* Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember dan Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/