23.5 C
Jember
Saturday, 25 March 2023

Pesantren Bangkit Jatim Bangkit

Mobile_AP_Rectangle 1

DINILAI memiliki komitmen kuat pada dunia pendidikan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan. Sebelum anugerah diberikan, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan baik bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun jejak digital.

“Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Jawa Timur, meskipun beliau sebagai gubernur telah menerima sekitar 120 penghargaan baik nasional maupun internasional. Semoga anugerah ini bisa menambah semangat Ibu dalam mendarmabaktikan diri bagi bumi pertiwi, khsususnya di Jawa Timur,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI tingkat nasional Tahun 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu (4/12).

Atas penghargaan tersebut, Khofifah mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh warga Jawa Timur khususnya para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan atas kerja keras dan dedikasinya untuk pendidikan Jawa Timur. Oleh karenanya, ia senantiasa mendoakan agar para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan selalu sehat, kuat, dan semangat dalam menjalankan tugas mendidik anak bangsa. “Setiap peringatan Hari Guru Nasional, saya tak akan pernah mengawali selain dengan mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan dedikasi bapak/ibu guru semua. Terima kasih telah membaktikan hidup untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, dan penghargaan ini tentunya juga saya dedikasikan untuk seluruh guru di Jatim,” kata Khofifah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gubernur Khofifah menyatakan, berbagai upaya dalam bidang pendidikan terus dilakukan, hasilnya berbuah prestasi di bidang pendidikan. Di tahun 2021 berhasil menjadi provinsi yang siswanya terbanyak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Baik melalui jalur reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Tahun 2021 Provinsi Jatim juga berhasil keluar sebagai juara umum Kompetisi Sains Nasional (KSN) seperti halnya juara umum di tahun 2020. KSN adalah event yang digelar Pusat Prestasi Nasional (PPN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan merupakan ajang yang sangat bergengsi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Selain itu, Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi dalam Penilaian Indeks Kinerja Urusan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Kemendagri (Moh Ali Kuncoro, 4 Desember 2021).

Sejak awal, menarik direnungkan dan diapresiasi, pernyataan Gubernur Khofifah ketika menyampaikan Nota Keuangan untuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Jatim Tahun 2021 pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur Senin, 16 November 2020, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa alokasi terbesar RAPBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 (51,74 persen) diperuntukkan sektor pendidikan di Jawa Timur.

Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar pendidikan dialokasikan untuk Dinas Pendidikan (11,868 triliun rupiah, sekitar 51,74 persen) dari belanja perangkat daerah pada RAPBD 2021. Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa angka 51,74 persen itu diprioritaskan untuk peningkatan layanan mutu pendidikan di Jawa Timur, di antaranya Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), honorarium kinerja guru non-PNS, pembangunan/perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, serta untuk Bantuan Operasional Daerah untuk Lembaga Madrasah Diniyah (Bosda Madin). Tujuannya untuk meringankan beban biaya operasional sekolah bagi peserta didik pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat.

Angka 51,74 persen tentulah bukan angka sedikit, tapi angka yang spektakuler dan sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Gubernur Khofifah untuk pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan, sebab dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia hasil amandemen ke-4, Pasal 31 ayat (4) dinyatakan bahwa: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”.

Komitmen Gubernur Khofifah terhadap pendidikan, selain fokus terhadap pengembangan pendidikan secara umum, konsentrasi juga difokuskan pada pengembangan pesantren. Banyak kebijakan yang dilakukan terhadap pengembangan pesantren, seperti pendidikan ketrampilan di pesantren, kebijakan One Pesantren One Product (OPOP) sehingga setiap pesantren mitra bisa melahirkan produk unggulan yang menjadi kekhasan produk pesantren.

Kebijakan Gubernur Khofifah juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan Ma’had Aly yang relevan dan terakreditasi, seperti Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Beasiswa S-1 Ma’had Aly dengan melibatkan seluruh Ma’had Aly yang sudah memperoleh Penilaian Akreditasi dari Kementerian Agama.

Selain itu, ada program beasiswa melanjutkan studi S-1 di Universitas Al-Azhar Mesir hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang sumber inputnya berasal dari lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya, Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah berbasis pesantren. Sudah barang pasti bahwa semua peluang beasiswa tersebut diperoleh secara selektif, karena yang diharapkan adalah memberikan peluang secara kompetitif bagi generasi muda terbaik Jawa Timur.

Sebagai catatan, pada tahun akademik 2021/2022 tercatat ada 1.285 mahasiswa dan mahasantri asal Jawa Timur yang melanjutkan studi dengan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antara mereka tercatat 510 mahasiswa yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) PTKI, 425 mahasantri yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) Ma’had Aly, dan ada 320 mahasiswa yang sedang belajar di 16 program magister (S-2) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa Timur. Juga tercatat 30 mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Semoga semua berhasil untuk keberhasilan Jawa Timur.

Kenapa pesantren jadi fokus perhatian? Karena pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Jawa Timur yang telah berhasil melintasi sejarah panjang ratusan tahun lamanya. Jika Pesantren Bangkit, Jatim Bangkit.

 

* Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember dan Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember.

- Advertisement -

DINILAI memiliki komitmen kuat pada dunia pendidikan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan. Sebelum anugerah diberikan, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan baik bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun jejak digital.

“Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Jawa Timur, meskipun beliau sebagai gubernur telah menerima sekitar 120 penghargaan baik nasional maupun internasional. Semoga anugerah ini bisa menambah semangat Ibu dalam mendarmabaktikan diri bagi bumi pertiwi, khsususnya di Jawa Timur,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI tingkat nasional Tahun 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu (4/12).

Atas penghargaan tersebut, Khofifah mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh warga Jawa Timur khususnya para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan atas kerja keras dan dedikasinya untuk pendidikan Jawa Timur. Oleh karenanya, ia senantiasa mendoakan agar para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan selalu sehat, kuat, dan semangat dalam menjalankan tugas mendidik anak bangsa. “Setiap peringatan Hari Guru Nasional, saya tak akan pernah mengawali selain dengan mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan dedikasi bapak/ibu guru semua. Terima kasih telah membaktikan hidup untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, dan penghargaan ini tentunya juga saya dedikasikan untuk seluruh guru di Jatim,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah menyatakan, berbagai upaya dalam bidang pendidikan terus dilakukan, hasilnya berbuah prestasi di bidang pendidikan. Di tahun 2021 berhasil menjadi provinsi yang siswanya terbanyak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Baik melalui jalur reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Tahun 2021 Provinsi Jatim juga berhasil keluar sebagai juara umum Kompetisi Sains Nasional (KSN) seperti halnya juara umum di tahun 2020. KSN adalah event yang digelar Pusat Prestasi Nasional (PPN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan merupakan ajang yang sangat bergengsi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Selain itu, Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi dalam Penilaian Indeks Kinerja Urusan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Kemendagri (Moh Ali Kuncoro, 4 Desember 2021).

Sejak awal, menarik direnungkan dan diapresiasi, pernyataan Gubernur Khofifah ketika menyampaikan Nota Keuangan untuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Jatim Tahun 2021 pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur Senin, 16 November 2020, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa alokasi terbesar RAPBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 (51,74 persen) diperuntukkan sektor pendidikan di Jawa Timur.

Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar pendidikan dialokasikan untuk Dinas Pendidikan (11,868 triliun rupiah, sekitar 51,74 persen) dari belanja perangkat daerah pada RAPBD 2021. Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa angka 51,74 persen itu diprioritaskan untuk peningkatan layanan mutu pendidikan di Jawa Timur, di antaranya Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), honorarium kinerja guru non-PNS, pembangunan/perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, serta untuk Bantuan Operasional Daerah untuk Lembaga Madrasah Diniyah (Bosda Madin). Tujuannya untuk meringankan beban biaya operasional sekolah bagi peserta didik pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat.

Angka 51,74 persen tentulah bukan angka sedikit, tapi angka yang spektakuler dan sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Gubernur Khofifah untuk pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan, sebab dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia hasil amandemen ke-4, Pasal 31 ayat (4) dinyatakan bahwa: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”.

Komitmen Gubernur Khofifah terhadap pendidikan, selain fokus terhadap pengembangan pendidikan secara umum, konsentrasi juga difokuskan pada pengembangan pesantren. Banyak kebijakan yang dilakukan terhadap pengembangan pesantren, seperti pendidikan ketrampilan di pesantren, kebijakan One Pesantren One Product (OPOP) sehingga setiap pesantren mitra bisa melahirkan produk unggulan yang menjadi kekhasan produk pesantren.

Kebijakan Gubernur Khofifah juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan Ma’had Aly yang relevan dan terakreditasi, seperti Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Beasiswa S-1 Ma’had Aly dengan melibatkan seluruh Ma’had Aly yang sudah memperoleh Penilaian Akreditasi dari Kementerian Agama.

Selain itu, ada program beasiswa melanjutkan studi S-1 di Universitas Al-Azhar Mesir hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang sumber inputnya berasal dari lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya, Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah berbasis pesantren. Sudah barang pasti bahwa semua peluang beasiswa tersebut diperoleh secara selektif, karena yang diharapkan adalah memberikan peluang secara kompetitif bagi generasi muda terbaik Jawa Timur.

Sebagai catatan, pada tahun akademik 2021/2022 tercatat ada 1.285 mahasiswa dan mahasantri asal Jawa Timur yang melanjutkan studi dengan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antara mereka tercatat 510 mahasiswa yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) PTKI, 425 mahasantri yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) Ma’had Aly, dan ada 320 mahasiswa yang sedang belajar di 16 program magister (S-2) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa Timur. Juga tercatat 30 mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Semoga semua berhasil untuk keberhasilan Jawa Timur.

Kenapa pesantren jadi fokus perhatian? Karena pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Jawa Timur yang telah berhasil melintasi sejarah panjang ratusan tahun lamanya. Jika Pesantren Bangkit, Jatim Bangkit.

 

* Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember dan Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember.

DINILAI memiliki komitmen kuat pada dunia pendidikan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan. Sebelum anugerah diberikan, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan baik bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun jejak digital.

“Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Jawa Timur, meskipun beliau sebagai gubernur telah menerima sekitar 120 penghargaan baik nasional maupun internasional. Semoga anugerah ini bisa menambah semangat Ibu dalam mendarmabaktikan diri bagi bumi pertiwi, khsususnya di Jawa Timur,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI tingkat nasional Tahun 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu (4/12).

Atas penghargaan tersebut, Khofifah mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh warga Jawa Timur khususnya para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan atas kerja keras dan dedikasinya untuk pendidikan Jawa Timur. Oleh karenanya, ia senantiasa mendoakan agar para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan selalu sehat, kuat, dan semangat dalam menjalankan tugas mendidik anak bangsa. “Setiap peringatan Hari Guru Nasional, saya tak akan pernah mengawali selain dengan mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan dedikasi bapak/ibu guru semua. Terima kasih telah membaktikan hidup untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, dan penghargaan ini tentunya juga saya dedikasikan untuk seluruh guru di Jatim,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah menyatakan, berbagai upaya dalam bidang pendidikan terus dilakukan, hasilnya berbuah prestasi di bidang pendidikan. Di tahun 2021 berhasil menjadi provinsi yang siswanya terbanyak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Baik melalui jalur reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Tahun 2021 Provinsi Jatim juga berhasil keluar sebagai juara umum Kompetisi Sains Nasional (KSN) seperti halnya juara umum di tahun 2020. KSN adalah event yang digelar Pusat Prestasi Nasional (PPN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan merupakan ajang yang sangat bergengsi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Selain itu, Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi dalam Penilaian Indeks Kinerja Urusan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Kemendagri (Moh Ali Kuncoro, 4 Desember 2021).

Sejak awal, menarik direnungkan dan diapresiasi, pernyataan Gubernur Khofifah ketika menyampaikan Nota Keuangan untuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Jatim Tahun 2021 pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur Senin, 16 November 2020, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa alokasi terbesar RAPBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 (51,74 persen) diperuntukkan sektor pendidikan di Jawa Timur.

Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar pendidikan dialokasikan untuk Dinas Pendidikan (11,868 triliun rupiah, sekitar 51,74 persen) dari belanja perangkat daerah pada RAPBD 2021. Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa angka 51,74 persen itu diprioritaskan untuk peningkatan layanan mutu pendidikan di Jawa Timur, di antaranya Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), honorarium kinerja guru non-PNS, pembangunan/perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, serta untuk Bantuan Operasional Daerah untuk Lembaga Madrasah Diniyah (Bosda Madin). Tujuannya untuk meringankan beban biaya operasional sekolah bagi peserta didik pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat.

Angka 51,74 persen tentulah bukan angka sedikit, tapi angka yang spektakuler dan sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Gubernur Khofifah untuk pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan, sebab dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia hasil amandemen ke-4, Pasal 31 ayat (4) dinyatakan bahwa: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”.

Komitmen Gubernur Khofifah terhadap pendidikan, selain fokus terhadap pengembangan pendidikan secara umum, konsentrasi juga difokuskan pada pengembangan pesantren. Banyak kebijakan yang dilakukan terhadap pengembangan pesantren, seperti pendidikan ketrampilan di pesantren, kebijakan One Pesantren One Product (OPOP) sehingga setiap pesantren mitra bisa melahirkan produk unggulan yang menjadi kekhasan produk pesantren.

Kebijakan Gubernur Khofifah juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur melalui program kemitraan dengan perguruan tinggi dan Ma’had Aly yang relevan dan terakreditasi, seperti Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah Diniyah Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2), Beasiswa S-1 Ma’had Aly dengan melibatkan seluruh Ma’had Aly yang sudah memperoleh Penilaian Akreditasi dari Kementerian Agama.

Selain itu, ada program beasiswa melanjutkan studi S-1 di Universitas Al-Azhar Mesir hasil kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang sumber inputnya berasal dari lulusan Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya, Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah berbasis pesantren. Sudah barang pasti bahwa semua peluang beasiswa tersebut diperoleh secara selektif, karena yang diharapkan adalah memberikan peluang secara kompetitif bagi generasi muda terbaik Jawa Timur.

Sebagai catatan, pada tahun akademik 2021/2022 tercatat ada 1.285 mahasiswa dan mahasantri asal Jawa Timur yang melanjutkan studi dengan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di antara mereka tercatat 510 mahasiswa yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) PTKI, 425 mahasantri yang sedang belajar di 17 program sarjana (S-1) Ma’had Aly, dan ada 320 mahasiswa yang sedang belajar di 16 program magister (S-2) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Jawa Timur. Juga tercatat 30 mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Semoga semua berhasil untuk keberhasilan Jawa Timur.

Kenapa pesantren jadi fokus perhatian? Karena pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Jawa Timur yang telah berhasil melintasi sejarah panjang ratusan tahun lamanya. Jika Pesantren Bangkit, Jatim Bangkit.

 

* Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember dan Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca