alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Pendidikan Agama Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional (2-habis)

Mobile_AP_Rectangle 1

Jika kita merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003 dan UU Nomor 18 Tahun 2019, yang kemudian ditindak lanjuti dengan aturan lebih operasional berupa Nomor 82 Tahun 2021, PMA Nomor 30 Tahun 2020, PMA Nomor 31 Tahun 2020 dan PMA Nomor 32 Tahun 2020, maka akan kita pahami bahwa dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia sebenarnya sudah berkembang tiga sistem pendidikan. Pertama, sistem pendidikan sekolah umum; kedua, sistem pendidikan sekolah umum berciri khas agama Islam; dan ketiga, sistem pendidikan pesantren. Ketiga peta kelembagaan pendidikan tersebut bukan sekadar berbeda nama, tetapi memang benar-benar memiliki karakteristik yang berbeda dari segi filosofi, kurikulum, dan institusinya.

Sistem pendidikan sekolah umum mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, seperti SD dan yang sederajat, SMP dan yang sederajat, SMA/SMK dan yang sederajat, dan perguruan tinggi yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik, akademi komunitas, dan sebagainya.

Sistem pendidikan sekolah umum berciri khas agama Islam yang era sebelumnya dikenal madrasah mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, seperti madrasah ibtidaiyah dan yang sederajat, madrasah tsanawiyah dan yang sederajat, madrasah aliyah dan yang sederajat, dan perguruan tinggi keagamaan Islam yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sistem pendidikan pesantren, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, seperti Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Ula, SPM Wustha, dan SPM Ulya, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, PDF Wustha, dan PDF Ulya serta sistem pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi adalah Ma’had Aly.

Pendidikan Mu’adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasat Islamiyah dengan pola pendidikan mu’allimin secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 5; PMA 31/2020, pasal 1 poin 6). Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 6; PMA 31/2020, pasal 1 poin 7). Sedang Ma’had Aly adalah pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pesantren dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kajian keIslaman sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 7; PMA 31/2020, pasal 1 poin 8; PMA 32/2020, pasal 1 poin 4).

- Advertisement -

Jika kita merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003 dan UU Nomor 18 Tahun 2019, yang kemudian ditindak lanjuti dengan aturan lebih operasional berupa Nomor 82 Tahun 2021, PMA Nomor 30 Tahun 2020, PMA Nomor 31 Tahun 2020 dan PMA Nomor 32 Tahun 2020, maka akan kita pahami bahwa dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia sebenarnya sudah berkembang tiga sistem pendidikan. Pertama, sistem pendidikan sekolah umum; kedua, sistem pendidikan sekolah umum berciri khas agama Islam; dan ketiga, sistem pendidikan pesantren. Ketiga peta kelembagaan pendidikan tersebut bukan sekadar berbeda nama, tetapi memang benar-benar memiliki karakteristik yang berbeda dari segi filosofi, kurikulum, dan institusinya.

Sistem pendidikan sekolah umum mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, seperti SD dan yang sederajat, SMP dan yang sederajat, SMA/SMK dan yang sederajat, dan perguruan tinggi yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik, akademi komunitas, dan sebagainya.

Sistem pendidikan sekolah umum berciri khas agama Islam yang era sebelumnya dikenal madrasah mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, seperti madrasah ibtidaiyah dan yang sederajat, madrasah tsanawiyah dan yang sederajat, madrasah aliyah dan yang sederajat, dan perguruan tinggi keagamaan Islam yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi.

Sistem pendidikan pesantren, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, seperti Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Ula, SPM Wustha, dan SPM Ulya, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, PDF Wustha, dan PDF Ulya serta sistem pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi adalah Ma’had Aly.

Pendidikan Mu’adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasat Islamiyah dengan pola pendidikan mu’allimin secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 5; PMA 31/2020, pasal 1 poin 6). Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 6; PMA 31/2020, pasal 1 poin 7). Sedang Ma’had Aly adalah pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pesantren dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kajian keIslaman sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 7; PMA 31/2020, pasal 1 poin 8; PMA 32/2020, pasal 1 poin 4).

Jika kita merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2003 dan UU Nomor 18 Tahun 2019, yang kemudian ditindak lanjuti dengan aturan lebih operasional berupa Nomor 82 Tahun 2021, PMA Nomor 30 Tahun 2020, PMA Nomor 31 Tahun 2020 dan PMA Nomor 32 Tahun 2020, maka akan kita pahami bahwa dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia sebenarnya sudah berkembang tiga sistem pendidikan. Pertama, sistem pendidikan sekolah umum; kedua, sistem pendidikan sekolah umum berciri khas agama Islam; dan ketiga, sistem pendidikan pesantren. Ketiga peta kelembagaan pendidikan tersebut bukan sekadar berbeda nama, tetapi memang benar-benar memiliki karakteristik yang berbeda dari segi filosofi, kurikulum, dan institusinya.

Sistem pendidikan sekolah umum mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, seperti SD dan yang sederajat, SMP dan yang sederajat, SMA/SMK dan yang sederajat, dan perguruan tinggi yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik, akademi komunitas, dan sebagainya.

Sistem pendidikan sekolah umum berciri khas agama Islam yang era sebelumnya dikenal madrasah mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, seperti madrasah ibtidaiyah dan yang sederajat, madrasah tsanawiyah dan yang sederajat, madrasah aliyah dan yang sederajat, dan perguruan tinggi keagamaan Islam yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi.

Sistem pendidikan pesantren, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, seperti Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Ula, SPM Wustha, dan SPM Ulya, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, PDF Wustha, dan PDF Ulya serta sistem pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi adalah Ma’had Aly.

Pendidikan Mu’adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasat Islamiyah dengan pola pendidikan mu’allimin secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 5; PMA 31/2020, pasal 1 poin 6). Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 6; PMA 31/2020, pasal 1 poin 7). Sedang Ma’had Aly adalah pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pesantren dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kajian keIslaman sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur (UU 18/2019, pasal 1 poin 7; PMA 31/2020, pasal 1 poin 8; PMA 32/2020, pasal 1 poin 4).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/