alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

MUI Jatim: Sebuah Catatan Kinerja

Prof Dr H Abd Halim Soebahar, MA. *)

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- DALAM sejarah hidup kami, tercatat pernah 30 tahun (1991 sampai Maret 2021) mengabdi sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, mulai sebagai sekretaris umum, ketua, sampai ketua umum. Kami bahagia diberi kesempatan berkhidmat bersama-sama para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim, karena pengurusnya mengabdi tanpa pamrih, tersedia maupun tidak tersedia anggaran dari pemerintah kabupaten, sinergi terus berjalan dan khidmat untuk kemaslahatan umat tetap terlaksana dengan baik.

Kini, kami diberi amanah sebagai Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur hasil musyawarah daerah yang diselenggarakan di Hotel Swiss-Belin, Gedangan, Sidoarjo, tanggal 22–23 Desember 2020, mendampingi KH Muhammad Hasan Mutawakkil ‘Alallah, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tentang Susunan dan Personalis Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020­–2025 Nomor Kep-41/DP-MUI/I/2020 tertanggal 11 Januari 2021. Selanjutnya, dikukuhkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada tanggal 15 Februari 2021

Susunan dan Personalia Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020–2025, mungkin terkesan gemuk dibanding kepengurusan MUI di provinsi lain di Indonesia, belum tercantumkan susunan pengurus badan, lembaga, dan komisi. Tetapi sangat dirasakan kebersamaannya, sehingga beratnya tanggung jawab kepengurusan terasa ringan karena iklim kebersamaan tersebut. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan adalah Dra Hj Khofifah Indar Parawansa Msi, Wakil Ketua H Emil Elistianto Dardak PhD, KH Agus Ali Masyhuri, KH Abdusshomad Bukhori, Drs H Syaifullah Yusuf, KH Marzuki Mustamar MAg, Dr KH Saad Ibrahim, Dr H Ahmad Sayadi, Sekretaris Dr dr H Sukadiono, Wakil Sekretaris KH Athoillah Salahuddin, Anggota KH Anwar Mansur, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Nawawi A Jalil, KH Zuhri Zaini, KH Nurul Huda Jazuli, Prof Dr I H Muhammad Nuh DEA, Prof Dr H M Ridlwan Nasir, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, KH Abdus Salam Shochib, KHR Fakhrillah Aschal, KH Ubaidillah Fakih, KH Hasim Abbas, Prof Dr H Ahmad Patoni MAg.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam struktur dewan pimpinan yakni Ketua Umum KH Muh Hasan Mutawakkil Alallah SH MM, didampingi dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA dan Prof Dr Thohir Luth MA. Didampingi 12 ketua-ketua yakni Drs KH Syafruddin Syarif, Dr KH M Sujak MAg, Drs KH Abdurrahman Navis Lc, KH Nuruddin Abdurrahman SH, Drs KH Ahsanul Haq MPdI, Drs KH M Roziqi MM, Drs Nyai Hj Masruroh Wahid MSi, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin MHI, Prof Dr KH Ali Maschan Moesa MSi, Nurcholish Huda MSio, Prof HM Mas’ud Said PhD, H Ainul Yaqin SSi MSi Apt. Sekretaris Umum Prof Akh Muzakki MAg Grand Dip SEA MPhil PhD didampingi tujuh sekretaris yakni Dr HM Hasan Ubaidillah SHI MSi, Dr H Husnjul Marom MHi, dr H Hidayatullah SpS, Dr H Robith Fuadi MThI, Nur Fauzi SHum MPd, Dra Hj Faridatul Hanum MKomI dan Dr Lia Istifhama SSos SHI MEi. Sedangkan Bendahara Umum H Rosidi SE didampingi dua bendahara yakni Drs H Saifuddin Zuhri MPdI dan Drs Abdul Mujib Hasyim MPdI.

Beberapa fungsi dan tujuan utama MUI yang harus dipahami bersama, sesuai Pedoman Dasar MUI, pasal 4, bahwa fungsi MUI adalah: (1) Sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang islami, (2) Sebagai wadah silaturahmi para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim untuk mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam dan menggalang ukhuwah islamiyah, (3) Sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antarumat beragama, (4) Sebagai pemberi fatwa kepada umat Islam dan pemerintah, baik diminta maupun tidak diminta. Sedang tujuan MUI termaktub pada pasal 5, MUI bertujuan untuk terwujudnya masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), dan negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniyah dan jasmaniyah yang diridai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Pada acara Ta’aruf dan Ekspose Program Kerja MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020-2025 yang diselenggarakan di Hotel Singgasana Surabaya, Sabtu 10 April 2021, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur memberikan arahan yang intinya agar fokus pada tiga program prioritas yang menjadi kewajiban MUI Jawa Timur. Pertama, peningkatan kehidupan keagamaan masyarakat, yang tidak semakin mudah akan tetapi semakin banyak tantangan. Kedua, pengembangan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, dituntut sinergi dari berbagai komisi, badan dan lembaga di MUI Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan ketiga, penguatan ekosistem industri halal, program ini sebagai tindak lanjut inisiasi Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya, pada acara rapat kerja daerah dan buka bersama Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur di Hotel Shangri La, Surabaya, Sabtu 1 Mei 2021, yang dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, Ketua Dewan Pertimbangan dan anggota, seluruh Dewan Pengurus dan Kepala Badan, Lembaga dan Komisi MUI Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, disepakati bahwa meskipun dunia, khususnya Indonesia sedang dilanda Pandemi Covid-19, tetapi MUI harus tetap hadir di tengah masyarakat. MUI harus tetap memberikan panduan, pencerahan, dan solusi atas problem yang dihadapi masyarakat, dan terus berkhidmat untuk kemaslahatan masyarakat, diminta ataupun tidak diminta.

Sependek pengetahuan kami, Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur benar-benar hadir dalam dinamika masyarakat, memberi panduan dan pencerahan kepada masyarakat melalui fatwa-fatwanya, tausiahnya dan kajian-kajian keagamaan serta keilmuannya yang terasa memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga setiap Jumat malam selalu menjadi malam spesial yang selalu kami nantikan untuk menyimak Webinar serial yang dikoordinasi oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur. MUI Jawa Timur tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- DALAM sejarah hidup kami, tercatat pernah 30 tahun (1991 sampai Maret 2021) mengabdi sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, mulai sebagai sekretaris umum, ketua, sampai ketua umum. Kami bahagia diberi kesempatan berkhidmat bersama-sama para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim, karena pengurusnya mengabdi tanpa pamrih, tersedia maupun tidak tersedia anggaran dari pemerintah kabupaten, sinergi terus berjalan dan khidmat untuk kemaslahatan umat tetap terlaksana dengan baik.

Kini, kami diberi amanah sebagai Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur hasil musyawarah daerah yang diselenggarakan di Hotel Swiss-Belin, Gedangan, Sidoarjo, tanggal 22–23 Desember 2020, mendampingi KH Muhammad Hasan Mutawakkil ‘Alallah, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tentang Susunan dan Personalis Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020­–2025 Nomor Kep-41/DP-MUI/I/2020 tertanggal 11 Januari 2021. Selanjutnya, dikukuhkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada tanggal 15 Februari 2021

Susunan dan Personalia Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020–2025, mungkin terkesan gemuk dibanding kepengurusan MUI di provinsi lain di Indonesia, belum tercantumkan susunan pengurus badan, lembaga, dan komisi. Tetapi sangat dirasakan kebersamaannya, sehingga beratnya tanggung jawab kepengurusan terasa ringan karena iklim kebersamaan tersebut. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan adalah Dra Hj Khofifah Indar Parawansa Msi, Wakil Ketua H Emil Elistianto Dardak PhD, KH Agus Ali Masyhuri, KH Abdusshomad Bukhori, Drs H Syaifullah Yusuf, KH Marzuki Mustamar MAg, Dr KH Saad Ibrahim, Dr H Ahmad Sayadi, Sekretaris Dr dr H Sukadiono, Wakil Sekretaris KH Athoillah Salahuddin, Anggota KH Anwar Mansur, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Nawawi A Jalil, KH Zuhri Zaini, KH Nurul Huda Jazuli, Prof Dr I H Muhammad Nuh DEA, Prof Dr H M Ridlwan Nasir, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, KH Abdus Salam Shochib, KHR Fakhrillah Aschal, KH Ubaidillah Fakih, KH Hasim Abbas, Prof Dr H Ahmad Patoni MAg.

Dalam struktur dewan pimpinan yakni Ketua Umum KH Muh Hasan Mutawakkil Alallah SH MM, didampingi dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA dan Prof Dr Thohir Luth MA. Didampingi 12 ketua-ketua yakni Drs KH Syafruddin Syarif, Dr KH M Sujak MAg, Drs KH Abdurrahman Navis Lc, KH Nuruddin Abdurrahman SH, Drs KH Ahsanul Haq MPdI, Drs KH M Roziqi MM, Drs Nyai Hj Masruroh Wahid MSi, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin MHI, Prof Dr KH Ali Maschan Moesa MSi, Nurcholish Huda MSio, Prof HM Mas’ud Said PhD, H Ainul Yaqin SSi MSi Apt. Sekretaris Umum Prof Akh Muzakki MAg Grand Dip SEA MPhil PhD didampingi tujuh sekretaris yakni Dr HM Hasan Ubaidillah SHI MSi, Dr H Husnjul Marom MHi, dr H Hidayatullah SpS, Dr H Robith Fuadi MThI, Nur Fauzi SHum MPd, Dra Hj Faridatul Hanum MKomI dan Dr Lia Istifhama SSos SHI MEi. Sedangkan Bendahara Umum H Rosidi SE didampingi dua bendahara yakni Drs H Saifuddin Zuhri MPdI dan Drs Abdul Mujib Hasyim MPdI.

Beberapa fungsi dan tujuan utama MUI yang harus dipahami bersama, sesuai Pedoman Dasar MUI, pasal 4, bahwa fungsi MUI adalah: (1) Sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang islami, (2) Sebagai wadah silaturahmi para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim untuk mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam dan menggalang ukhuwah islamiyah, (3) Sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antarumat beragama, (4) Sebagai pemberi fatwa kepada umat Islam dan pemerintah, baik diminta maupun tidak diminta. Sedang tujuan MUI termaktub pada pasal 5, MUI bertujuan untuk terwujudnya masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), dan negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniyah dan jasmaniyah yang diridai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Pada acara Ta’aruf dan Ekspose Program Kerja MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020-2025 yang diselenggarakan di Hotel Singgasana Surabaya, Sabtu 10 April 2021, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur memberikan arahan yang intinya agar fokus pada tiga program prioritas yang menjadi kewajiban MUI Jawa Timur. Pertama, peningkatan kehidupan keagamaan masyarakat, yang tidak semakin mudah akan tetapi semakin banyak tantangan. Kedua, pengembangan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, dituntut sinergi dari berbagai komisi, badan dan lembaga di MUI Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan ketiga, penguatan ekosistem industri halal, program ini sebagai tindak lanjut inisiasi Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya, pada acara rapat kerja daerah dan buka bersama Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur di Hotel Shangri La, Surabaya, Sabtu 1 Mei 2021, yang dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, Ketua Dewan Pertimbangan dan anggota, seluruh Dewan Pengurus dan Kepala Badan, Lembaga dan Komisi MUI Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, disepakati bahwa meskipun dunia, khususnya Indonesia sedang dilanda Pandemi Covid-19, tetapi MUI harus tetap hadir di tengah masyarakat. MUI harus tetap memberikan panduan, pencerahan, dan solusi atas problem yang dihadapi masyarakat, dan terus berkhidmat untuk kemaslahatan masyarakat, diminta ataupun tidak diminta.

Sependek pengetahuan kami, Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur benar-benar hadir dalam dinamika masyarakat, memberi panduan dan pencerahan kepada masyarakat melalui fatwa-fatwanya, tausiahnya dan kajian-kajian keagamaan serta keilmuannya yang terasa memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga setiap Jumat malam selalu menjadi malam spesial yang selalu kami nantikan untuk menyimak Webinar serial yang dikoordinasi oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur. MUI Jawa Timur tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- DALAM sejarah hidup kami, tercatat pernah 30 tahun (1991 sampai Maret 2021) mengabdi sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, mulai sebagai sekretaris umum, ketua, sampai ketua umum. Kami bahagia diberi kesempatan berkhidmat bersama-sama para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim, karena pengurusnya mengabdi tanpa pamrih, tersedia maupun tidak tersedia anggaran dari pemerintah kabupaten, sinergi terus berjalan dan khidmat untuk kemaslahatan umat tetap terlaksana dengan baik.

Kini, kami diberi amanah sebagai Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur hasil musyawarah daerah yang diselenggarakan di Hotel Swiss-Belin, Gedangan, Sidoarjo, tanggal 22–23 Desember 2020, mendampingi KH Muhammad Hasan Mutawakkil ‘Alallah, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tentang Susunan dan Personalis Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020­–2025 Nomor Kep-41/DP-MUI/I/2020 tertanggal 11 Januari 2021. Selanjutnya, dikukuhkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada tanggal 15 Februari 2021

Susunan dan Personalia Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020–2025, mungkin terkesan gemuk dibanding kepengurusan MUI di provinsi lain di Indonesia, belum tercantumkan susunan pengurus badan, lembaga, dan komisi. Tetapi sangat dirasakan kebersamaannya, sehingga beratnya tanggung jawab kepengurusan terasa ringan karena iklim kebersamaan tersebut. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan adalah Dra Hj Khofifah Indar Parawansa Msi, Wakil Ketua H Emil Elistianto Dardak PhD, KH Agus Ali Masyhuri, KH Abdusshomad Bukhori, Drs H Syaifullah Yusuf, KH Marzuki Mustamar MAg, Dr KH Saad Ibrahim, Dr H Ahmad Sayadi, Sekretaris Dr dr H Sukadiono, Wakil Sekretaris KH Athoillah Salahuddin, Anggota KH Anwar Mansur, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Nawawi A Jalil, KH Zuhri Zaini, KH Nurul Huda Jazuli, Prof Dr I H Muhammad Nuh DEA, Prof Dr H M Ridlwan Nasir, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, KH Abdus Salam Shochib, KHR Fakhrillah Aschal, KH Ubaidillah Fakih, KH Hasim Abbas, Prof Dr H Ahmad Patoni MAg.

Dalam struktur dewan pimpinan yakni Ketua Umum KH Muh Hasan Mutawakkil Alallah SH MM, didampingi dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA dan Prof Dr Thohir Luth MA. Didampingi 12 ketua-ketua yakni Drs KH Syafruddin Syarif, Dr KH M Sujak MAg, Drs KH Abdurrahman Navis Lc, KH Nuruddin Abdurrahman SH, Drs KH Ahsanul Haq MPdI, Drs KH M Roziqi MM, Drs Nyai Hj Masruroh Wahid MSi, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin MHI, Prof Dr KH Ali Maschan Moesa MSi, Nurcholish Huda MSio, Prof HM Mas’ud Said PhD, H Ainul Yaqin SSi MSi Apt. Sekretaris Umum Prof Akh Muzakki MAg Grand Dip SEA MPhil PhD didampingi tujuh sekretaris yakni Dr HM Hasan Ubaidillah SHI MSi, Dr H Husnjul Marom MHi, dr H Hidayatullah SpS, Dr H Robith Fuadi MThI, Nur Fauzi SHum MPd, Dra Hj Faridatul Hanum MKomI dan Dr Lia Istifhama SSos SHI MEi. Sedangkan Bendahara Umum H Rosidi SE didampingi dua bendahara yakni Drs H Saifuddin Zuhri MPdI dan Drs Abdul Mujib Hasyim MPdI.

Beberapa fungsi dan tujuan utama MUI yang harus dipahami bersama, sesuai Pedoman Dasar MUI, pasal 4, bahwa fungsi MUI adalah: (1) Sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang islami, (2) Sebagai wadah silaturahmi para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim untuk mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam dan menggalang ukhuwah islamiyah, (3) Sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antarumat beragama, (4) Sebagai pemberi fatwa kepada umat Islam dan pemerintah, baik diminta maupun tidak diminta. Sedang tujuan MUI termaktub pada pasal 5, MUI bertujuan untuk terwujudnya masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), dan negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniyah dan jasmaniyah yang diridai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Pada acara Ta’aruf dan Ekspose Program Kerja MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2020-2025 yang diselenggarakan di Hotel Singgasana Surabaya, Sabtu 10 April 2021, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur memberikan arahan yang intinya agar fokus pada tiga program prioritas yang menjadi kewajiban MUI Jawa Timur. Pertama, peningkatan kehidupan keagamaan masyarakat, yang tidak semakin mudah akan tetapi semakin banyak tantangan. Kedua, pengembangan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, dituntut sinergi dari berbagai komisi, badan dan lembaga di MUI Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan ketiga, penguatan ekosistem industri halal, program ini sebagai tindak lanjut inisiasi Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya, pada acara rapat kerja daerah dan buka bersama Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur di Hotel Shangri La, Surabaya, Sabtu 1 Mei 2021, yang dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, Ketua Dewan Pertimbangan dan anggota, seluruh Dewan Pengurus dan Kepala Badan, Lembaga dan Komisi MUI Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, disepakati bahwa meskipun dunia, khususnya Indonesia sedang dilanda Pandemi Covid-19, tetapi MUI harus tetap hadir di tengah masyarakat. MUI harus tetap memberikan panduan, pencerahan, dan solusi atas problem yang dihadapi masyarakat, dan terus berkhidmat untuk kemaslahatan masyarakat, diminta ataupun tidak diminta.

Sependek pengetahuan kami, Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur benar-benar hadir dalam dinamika masyarakat, memberi panduan dan pencerahan kepada masyarakat melalui fatwa-fatwanya, tausiahnya dan kajian-kajian keagamaan serta keilmuannya yang terasa memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga setiap Jumat malam selalu menjadi malam spesial yang selalu kami nantikan untuk menyimak Webinar serial yang dikoordinasi oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur. MUI Jawa Timur tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca