alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jawa Timur 2021, Konsisten Terbaik

Mobile_AP_Rectangle 1

SELAMA 2021, Jawa Timur dinilai sebagai provinsi yang konsisten terbaik, khususnya dilihat dari komitmen, kinerja, dan capaian prestasi bidang pendidikan dan sekaligus indeks kebahagiaan masyarakat Jawa Timur. Tulisan ini hanya akan mengemukakan lebih lanjut tiga hal. Pertama, komitmen Gubernur Khofifah yang memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Kedua, capaian kinerja dan prestasi bidang pendidikan. Ketiga, indeks kebahagiaan sebagai bagian dari ikhtiar menjamin kemaslahatan masyarakat Jawa Timur.

Penting kita renungkan kembali ketika menyampaikan Nota Keuangan untuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun 2021 pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur (Senin, 16 November 2020), Gubernur Khofifah menyatakan bahwa alokasi terbesar RAPBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 (51,74 persen) diperuntukkan bagi sektor pendidikan di Jawa Timur.

Siapa pun akan dengan mudah menilai bahwa angka 51,74 persen bukan angka sedikit, tetapi angka yang spektakuler sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Gubernur Khofifah untuk pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Meskipun dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia hasil amandemen ke-4, Pasal 31 ayat (4) dinyatakan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Akan tetapi, Gubernur Khofifah ingin agar pengembangan sumber daya manusia diprioritaskan karena implikasinya akan sangat signifikan untuk percepatan kemajuan masyarakat Jawa Timur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam konteks ini komitmen kuat Gubernur Khofifah tidak bisa dinafikan. Beliau selalu fokus mengawal gagasan-gagasannya. Selalu fokus bekerja untuk kemaslahatan masyarakatnya, tidak pernah menghitung jam kerja karena seringnya bekerja sampai larut malam, dan tidak mengenal hari libur karena Sabtu dan Ahad pun terus dimanfaatkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur. Gubernur Khofifah selalu menyatakan bahwa berbagai upaya dalam bidang pendidikan akan terus dilakukan.

Kedua, komitmen yang kuat telah menghasilkan capaian kinerja dan prestasi yang sangat membanggakan di bidang pendidikan. Akhir tahun 2021, Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi dalam penilaian indeks kinerja urusan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Gubernur Khofifah menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan. Sebelum anugerah diberikan, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan, baik bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun jejak digital. “Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Jawa Timur,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI tingkat nasional tahun 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu, 4 Desember 2021.

Pada akhir 2021, persentase realisasi Pendapatan APBD Tahun Anggaran 2021 Jawa Timur tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan angka 103,97 persen mengalahkan Provinsi Gorontalo 102,28 persen, Provinsi Jawa Barat 102,07 persen, Provinsi DKI Jakarta 101,07 persen, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 100,59 persen. Dengan prestasi ini Jawa Timur masih menyimpan beragam peluang untuk lebih berprestasi di masa depan, karena Jawa Timur ditetapkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif berdasarkan penilaian indeks inovasi daerah yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 002.6-5848 Tahun 2021 tertanggal 23 Desember 2021, sehingga Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021 kepada Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif. Capaian ini sekaligus menjadi kado akhir tahun yang sangat membanggakan sekaligus menjanjikan, karena Jawa Timur terus mengukir kreasi dan prestasi saat masih ditemukan 166 pemda yang kurang inovatif.

- Advertisement -

SELAMA 2021, Jawa Timur dinilai sebagai provinsi yang konsisten terbaik, khususnya dilihat dari komitmen, kinerja, dan capaian prestasi bidang pendidikan dan sekaligus indeks kebahagiaan masyarakat Jawa Timur. Tulisan ini hanya akan mengemukakan lebih lanjut tiga hal. Pertama, komitmen Gubernur Khofifah yang memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Kedua, capaian kinerja dan prestasi bidang pendidikan. Ketiga, indeks kebahagiaan sebagai bagian dari ikhtiar menjamin kemaslahatan masyarakat Jawa Timur.

Penting kita renungkan kembali ketika menyampaikan Nota Keuangan untuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun 2021 pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur (Senin, 16 November 2020), Gubernur Khofifah menyatakan bahwa alokasi terbesar RAPBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 (51,74 persen) diperuntukkan bagi sektor pendidikan di Jawa Timur.

Siapa pun akan dengan mudah menilai bahwa angka 51,74 persen bukan angka sedikit, tetapi angka yang spektakuler sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Gubernur Khofifah untuk pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Meskipun dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia hasil amandemen ke-4, Pasal 31 ayat (4) dinyatakan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Akan tetapi, Gubernur Khofifah ingin agar pengembangan sumber daya manusia diprioritaskan karena implikasinya akan sangat signifikan untuk percepatan kemajuan masyarakat Jawa Timur.

Dalam konteks ini komitmen kuat Gubernur Khofifah tidak bisa dinafikan. Beliau selalu fokus mengawal gagasan-gagasannya. Selalu fokus bekerja untuk kemaslahatan masyarakatnya, tidak pernah menghitung jam kerja karena seringnya bekerja sampai larut malam, dan tidak mengenal hari libur karena Sabtu dan Ahad pun terus dimanfaatkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur. Gubernur Khofifah selalu menyatakan bahwa berbagai upaya dalam bidang pendidikan akan terus dilakukan.

Kedua, komitmen yang kuat telah menghasilkan capaian kinerja dan prestasi yang sangat membanggakan di bidang pendidikan. Akhir tahun 2021, Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi dalam penilaian indeks kinerja urusan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Gubernur Khofifah menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan. Sebelum anugerah diberikan, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan, baik bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun jejak digital. “Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Jawa Timur,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI tingkat nasional tahun 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu, 4 Desember 2021.

Pada akhir 2021, persentase realisasi Pendapatan APBD Tahun Anggaran 2021 Jawa Timur tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan angka 103,97 persen mengalahkan Provinsi Gorontalo 102,28 persen, Provinsi Jawa Barat 102,07 persen, Provinsi DKI Jakarta 101,07 persen, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 100,59 persen. Dengan prestasi ini Jawa Timur masih menyimpan beragam peluang untuk lebih berprestasi di masa depan, karena Jawa Timur ditetapkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif berdasarkan penilaian indeks inovasi daerah yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 002.6-5848 Tahun 2021 tertanggal 23 Desember 2021, sehingga Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021 kepada Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif. Capaian ini sekaligus menjadi kado akhir tahun yang sangat membanggakan sekaligus menjanjikan, karena Jawa Timur terus mengukir kreasi dan prestasi saat masih ditemukan 166 pemda yang kurang inovatif.

SELAMA 2021, Jawa Timur dinilai sebagai provinsi yang konsisten terbaik, khususnya dilihat dari komitmen, kinerja, dan capaian prestasi bidang pendidikan dan sekaligus indeks kebahagiaan masyarakat Jawa Timur. Tulisan ini hanya akan mengemukakan lebih lanjut tiga hal. Pertama, komitmen Gubernur Khofifah yang memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Kedua, capaian kinerja dan prestasi bidang pendidikan. Ketiga, indeks kebahagiaan sebagai bagian dari ikhtiar menjamin kemaslahatan masyarakat Jawa Timur.

Penting kita renungkan kembali ketika menyampaikan Nota Keuangan untuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun 2021 pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur (Senin, 16 November 2020), Gubernur Khofifah menyatakan bahwa alokasi terbesar RAPBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2021 (51,74 persen) diperuntukkan bagi sektor pendidikan di Jawa Timur.

Siapa pun akan dengan mudah menilai bahwa angka 51,74 persen bukan angka sedikit, tetapi angka yang spektakuler sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Gubernur Khofifah untuk pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Meskipun dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia hasil amandemen ke-4, Pasal 31 ayat (4) dinyatakan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Akan tetapi, Gubernur Khofifah ingin agar pengembangan sumber daya manusia diprioritaskan karena implikasinya akan sangat signifikan untuk percepatan kemajuan masyarakat Jawa Timur.

Dalam konteks ini komitmen kuat Gubernur Khofifah tidak bisa dinafikan. Beliau selalu fokus mengawal gagasan-gagasannya. Selalu fokus bekerja untuk kemaslahatan masyarakatnya, tidak pernah menghitung jam kerja karena seringnya bekerja sampai larut malam, dan tidak mengenal hari libur karena Sabtu dan Ahad pun terus dimanfaatkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur. Gubernur Khofifah selalu menyatakan bahwa berbagai upaya dalam bidang pendidikan akan terus dilakukan.

Kedua, komitmen yang kuat telah menghasilkan capaian kinerja dan prestasi yang sangat membanggakan di bidang pendidikan. Akhir tahun 2021, Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi dalam penilaian indeks kinerja urusan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Gubernur Khofifah menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan. Sebelum anugerah diberikan, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan, baik bersifat kuantitatif, kualitatif, maupun jejak digital. “Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Jawa Timur,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI tingkat nasional tahun 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu, 4 Desember 2021.

Pada akhir 2021, persentase realisasi Pendapatan APBD Tahun Anggaran 2021 Jawa Timur tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan angka 103,97 persen mengalahkan Provinsi Gorontalo 102,28 persen, Provinsi Jawa Barat 102,07 persen, Provinsi DKI Jakarta 101,07 persen, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 100,59 persen. Dengan prestasi ini Jawa Timur masih menyimpan beragam peluang untuk lebih berprestasi di masa depan, karena Jawa Timur ditetapkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif berdasarkan penilaian indeks inovasi daerah yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 002.6-5848 Tahun 2021 tertanggal 23 Desember 2021, sehingga Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021 kepada Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif. Capaian ini sekaligus menjadi kado akhir tahun yang sangat membanggakan sekaligus menjanjikan, karena Jawa Timur terus mengukir kreasi dan prestasi saat masih ditemukan 166 pemda yang kurang inovatif.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/