alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Beasiswa S-2 Era Gubernur Khofifah

Mobile_AP_Rectangle 1

Masing-masing perguruan tinggi penyelenggara program beasiswa tersebut mendapatkan kuota 20 mahasiswa. Karena itu, tahun ini akan terseleksi 320 mahasiswa yang ber-KTP Jawa Timur, karena beasiswa ini memang dikhususkan bagi warga Jawa Timur yang diperebutkan secara kompetitif dari ribuan calon peminat program kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan perguruan tinggi penyelenggara pascasarjana yang terakreditasi. Seleksi khusus program beasiswa pascasarjana ini sangat selektif.  Seleksi di Pascasarjana IAIN Jember atau Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) misalnya, bisa menjadi model seleksi yang diikuti calon yang sangat kompetitif tersebut.

Di UIN KHAS Jember seleksi dilakukan melalui berbagai tahapan. Pertama, seleksi administrasi dari 383 peminat lulus 219 peserta. Kedua, seleksi kemampuan pemahaman bahasa, pemahaman keagamaan, dan tes potensi akademik melalui sistem seleksi berbasis elektronik (SSE), dari 219 peserta lulus 40 peserta. Dan tahap ketiga, seleksi kemampuan membaca kitab Fathul Mu’in yang akan dinilai dari kemampuan membaca, menerjemahkan dan wawasan. Jika seleksi tahap pertama dan kedua diuji secara internal berbasis elektronik oleh UIN KHAS Jember, maka tahap ketiga tim penguji berasal dari pihak eksternal. Dipilih dari para kiai akademisi yang memiliki kompetensi khusus penguasaan kitab Fathul Mu’in dan ditugaskan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Belajar dari model seleksi di UIN KHAS Jember, dari 383 peminat terseleksi menjadi 219 peserta, dari 219 peserta terseleksi secara elektronik menjadi 40 peserta, dari 40 peserta hanya diambil 20 peserta, maka kompetisinya adalah 1:19, artinya setiap 19 sarjana hanya memperebutkan 1 kursi, ini menjadi tingkat kompetisi yang sangat selektif.

Seleksi yang sangat selektif tersebut sebagai ikhtiar pascasarjana perguruan tinggi keagamaan Islam untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena akan terpilih peserta terbaik untuk dididik, dibina dan dilatih oleh masing-masing perguruan tinggi. Diharapkan nanti akan lahir profil-profil magister baru yang siap mengabdi untuk kemajuan pendidikan dan dengan kualitas SDM yang lebih berkualitas, insyaallah akan bisa membantu mempercepat kemajuan pendidikan di Jawa Timur.  Beasiswa program magister yang bisa diperoleh secara kompetitif bagi SDM Jawa Timur ini telah mulai dirintis sejak 2019, di era Gubernur Khofifah.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

*) Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember.

- Advertisement -

Masing-masing perguruan tinggi penyelenggara program beasiswa tersebut mendapatkan kuota 20 mahasiswa. Karena itu, tahun ini akan terseleksi 320 mahasiswa yang ber-KTP Jawa Timur, karena beasiswa ini memang dikhususkan bagi warga Jawa Timur yang diperebutkan secara kompetitif dari ribuan calon peminat program kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan perguruan tinggi penyelenggara pascasarjana yang terakreditasi. Seleksi khusus program beasiswa pascasarjana ini sangat selektif.  Seleksi di Pascasarjana IAIN Jember atau Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) misalnya, bisa menjadi model seleksi yang diikuti calon yang sangat kompetitif tersebut.

Di UIN KHAS Jember seleksi dilakukan melalui berbagai tahapan. Pertama, seleksi administrasi dari 383 peminat lulus 219 peserta. Kedua, seleksi kemampuan pemahaman bahasa, pemahaman keagamaan, dan tes potensi akademik melalui sistem seleksi berbasis elektronik (SSE), dari 219 peserta lulus 40 peserta. Dan tahap ketiga, seleksi kemampuan membaca kitab Fathul Mu’in yang akan dinilai dari kemampuan membaca, menerjemahkan dan wawasan. Jika seleksi tahap pertama dan kedua diuji secara internal berbasis elektronik oleh UIN KHAS Jember, maka tahap ketiga tim penguji berasal dari pihak eksternal. Dipilih dari para kiai akademisi yang memiliki kompetensi khusus penguasaan kitab Fathul Mu’in dan ditugaskan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Belajar dari model seleksi di UIN KHAS Jember, dari 383 peminat terseleksi menjadi 219 peserta, dari 219 peserta terseleksi secara elektronik menjadi 40 peserta, dari 40 peserta hanya diambil 20 peserta, maka kompetisinya adalah 1:19, artinya setiap 19 sarjana hanya memperebutkan 1 kursi, ini menjadi tingkat kompetisi yang sangat selektif.

Seleksi yang sangat selektif tersebut sebagai ikhtiar pascasarjana perguruan tinggi keagamaan Islam untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena akan terpilih peserta terbaik untuk dididik, dibina dan dilatih oleh masing-masing perguruan tinggi. Diharapkan nanti akan lahir profil-profil magister baru yang siap mengabdi untuk kemajuan pendidikan dan dengan kualitas SDM yang lebih berkualitas, insyaallah akan bisa membantu mempercepat kemajuan pendidikan di Jawa Timur.  Beasiswa program magister yang bisa diperoleh secara kompetitif bagi SDM Jawa Timur ini telah mulai dirintis sejak 2019, di era Gubernur Khofifah.

 

*) Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember.

Masing-masing perguruan tinggi penyelenggara program beasiswa tersebut mendapatkan kuota 20 mahasiswa. Karena itu, tahun ini akan terseleksi 320 mahasiswa yang ber-KTP Jawa Timur, karena beasiswa ini memang dikhususkan bagi warga Jawa Timur yang diperebutkan secara kompetitif dari ribuan calon peminat program kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan perguruan tinggi penyelenggara pascasarjana yang terakreditasi. Seleksi khusus program beasiswa pascasarjana ini sangat selektif.  Seleksi di Pascasarjana IAIN Jember atau Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) misalnya, bisa menjadi model seleksi yang diikuti calon yang sangat kompetitif tersebut.

Di UIN KHAS Jember seleksi dilakukan melalui berbagai tahapan. Pertama, seleksi administrasi dari 383 peminat lulus 219 peserta. Kedua, seleksi kemampuan pemahaman bahasa, pemahaman keagamaan, dan tes potensi akademik melalui sistem seleksi berbasis elektronik (SSE), dari 219 peserta lulus 40 peserta. Dan tahap ketiga, seleksi kemampuan membaca kitab Fathul Mu’in yang akan dinilai dari kemampuan membaca, menerjemahkan dan wawasan. Jika seleksi tahap pertama dan kedua diuji secara internal berbasis elektronik oleh UIN KHAS Jember, maka tahap ketiga tim penguji berasal dari pihak eksternal. Dipilih dari para kiai akademisi yang memiliki kompetensi khusus penguasaan kitab Fathul Mu’in dan ditugaskan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Belajar dari model seleksi di UIN KHAS Jember, dari 383 peminat terseleksi menjadi 219 peserta, dari 219 peserta terseleksi secara elektronik menjadi 40 peserta, dari 40 peserta hanya diambil 20 peserta, maka kompetisinya adalah 1:19, artinya setiap 19 sarjana hanya memperebutkan 1 kursi, ini menjadi tingkat kompetisi yang sangat selektif.

Seleksi yang sangat selektif tersebut sebagai ikhtiar pascasarjana perguruan tinggi keagamaan Islam untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena akan terpilih peserta terbaik untuk dididik, dibina dan dilatih oleh masing-masing perguruan tinggi. Diharapkan nanti akan lahir profil-profil magister baru yang siap mengabdi untuk kemajuan pendidikan dan dengan kualitas SDM yang lebih berkualitas, insyaallah akan bisa membantu mempercepat kemajuan pendidikan di Jawa Timur.  Beasiswa program magister yang bisa diperoleh secara kompetitif bagi SDM Jawa Timur ini telah mulai dirintis sejak 2019, di era Gubernur Khofifah.

 

*) Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Direktur Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/