Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan, Warga Gebang Meninggal dengan Berlumuran Darah

Radar Digital • Kamis, 14 Desember 2023 | 17:20 WIB
DIEVAKUASI: Anggota Polsek Patrang bersama Satreskrim Polres Jember saat mengevakuasi warga Gebang yang meninggal, untuk dibawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember, Rabu (13/12) siang.
DIEVAKUASI: Anggota Polsek Patrang bersama Satreskrim Polres Jember saat mengevakuasi warga Gebang yang meninggal, untuk dibawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember, Rabu (13/12) siang.

GEBANG, Radar Jember – Meninggalnya warga Gebang yang mendadak dan mengeluarkan darah dari mulutnya, kemarin (13/12), membuat Satreskrim Polres Jember mulai melakukan penyelidikan. Hal itu untuk memastikan apakah ada tindakan kekerasan atau tidak.

Kasat Reskrim Polres Jember menyatakan, saat ada laporan warga yang meninggal mendadak dan dirasa janggal, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi. Meskipun ditemukan dengan berlumuran darah, untuk sementara polisi belum bisa memberikan penjelasan, apakah ada tanda-tanda kekerasan atau murni meninggal dunia karena sakit. “Kami masih melakukan olah TKP dan penyelidikan terhadap kematian korban ini. Dari pemeriksaan sementara, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Namun, kami masih akan memeriksa saksi-saksi dan melakukan visum terhadap korban. Hal ini untuk melengkapi bukti-bukti dan untuk mengungkap kasus ini,” tuturnya.

Sementara, untuk mengetahui penyebab kematian tersebut, Tim Inafis Polres Jember juga diturunkan. Diketahui, warga Jalan Manggar, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang . bernama Edi Jumarto, 60, itu ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumahnya. Saat ditemukan meninggal, kondisi korban berlumuran darah yang keluar dari mulutnya.

Ayik, 30, salah satu warga yang masih tetangga korban, mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Rizal, yang merupakan teman anak korban, sekitar pukul 9.30. “Rizal langsung memberitahukan kepada warga sekitar,” katanya.

Kejadian penemuan warga yang meninggal dengan kondisi berlumuran darah tersebut, tambah Ayik, selanjutnya dilaporkan ke Ketua RW, dan dilaporkan ke Polsek Patrang. Masih menurut Ayik, selama ini korban tinggal bersama istri dan anak tirinya yang masih duduk di bangku SMP. Saat kejadian, istri korban sedang mengantar anaknya ke sekolah. “Istrinya sejak pagi meninggalkan rumah bersama anaknya ke sekolah. Kalau pekerjaan korban sehari-hari yang kami tahu seorang guru spiritual,” kata Ayik, tetangga korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang masih menggunakan pakaian lengkap. Posisi kepala di sebelah barat dan dari mulutnya mengeluarkan darah. Di lantai tempat korban juga ditemukan banyak darah berceceran. (jum/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#meninggal dunia #berlumuran darah