SUKOKERTO, Radar Jember – Kasus kecelakaan kerja terjadi di lokasi penambangan atau galian C di Dusun Kojuk, Desa Sukokerto, Kecamatan Sukowono. Saat alat berat berupa ekskavator hendak parkir, seorang pria yang memberikan arahan justru terlindas dan meninggal dunia.
Korban adalah Moch Arifin, 18. Dia merupakan warga Dusun Krajan RT 002 RW 011, Desa Sumberwringin, Sukowono. Kasus kecelakaan kerja ini terjadi pada Senin (6/11) pukul 18.00.
Saat itu, operator alat berat, Moch. Umar, 21, meminta bantuan korban untuk mengawal. Pria asal RT 011 RW 002, Desa Sumberwringin, itu pun mulai menjalankan ekskavator untuk parkir.
Nahas, saat mengawal alat berat itu korban diduga terjatuh dan terlindas tanpa diketahui operator alat berat. Umar baru tahu setelah memanggil korban, tetapi tak ada jawaban. Saat turun dan mencarinya, korban sudah tergeletak akibat terlindas. Umar meminta bantuan warga dan banyak orang yang datang ke lokasi untuk membantu. Termasuk pihak yang berwenang.
Warga setempat menyebut, Arif biasanya mengawal dump truck keluar masuk lokasi penambangan. “Biasanya korban ini juga mengawal dump truck yang keluar ke jalan raya. Korban sore itu memang dimintai tolong mengawal alat berat yang mau diparkir. Mungkin saat ngawal itu korban terjatuh dan terlindas,” kata seorang saksi yang namanya enggan dikorankan.
Kapolsek Sukowono AKP Putu Adi Kusuma membenarkan adanya pekerja tambang yang meninggal terlindas ekskavator. “Saat itu korban diminta untuk mengawal alat berat yang hendak parkir. Korban diduga terjatuh saat mengawal dan terlindas,” jelasnya.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Sukowono, tapi nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia. “Untuk sementara lokasi dipasang police line. Termasuk alat berat juga dipasangi police line,” kata mantan kapolsek Bangsalsari itu. Kasus ini pun ditangani Polres Jember.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah menelan korban, jalan menuju lokasi tambang langsung dipasang portal dari bambu. Di bagian bawah juga dipasang batu, agar tidak ada kendaraan atau orang yang masuk ke lokasi tambang tersebut.
Sementara, meninggalnya korban karena terlindas alat berat saat bekerja masih menjadi pembicaraan. Beberapa orang yang sempat jagongan di sekitar lokasi juga menyayangkan kelalaian operator alat berat tersebut, karena operator baru tahu setelah turun dan mencari korban. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital