GURU JUGA HADIR: Tiga remaja yang diamankan saat hendak tawuran memeluk orang tuanya di Mapolsek Tegalsari kemarin. (Polsek Tegalsari for Jawa Pos)

JawaPos.com – Isak tangis pecah saat tujuh remaja yang hendak tawuran ini bertemu dengan orang tua mereka di Polsek Tegalsari kemarin (29/10). Mereka pun diminta minta maaf agar tidak mengulangi kesalahan tersebut. ”Tak hanya orang tua, kami juga mendatangkan guru,” kata Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama kemarin.

IKLAN

Tujuh remaja tersebut diamankan petugas pada Senin (28/10) pukul 20.00 di Jalan Kombespol M. Duryat. Saat itu, ada laporan warga yang mengindikasikan bakal terjadi tawuran. Dengan sigap, anggota dari polsek langsung mengamankannya.

”Mereka belum sempat tawuran. Berhasil kami cegah. Mereka juga tidak terlibat kelompok geng yang sebelumnya tertangkap itu,” lanjutnya. ”Mereka berkumpul hanya tawuran antarkampung, yakni Kaliasin dan Kedondong,” ujarnya.

Menurut Rendy, pihaknya sudah menyerahkan tujuh remaja itu kepada orang tua mereka. Sebelumnya, mereka disuruh membuat surat pernyataan tak mengulangi kesalahan tersebut. ”Jadi hanya pembinaan. Tak ada wajib lapor dan sebagainya,” terangnya.

Rendy menduga, rencana tawuran tersebut berasal dari ajakan di medsos. Karena itu, pihaknya berpesan agar remaja lebih bijak ketika mendapati informasi di medsos. Selain itu, peran orang tua dalam mendidik anak harus lebih ditingkatkan. Mengingat, apa yang dilakukan sang anak di luar rumah tak bisa terpantau lagi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c6/ai