Muhammad Yusuf menunjukkan patung kuningan berbentuk kuda yang ditemukan di bawah jembatan Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). (Denar/Kalteng Pos/JPG)

JawaPos.com – Temuan benda kuno berbentuk kuda mini berwarna kekuningan membuat heboh warga dan jagat maya. Penemuanya adalah seorang nelayan Muhammad Yusuf. Benda kuno diduga penilanggalan sejarah itu didapatnya saat menjala ikan di Sungai Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Minggu malam (27/10). Lokasinya tidak jauh dari jembatan Kahayan.

IKLAN

Malam itu, Yusuf pergi seorang diri mencari ikan di sungai di bawah Jembatan Kahayan. Dia berangkat sekitar pukul 18.00 WIB. “Sejak Minggu petang, saya pergi mencari ikan di bawah Jembatan Kahayan bagian Hulu, saya berharap mendapatkan ikan. Tau-taunya malah patung ini yang sangkut di jala,” katanya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Rabu (30/10).

Pria 33 tahun itu tidak pernah merasakan firasat apapun mengenai benda patung berbentuk kuda itu. Semua tampak seperti biasa, pasalnya tempat tersebut memang kerap dijadikan nelayan untuk mencari ikan.

“Enggak pernah saya mendapatkan mimpi atau firasat apapun. Seperti biasanya saja saya pergi mencari ikan. Awalnya saya kira itu kayu yang sangkut dijala, karena biasanya sering kayu-kayu yang larut nyangkut dijala. Tapi sewaktu saya angkat jala ternyata patung berbentuk kuda,” beber warga Gang Kenanga Jalan Kalimantan, Palangka Raya itu.

Pantauan awak media Kalteng Pos (Jawa Pos Group), saat ini patung tersebut telah disimpan di dalam kamar milik Yusuf. Di sekitar patung tersebut dikeliling sesajen seperti kopi hitam, beras, kelapa, uang logam, beberapa pucuk rokok serta dupa yang dibakar.

Dijelaskannya, awalnya patung tersebut tidak berwarna kuning keemasan sebagaimana benda yang terbuat dari bahan kuningan. “Awalnya patung itu tidak berwarna keemasan seperti ini, saat pertama kali ditemukan warnanya hitam seperti berkarat, namun saat dibersihkan baru terlihat warna aslinya,” jelasnya.

“Saat ditimbang, berat patung ini mencapai 5 kilogram. Sebagian warga menyebutkan patung ini merupakan benda peninggalan sejarah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudbar) Kota Palangka Raya Norma Hikmah mengatakan, dirinya sudah mendatangi kerumah penemu patung berbentuk kuda yang saat ini sedang viral. “Kami sudah melakukan peninjauan ke sana, namun kami tidak bisa memastikan apakah benda tersebut merupakan peninggalan sejarah atau bukan. Karena itu harus melalui ahli di bidang arkeolog,” ucapnya.

Kemudian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Guntur Talajan juga belum bisa memastikan apakah benda yang ditemukan seorang nelayan tersebut merupakan benda peninggalan sejarah. “Kami belum bisa memastikan, akan kami cek terlebih dahulu apakah benda tersebut merupakan benda peninggalan sejarah atau bukan,” pungkasnya.

Editor : Fadhil Al Birra