alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Ombak Besar, Nelayan Nekat Melaut

Jukung Terbalik Saat Pulang

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Satu pekan belakangan ini nelayan di pantai selatan dihadapkan dengan kondisi angin kencang sekaligus gelombang ombak yang tinggi. Namun demikian, sejumlah nelayan tetap nekat melaut tanpa menghiraukan kondisi berbahaya tersebut. Akibatnya, satu jukung nelayan terbalik digulung ombak, kemarin (30/7).

Biasanya nelayan mulai berangkat melaut pada pukul 12.30-14.30. Sejumlah keluarga yang khawatir ikut menyusul hingga di break water. Tampak beberapa orang juga menjadi pemandu di ujung break water. Sambil memegang handy talkie, dia menginfokan kondisi ombak kepada nakhoda, sehingga perahu dengan puluhan anak buah kapal (ABK) itu akan menunggu. Bahkan, ada juga yang melambaikan tangannya sambil memegang sarung. Kalau tangan sudah diangkat, berarti ombak di Plawangan kecil. Saat itulah digunakan nelayan untuk keluar dari Plawangan.

Sembari menunggu, beberapa perahu dan jukung hanya berputar-putar sambil menunggu info. Terlihat juga ada beberapa jukung yang nyaris bertabrakan dengan jukung lainnya. “Karena terbawa ombak sehingga bisa saling bertabrakan,” kata Matori, salah seorang pemilik warung di Pantai Pancer Puger. Keluarga yang duduk di pinggir pantai baru pulang setelah perahu yang diikuti anggota keluarga lainnya lolos dari Plawangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Kasatpolair Polres Jember Iptu Na’i membenarkan bahwa ombak di pantai selatan sudah mulai besar. Bahkan, ada jukung yang mengalami kecelakaan hingga terbalik. Sebuah jukung yang dinakhodai Imam, 28, terbalik saat pulang melaut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang. Sementara itu, jukung dievakuasi dengan cara ditarik dengan tali tampar oleh nelayan lainnya. “Sebenarnya sudah lolos dari Plawangan, tetapi masih dihantam ombak dari belakang hingga jukungnya terbalik,” ujarnya.

- Advertisement -

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Satu pekan belakangan ini nelayan di pantai selatan dihadapkan dengan kondisi angin kencang sekaligus gelombang ombak yang tinggi. Namun demikian, sejumlah nelayan tetap nekat melaut tanpa menghiraukan kondisi berbahaya tersebut. Akibatnya, satu jukung nelayan terbalik digulung ombak, kemarin (30/7).

Biasanya nelayan mulai berangkat melaut pada pukul 12.30-14.30. Sejumlah keluarga yang khawatir ikut menyusul hingga di break water. Tampak beberapa orang juga menjadi pemandu di ujung break water. Sambil memegang handy talkie, dia menginfokan kondisi ombak kepada nakhoda, sehingga perahu dengan puluhan anak buah kapal (ABK) itu akan menunggu. Bahkan, ada juga yang melambaikan tangannya sambil memegang sarung. Kalau tangan sudah diangkat, berarti ombak di Plawangan kecil. Saat itulah digunakan nelayan untuk keluar dari Plawangan.

Sembari menunggu, beberapa perahu dan jukung hanya berputar-putar sambil menunggu info. Terlihat juga ada beberapa jukung yang nyaris bertabrakan dengan jukung lainnya. “Karena terbawa ombak sehingga bisa saling bertabrakan,” kata Matori, salah seorang pemilik warung di Pantai Pancer Puger. Keluarga yang duduk di pinggir pantai baru pulang setelah perahu yang diikuti anggota keluarga lainnya lolos dari Plawangan.

Sementara itu, Kasatpolair Polres Jember Iptu Na’i membenarkan bahwa ombak di pantai selatan sudah mulai besar. Bahkan, ada jukung yang mengalami kecelakaan hingga terbalik. Sebuah jukung yang dinakhodai Imam, 28, terbalik saat pulang melaut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang. Sementara itu, jukung dievakuasi dengan cara ditarik dengan tali tampar oleh nelayan lainnya. “Sebenarnya sudah lolos dari Plawangan, tetapi masih dihantam ombak dari belakang hingga jukungnya terbalik,” ujarnya.

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Satu pekan belakangan ini nelayan di pantai selatan dihadapkan dengan kondisi angin kencang sekaligus gelombang ombak yang tinggi. Namun demikian, sejumlah nelayan tetap nekat melaut tanpa menghiraukan kondisi berbahaya tersebut. Akibatnya, satu jukung nelayan terbalik digulung ombak, kemarin (30/7).

Biasanya nelayan mulai berangkat melaut pada pukul 12.30-14.30. Sejumlah keluarga yang khawatir ikut menyusul hingga di break water. Tampak beberapa orang juga menjadi pemandu di ujung break water. Sambil memegang handy talkie, dia menginfokan kondisi ombak kepada nakhoda, sehingga perahu dengan puluhan anak buah kapal (ABK) itu akan menunggu. Bahkan, ada juga yang melambaikan tangannya sambil memegang sarung. Kalau tangan sudah diangkat, berarti ombak di Plawangan kecil. Saat itulah digunakan nelayan untuk keluar dari Plawangan.

Sembari menunggu, beberapa perahu dan jukung hanya berputar-putar sambil menunggu info. Terlihat juga ada beberapa jukung yang nyaris bertabrakan dengan jukung lainnya. “Karena terbawa ombak sehingga bisa saling bertabrakan,” kata Matori, salah seorang pemilik warung di Pantai Pancer Puger. Keluarga yang duduk di pinggir pantai baru pulang setelah perahu yang diikuti anggota keluarga lainnya lolos dari Plawangan.

Sementara itu, Kasatpolair Polres Jember Iptu Na’i membenarkan bahwa ombak di pantai selatan sudah mulai besar. Bahkan, ada jukung yang mengalami kecelakaan hingga terbalik. Sebuah jukung yang dinakhodai Imam, 28, terbalik saat pulang melaut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang. Sementara itu, jukung dievakuasi dengan cara ditarik dengan tali tampar oleh nelayan lainnya. “Sebenarnya sudah lolos dari Plawangan, tetapi masih dihantam ombak dari belakang hingga jukungnya terbalik,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/