alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

50 Siswa Bikin Antologi Puisi dan Raih Penghargaan

Di tengah masa pandemi, kegiatan pendidikan nyaris lumpuh. Tidak ada kegiatan belajar mengajar secara langsung. Para siswa dan tenaga pendidik dituntut mampu dan adaptif menggelar pembelajaran secara daring. Namun, berbeda dengan siswa SDN Jember Lor 01.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak siswa mengeluh bosan karena harus belajar di rumah secara daring. Karena itu, tidak jarang metode ini justru membuat siswa kurang produktif. Namun, tidak demikian dengan 50 siswa SDN Jember Lor 01. Walaupun pandemi, para siswa digenjot untuk lebih produktif dalam berkarya. Salah satu karya para siswa selama pandemi adalah antologi puisi para siswa.

Sebanyak 50 siswa itu terdiri atas siswa kelas I hingga kelas VI. Dimulai dari Adinda Zahra Amelia, Adistri Carlissa Dewi, Ahmad Alwan Bahru Razak, Alif Bramasha L, Alkhanza Fajri Diyana, Almira Raisha Kirania Azizah, Alodio Ezar Javas Prabaswara Nararya, Amirah Rifatil Dzakiyah. Kemudian, ada Anindita Qori Eka Nuril Wulandari, Anindya Widyadari Zizi, Arkana Darrel Hayfa, Aura Shafiyah Ahmad, Aurelia Griselda Tsabita, Ayra Rizqia Shabira, Azzah binti Alfian, Bimo Satrio Hidayat, Chista Delci Natalia Mulyono, Duhita Farras Calya Amanda Hofif, Fatimatus Zahra, hingga Fia Ramadhani Erlangga.

Selanjutnya adalah Filbert Vincent, Gilang Rafif Azzaky Widyadana, Keanu Bhakti Al Farrabi, Kevin Bagus Ardiansyah, Khairina Annora, Kiara Aidah Khadafi, Kiara Nadya Mecca, Mahalia Tifara Diva, Maheswara Kevin Prawira, Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto, Mikhail Dzulfiqar Purwanto, Mochammad Yusuf Daniyal. Ada pula Muhammad Asyam Raditya Putra, Muhammad Rizqullah Tirta Madani, Nada Ghaitsha Ardiansyah, Nadin Kamila Candrakirana, Nafis Hazqiyal Raharjo, Nareswari Rinjani Prasetya Wikrama, Naura Aiyana Salsabila F.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian, yakni Nico Bagus Alvaro, Nilna Hilma A. Z, Nisrina Rana Putri, Nugrahaning Budi Rakhamawati, Rayendra Rizqy Ramadhani, Sefa Hanna Desylia Setiawan, William Rahayu Setyanto Putra, Yunita Budi Lestari, Zahira Syahtilla Hidayat, hingga Zaneta Putri A.

Tema puisi yang dituliskan cukup variatif. Guru pendamping di SDN Jember Lor 07 Wahyu Budi Lukitasari menuturkan, karya puisi anak-anak didiknya cukup variatif. Misalnya, Zanuba Chofsoh Fatimatuz Zahro yang belum lama kehilangan ibu tercintanya, berkeinginan pergi bersama ke Yogyakarta. Kemudian, Kiara Aidah Khadafi yang sangat rindu akan bersekolah. Serta karya Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto yang mengenang liburan ke Papuma.

Proses kreatif ini, kata dia, tidak instan. “Untuk menyelesaikan buku antologi puisi yang digagas oleh Gerakan Menulis Buku (GSM) Nasional berjudul Jembatan Impian ini, setidaknya butuh waktu tiga bulan,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini SDN Jember Lor 01 juga mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional. Sebab, selain ikut serta dalam pembuatan buku ber-ISBN, juga mengikuti festival seni dengan menampilkan para guru membacakan puisi karya ST Emyani digabungkan dengan tarian anak. Sebelumnya, para siswa sudah digembleng dalam kegiatan literasi yang telah digagas sejak 2019 lalu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak siswa mengeluh bosan karena harus belajar di rumah secara daring. Karena itu, tidak jarang metode ini justru membuat siswa kurang produktif. Namun, tidak demikian dengan 50 siswa SDN Jember Lor 01. Walaupun pandemi, para siswa digenjot untuk lebih produktif dalam berkarya. Salah satu karya para siswa selama pandemi adalah antologi puisi para siswa.

Sebanyak 50 siswa itu terdiri atas siswa kelas I hingga kelas VI. Dimulai dari Adinda Zahra Amelia, Adistri Carlissa Dewi, Ahmad Alwan Bahru Razak, Alif Bramasha L, Alkhanza Fajri Diyana, Almira Raisha Kirania Azizah, Alodio Ezar Javas Prabaswara Nararya, Amirah Rifatil Dzakiyah. Kemudian, ada Anindita Qori Eka Nuril Wulandari, Anindya Widyadari Zizi, Arkana Darrel Hayfa, Aura Shafiyah Ahmad, Aurelia Griselda Tsabita, Ayra Rizqia Shabira, Azzah binti Alfian, Bimo Satrio Hidayat, Chista Delci Natalia Mulyono, Duhita Farras Calya Amanda Hofif, Fatimatus Zahra, hingga Fia Ramadhani Erlangga.

Selanjutnya adalah Filbert Vincent, Gilang Rafif Azzaky Widyadana, Keanu Bhakti Al Farrabi, Kevin Bagus Ardiansyah, Khairina Annora, Kiara Aidah Khadafi, Kiara Nadya Mecca, Mahalia Tifara Diva, Maheswara Kevin Prawira, Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto, Mikhail Dzulfiqar Purwanto, Mochammad Yusuf Daniyal. Ada pula Muhammad Asyam Raditya Putra, Muhammad Rizqullah Tirta Madani, Nada Ghaitsha Ardiansyah, Nadin Kamila Candrakirana, Nafis Hazqiyal Raharjo, Nareswari Rinjani Prasetya Wikrama, Naura Aiyana Salsabila F.

Kemudian, yakni Nico Bagus Alvaro, Nilna Hilma A. Z, Nisrina Rana Putri, Nugrahaning Budi Rakhamawati, Rayendra Rizqy Ramadhani, Sefa Hanna Desylia Setiawan, William Rahayu Setyanto Putra, Yunita Budi Lestari, Zahira Syahtilla Hidayat, hingga Zaneta Putri A.

Tema puisi yang dituliskan cukup variatif. Guru pendamping di SDN Jember Lor 07 Wahyu Budi Lukitasari menuturkan, karya puisi anak-anak didiknya cukup variatif. Misalnya, Zanuba Chofsoh Fatimatuz Zahro yang belum lama kehilangan ibu tercintanya, berkeinginan pergi bersama ke Yogyakarta. Kemudian, Kiara Aidah Khadafi yang sangat rindu akan bersekolah. Serta karya Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto yang mengenang liburan ke Papuma.

Proses kreatif ini, kata dia, tidak instan. “Untuk menyelesaikan buku antologi puisi yang digagas oleh Gerakan Menulis Buku (GSM) Nasional berjudul Jembatan Impian ini, setidaknya butuh waktu tiga bulan,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini SDN Jember Lor 01 juga mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional. Sebab, selain ikut serta dalam pembuatan buku ber-ISBN, juga mengikuti festival seni dengan menampilkan para guru membacakan puisi karya ST Emyani digabungkan dengan tarian anak. Sebelumnya, para siswa sudah digembleng dalam kegiatan literasi yang telah digagas sejak 2019 lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak siswa mengeluh bosan karena harus belajar di rumah secara daring. Karena itu, tidak jarang metode ini justru membuat siswa kurang produktif. Namun, tidak demikian dengan 50 siswa SDN Jember Lor 01. Walaupun pandemi, para siswa digenjot untuk lebih produktif dalam berkarya. Salah satu karya para siswa selama pandemi adalah antologi puisi para siswa.

Sebanyak 50 siswa itu terdiri atas siswa kelas I hingga kelas VI. Dimulai dari Adinda Zahra Amelia, Adistri Carlissa Dewi, Ahmad Alwan Bahru Razak, Alif Bramasha L, Alkhanza Fajri Diyana, Almira Raisha Kirania Azizah, Alodio Ezar Javas Prabaswara Nararya, Amirah Rifatil Dzakiyah. Kemudian, ada Anindita Qori Eka Nuril Wulandari, Anindya Widyadari Zizi, Arkana Darrel Hayfa, Aura Shafiyah Ahmad, Aurelia Griselda Tsabita, Ayra Rizqia Shabira, Azzah binti Alfian, Bimo Satrio Hidayat, Chista Delci Natalia Mulyono, Duhita Farras Calya Amanda Hofif, Fatimatus Zahra, hingga Fia Ramadhani Erlangga.

Selanjutnya adalah Filbert Vincent, Gilang Rafif Azzaky Widyadana, Keanu Bhakti Al Farrabi, Kevin Bagus Ardiansyah, Khairina Annora, Kiara Aidah Khadafi, Kiara Nadya Mecca, Mahalia Tifara Diva, Maheswara Kevin Prawira, Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto, Mikhail Dzulfiqar Purwanto, Mochammad Yusuf Daniyal. Ada pula Muhammad Asyam Raditya Putra, Muhammad Rizqullah Tirta Madani, Nada Ghaitsha Ardiansyah, Nadin Kamila Candrakirana, Nafis Hazqiyal Raharjo, Nareswari Rinjani Prasetya Wikrama, Naura Aiyana Salsabila F.

Kemudian, yakni Nico Bagus Alvaro, Nilna Hilma A. Z, Nisrina Rana Putri, Nugrahaning Budi Rakhamawati, Rayendra Rizqy Ramadhani, Sefa Hanna Desylia Setiawan, William Rahayu Setyanto Putra, Yunita Budi Lestari, Zahira Syahtilla Hidayat, hingga Zaneta Putri A.

Tema puisi yang dituliskan cukup variatif. Guru pendamping di SDN Jember Lor 07 Wahyu Budi Lukitasari menuturkan, karya puisi anak-anak didiknya cukup variatif. Misalnya, Zanuba Chofsoh Fatimatuz Zahro yang belum lama kehilangan ibu tercintanya, berkeinginan pergi bersama ke Yogyakarta. Kemudian, Kiara Aidah Khadafi yang sangat rindu akan bersekolah. Serta karya Mahsa Cahyaning Raddin Yulianto yang mengenang liburan ke Papuma.

Proses kreatif ini, kata dia, tidak instan. “Untuk menyelesaikan buku antologi puisi yang digagas oleh Gerakan Menulis Buku (GSM) Nasional berjudul Jembatan Impian ini, setidaknya butuh waktu tiga bulan,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini SDN Jember Lor 01 juga mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional. Sebab, selain ikut serta dalam pembuatan buku ber-ISBN, juga mengikuti festival seni dengan menampilkan para guru membacakan puisi karya ST Emyani digabungkan dengan tarian anak. Sebelumnya, para siswa sudah digembleng dalam kegiatan literasi yang telah digagas sejak 2019 lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/