alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Ibu Pembuang Bayi ke Sumur di Jember Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ibu membuang bayinya ke sumur hingga meninggal dunia di Ambulu menjadi pelajaran bagi keluarga yang baru memiliki buah hati. Sebab, diketahui dari hasil penyelidikan Polres Jember, ibu tersebut mengaku menceburkan bayinya. Namun, diketahui juga pelaku mengalami depresi karena keluarga sang suami menyudutkan tersangka. Lantaran dianggap tidak becus untuk memberikan ASI.

Baca Juga : Pembuang Bayi di Sumberbaru Terungkap, Pelaku Ibunya Sendiri dan Masih SMK

Press release yang digelar Polres Jember, kemarin (30/3), tersebut tidak hanya mengungkap motif pelaku, tapi juga keseharian dari pelaku. Tersangka Faridatul Nikmah, 25, diketahui sehari-harinya sebagai guru di salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. “Tersangka pembunuhan anak kandungnya sendiri yang masih usia 1 bulan adalah guru PAUD,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo dalam konferensi pers.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Hery, tersangka secara sengaja menceburkan bayinya ke dalam sumur pada tanggal 23 Maret 2022. Alasannya, walau sang bayi tak berdosa, tapi dirasa oleh tersangka telah menjadi pemicu kebencian dalam dirinya. “Tersangka sangat benci dengan bayinya. Saat melihat bayi tidur dengan neneknya, tiba-tiba diambil dan diceburkan ke sumur,” urai Hery mengulas kronologi.

Tersangka berusaha menutup perbuatan jahatnya dengan cara berpura-pura bayinya hilang diculik makhluk halus. Muslihat tersangka rupanya berlanjut dengan menyebut bahwa anaknya itu dicuri mahluk halus dan ditemukan di sumur.

Kedok kejahatan tersangka terkuak melalui proses penyelidikan terhadap sejumlah saksi hingga alat bukti di lokasi. Selain itu, juga diperkuat dengan keterangan medis berupa hasil otopsi jenazah bayi. “Barang bukti penutup sumur, ada jejak sidik jari, sebagai bukti perlahan dikuak polisi. Serta baju yang dikenakan korban saat diceburkan tersangka ke sumur,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ibu membuang bayinya ke sumur hingga meninggal dunia di Ambulu menjadi pelajaran bagi keluarga yang baru memiliki buah hati. Sebab, diketahui dari hasil penyelidikan Polres Jember, ibu tersebut mengaku menceburkan bayinya. Namun, diketahui juga pelaku mengalami depresi karena keluarga sang suami menyudutkan tersangka. Lantaran dianggap tidak becus untuk memberikan ASI.

Baca Juga : Pembuang Bayi di Sumberbaru Terungkap, Pelaku Ibunya Sendiri dan Masih SMK

Press release yang digelar Polres Jember, kemarin (30/3), tersebut tidak hanya mengungkap motif pelaku, tapi juga keseharian dari pelaku. Tersangka Faridatul Nikmah, 25, diketahui sehari-harinya sebagai guru di salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. “Tersangka pembunuhan anak kandungnya sendiri yang masih usia 1 bulan adalah guru PAUD,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo dalam konferensi pers.

Menurut Hery, tersangka secara sengaja menceburkan bayinya ke dalam sumur pada tanggal 23 Maret 2022. Alasannya, walau sang bayi tak berdosa, tapi dirasa oleh tersangka telah menjadi pemicu kebencian dalam dirinya. “Tersangka sangat benci dengan bayinya. Saat melihat bayi tidur dengan neneknya, tiba-tiba diambil dan diceburkan ke sumur,” urai Hery mengulas kronologi.

Tersangka berusaha menutup perbuatan jahatnya dengan cara berpura-pura bayinya hilang diculik makhluk halus. Muslihat tersangka rupanya berlanjut dengan menyebut bahwa anaknya itu dicuri mahluk halus dan ditemukan di sumur.

Kedok kejahatan tersangka terkuak melalui proses penyelidikan terhadap sejumlah saksi hingga alat bukti di lokasi. Selain itu, juga diperkuat dengan keterangan medis berupa hasil otopsi jenazah bayi. “Barang bukti penutup sumur, ada jejak sidik jari, sebagai bukti perlahan dikuak polisi. Serta baju yang dikenakan korban saat diceburkan tersangka ke sumur,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ibu membuang bayinya ke sumur hingga meninggal dunia di Ambulu menjadi pelajaran bagi keluarga yang baru memiliki buah hati. Sebab, diketahui dari hasil penyelidikan Polres Jember, ibu tersebut mengaku menceburkan bayinya. Namun, diketahui juga pelaku mengalami depresi karena keluarga sang suami menyudutkan tersangka. Lantaran dianggap tidak becus untuk memberikan ASI.

Baca Juga : Pembuang Bayi di Sumberbaru Terungkap, Pelaku Ibunya Sendiri dan Masih SMK

Press release yang digelar Polres Jember, kemarin (30/3), tersebut tidak hanya mengungkap motif pelaku, tapi juga keseharian dari pelaku. Tersangka Faridatul Nikmah, 25, diketahui sehari-harinya sebagai guru di salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. “Tersangka pembunuhan anak kandungnya sendiri yang masih usia 1 bulan adalah guru PAUD,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo dalam konferensi pers.

Menurut Hery, tersangka secara sengaja menceburkan bayinya ke dalam sumur pada tanggal 23 Maret 2022. Alasannya, walau sang bayi tak berdosa, tapi dirasa oleh tersangka telah menjadi pemicu kebencian dalam dirinya. “Tersangka sangat benci dengan bayinya. Saat melihat bayi tidur dengan neneknya, tiba-tiba diambil dan diceburkan ke sumur,” urai Hery mengulas kronologi.

Tersangka berusaha menutup perbuatan jahatnya dengan cara berpura-pura bayinya hilang diculik makhluk halus. Muslihat tersangka rupanya berlanjut dengan menyebut bahwa anaknya itu dicuri mahluk halus dan ditemukan di sumur.

Kedok kejahatan tersangka terkuak melalui proses penyelidikan terhadap sejumlah saksi hingga alat bukti di lokasi. Selain itu, juga diperkuat dengan keterangan medis berupa hasil otopsi jenazah bayi. “Barang bukti penutup sumur, ada jejak sidik jari, sebagai bukti perlahan dikuak polisi. Serta baju yang dikenakan korban saat diceburkan tersangka ke sumur,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/