alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Manfaatkan Limbah Rumah Tangga untuk Dijadikan Bokashi

Biasanya, ketika memasuki masa tanam, pupuk sulit dicari. Kalaupun ada, harganya relatif mahal. Kondisi ini yang kerap dikeluhkan petani di Jember. Untuk menyiasati hal itu, Novan Imam Samudra dari Komunitas Petani Kencono Wungu mencoba memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan kompos. Hasilnya seperti apa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak cara untuk mendaur ulang limbah rumah tangga. Sebab, ternyata sampah-sampah tersebut juga bisa didaur ulang menjadi pupuk bokashi. Bokashi adalah sebuah metode membuat kompos yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk bahan organik, yang biasanya berupa campuran molases, air, dan starter mikroorganisme.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknik ini pun mulai merambah ke berbagai negara. Termasuk Indonesia. Walaupun konsep ini sudah lama ada, namun di Jember sosialisasi tentang bokashi masih minim. Karena itu, belum mampu digunakan secara masif. Salah satu pegiat lingkungan yang fokus mengampanyekan pembuatan bokashi adalah Novan Imam Samudra dari Komunitas Petani Kencono Wungu, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.

Novan menuturkan, bokashi lebih dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Paling efektif dipakai untuk pupuk hidroponik. Selain itu, bokashi juga bermanfaat bagi kesuburan tanaman. “Kalau bokashi cair cukup disiram di tanaman atau tanah pekarangan saja. Itu dapat membantu kesuburan tanaman,” ungkapnya, seusai menggelar pelatihan pembuatan bokashi di bilangan Jalan Tidar, Sumbersari, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada dasarnya, Novan menjelaskan, bahan yang digunakan untuk membuat bokashi cair harus memiliki kandungan tinggi unsur hara mikro maupun makro. Agar menghasilkan pupuk yang berkualitas, dia memaparkan, bahan yang wajib ada yaitu EM4. Adapun bahan opsional yang bisa dipilih adalah air tajin, ampas kelapa, sayuran busuk, kotoran hewan ternak, batang pisang, dedek, dan lainnya. “Semakin banyak bahan yang digunakan, maka kandungan manfaat pupuk organik cair bokashi semakin banyak,” ujarnya.

Terpisah, Dina Putu Ayu K dari Komunitas Sobung Sarka Jember mengatakan, limbah dapur juga bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme. Eco enzyme dan bokashi adalah dua komponen berbeda. Dina mengungkapkan, bokashi pemanfaatannya hanya untuk keperluan pupuk. Sedangkan eco enzyme dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga, lingkungan, hingga kesehatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak cara untuk mendaur ulang limbah rumah tangga. Sebab, ternyata sampah-sampah tersebut juga bisa didaur ulang menjadi pupuk bokashi. Bokashi adalah sebuah metode membuat kompos yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk bahan organik, yang biasanya berupa campuran molases, air, dan starter mikroorganisme.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknik ini pun mulai merambah ke berbagai negara. Termasuk Indonesia. Walaupun konsep ini sudah lama ada, namun di Jember sosialisasi tentang bokashi masih minim. Karena itu, belum mampu digunakan secara masif. Salah satu pegiat lingkungan yang fokus mengampanyekan pembuatan bokashi adalah Novan Imam Samudra dari Komunitas Petani Kencono Wungu, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.

Novan menuturkan, bokashi lebih dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Paling efektif dipakai untuk pupuk hidroponik. Selain itu, bokashi juga bermanfaat bagi kesuburan tanaman. “Kalau bokashi cair cukup disiram di tanaman atau tanah pekarangan saja. Itu dapat membantu kesuburan tanaman,” ungkapnya, seusai menggelar pelatihan pembuatan bokashi di bilangan Jalan Tidar, Sumbersari, belum lama ini.

Pada dasarnya, Novan menjelaskan, bahan yang digunakan untuk membuat bokashi cair harus memiliki kandungan tinggi unsur hara mikro maupun makro. Agar menghasilkan pupuk yang berkualitas, dia memaparkan, bahan yang wajib ada yaitu EM4. Adapun bahan opsional yang bisa dipilih adalah air tajin, ampas kelapa, sayuran busuk, kotoran hewan ternak, batang pisang, dedek, dan lainnya. “Semakin banyak bahan yang digunakan, maka kandungan manfaat pupuk organik cair bokashi semakin banyak,” ujarnya.

Terpisah, Dina Putu Ayu K dari Komunitas Sobung Sarka Jember mengatakan, limbah dapur juga bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme. Eco enzyme dan bokashi adalah dua komponen berbeda. Dina mengungkapkan, bokashi pemanfaatannya hanya untuk keperluan pupuk. Sedangkan eco enzyme dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga, lingkungan, hingga kesehatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak cara untuk mendaur ulang limbah rumah tangga. Sebab, ternyata sampah-sampah tersebut juga bisa didaur ulang menjadi pupuk bokashi. Bokashi adalah sebuah metode membuat kompos yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk bahan organik, yang biasanya berupa campuran molases, air, dan starter mikroorganisme.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknik ini pun mulai merambah ke berbagai negara. Termasuk Indonesia. Walaupun konsep ini sudah lama ada, namun di Jember sosialisasi tentang bokashi masih minim. Karena itu, belum mampu digunakan secara masif. Salah satu pegiat lingkungan yang fokus mengampanyekan pembuatan bokashi adalah Novan Imam Samudra dari Komunitas Petani Kencono Wungu, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.

Novan menuturkan, bokashi lebih dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Paling efektif dipakai untuk pupuk hidroponik. Selain itu, bokashi juga bermanfaat bagi kesuburan tanaman. “Kalau bokashi cair cukup disiram di tanaman atau tanah pekarangan saja. Itu dapat membantu kesuburan tanaman,” ungkapnya, seusai menggelar pelatihan pembuatan bokashi di bilangan Jalan Tidar, Sumbersari, belum lama ini.

Pada dasarnya, Novan menjelaskan, bahan yang digunakan untuk membuat bokashi cair harus memiliki kandungan tinggi unsur hara mikro maupun makro. Agar menghasilkan pupuk yang berkualitas, dia memaparkan, bahan yang wajib ada yaitu EM4. Adapun bahan opsional yang bisa dipilih adalah air tajin, ampas kelapa, sayuran busuk, kotoran hewan ternak, batang pisang, dedek, dan lainnya. “Semakin banyak bahan yang digunakan, maka kandungan manfaat pupuk organik cair bokashi semakin banyak,” ujarnya.

Terpisah, Dina Putu Ayu K dari Komunitas Sobung Sarka Jember mengatakan, limbah dapur juga bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme. Eco enzyme dan bokashi adalah dua komponen berbeda. Dina mengungkapkan, bokashi pemanfaatannya hanya untuk keperluan pupuk. Sedangkan eco enzyme dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga, lingkungan, hingga kesehatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/