alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Dampak Saluran Air Tak Memadai

Jalur Jenggawah-Ambulu Banjir Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Kawi, Desa/Kecamatan Jenggawah, dibuat repot dengan banjir setinggi kurang lebih setengah meter. Jalan yang menghubungkan Ambulu hingga Mangli ini tergenang seusai hujan deras turun, Selasa (30/3) siang kemarin.

Sejumlah pengendara kalang kabut saat sepeda motor yang dikendarai mogok akibat kemasukan air. Tidak sedikit yang memilih untuk putar balik dan mencari jalan alternatif. Sementara itu, kendaraan roda empat masih bisa melalui genangan air tersebut, meski harus melaju perlahan.

Junaedi, 45, warga setempat, menuturkan bahwa kondisi itu bukan pertama kalinya terjadi. Setiap hujan turun, jalanan tergenang air dengan ketinggian 50 sentimeter. Salah satu penyebabnya adalah saluran air yang lebih tinggi dibanding aspal jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, air hujan dari arah bukit juga mengalir ke arah jalan raya. Luapan tersebut bercampur lumpur dan sampah seperti potongan kayu dan sampah rumah tangga. “Air dari arah gunung cukup deras dan menjadi satu ke jalan raya,” imbuhnya.

Selain Junaedi, Wawik pun merasakan dampak dari banjir tersebut. Setiap hujan deras turun, bisa dipastikan jalan di warung miliknya yang berada di lokasi tersebut ikut tergenang. Selain itu, air juga membawa potongan-potongan kayu sampai ke jalan raya.

Menurut dia, kondisi saluran air merupakan salah satu penyebab banjir. “Saluran yang di barat jalan sudah pernah diperbaiki, tapi belum bisa mengatasi jalan yang sering banjir ini. Seharusnya jalan ditinggikan dari saluran sehingga saat hujan deras airnya bisa mengalir ke saluran. Selain itu, saluran juga dilebarkan dan diperdalam,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Kawi, Desa/Kecamatan Jenggawah, dibuat repot dengan banjir setinggi kurang lebih setengah meter. Jalan yang menghubungkan Ambulu hingga Mangli ini tergenang seusai hujan deras turun, Selasa (30/3) siang kemarin.

Sejumlah pengendara kalang kabut saat sepeda motor yang dikendarai mogok akibat kemasukan air. Tidak sedikit yang memilih untuk putar balik dan mencari jalan alternatif. Sementara itu, kendaraan roda empat masih bisa melalui genangan air tersebut, meski harus melaju perlahan.

Junaedi, 45, warga setempat, menuturkan bahwa kondisi itu bukan pertama kalinya terjadi. Setiap hujan turun, jalanan tergenang air dengan ketinggian 50 sentimeter. Salah satu penyebabnya adalah saluran air yang lebih tinggi dibanding aspal jalan.

Selain itu, lanjut dia, air hujan dari arah bukit juga mengalir ke arah jalan raya. Luapan tersebut bercampur lumpur dan sampah seperti potongan kayu dan sampah rumah tangga. “Air dari arah gunung cukup deras dan menjadi satu ke jalan raya,” imbuhnya.

Selain Junaedi, Wawik pun merasakan dampak dari banjir tersebut. Setiap hujan deras turun, bisa dipastikan jalan di warung miliknya yang berada di lokasi tersebut ikut tergenang. Selain itu, air juga membawa potongan-potongan kayu sampai ke jalan raya.

Menurut dia, kondisi saluran air merupakan salah satu penyebab banjir. “Saluran yang di barat jalan sudah pernah diperbaiki, tapi belum bisa mengatasi jalan yang sering banjir ini. Seharusnya jalan ditinggikan dari saluran sehingga saat hujan deras airnya bisa mengalir ke saluran. Selain itu, saluran juga dilebarkan dan diperdalam,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Kawi, Desa/Kecamatan Jenggawah, dibuat repot dengan banjir setinggi kurang lebih setengah meter. Jalan yang menghubungkan Ambulu hingga Mangli ini tergenang seusai hujan deras turun, Selasa (30/3) siang kemarin.

Sejumlah pengendara kalang kabut saat sepeda motor yang dikendarai mogok akibat kemasukan air. Tidak sedikit yang memilih untuk putar balik dan mencari jalan alternatif. Sementara itu, kendaraan roda empat masih bisa melalui genangan air tersebut, meski harus melaju perlahan.

Junaedi, 45, warga setempat, menuturkan bahwa kondisi itu bukan pertama kalinya terjadi. Setiap hujan turun, jalanan tergenang air dengan ketinggian 50 sentimeter. Salah satu penyebabnya adalah saluran air yang lebih tinggi dibanding aspal jalan.

Selain itu, lanjut dia, air hujan dari arah bukit juga mengalir ke arah jalan raya. Luapan tersebut bercampur lumpur dan sampah seperti potongan kayu dan sampah rumah tangga. “Air dari arah gunung cukup deras dan menjadi satu ke jalan raya,” imbuhnya.

Selain Junaedi, Wawik pun merasakan dampak dari banjir tersebut. Setiap hujan deras turun, bisa dipastikan jalan di warung miliknya yang berada di lokasi tersebut ikut tergenang. Selain itu, air juga membawa potongan-potongan kayu sampai ke jalan raya.

Menurut dia, kondisi saluran air merupakan salah satu penyebab banjir. “Saluran yang di barat jalan sudah pernah diperbaiki, tapi belum bisa mengatasi jalan yang sering banjir ini. Seharusnya jalan ditinggikan dari saluran sehingga saat hujan deras airnya bisa mengalir ke saluran. Selain itu, saluran juga dilebarkan dan diperdalam,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/