TERTELUNGKUP: Jenazah Hermuksan yang tertelungkup di tepi pantai. Jenazahnya ditemukan warga yang hendak mencari ikan di pesisir pantai, Selasa (29/10) sore. (Foto: Polsek Gending for Jawa Pos Radar Bromo)

GENDINGRadar Bromo– Warga Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo mendadak geger Selasa (29/10) sore. Itu setelah ditemukan sesosok mayat di sekitaran 100 meter dari bibir pantai setempat. Kontan penemuan mayat itu menjadi tontonan warga sekitar.

IKLAN

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com, mayat yang diketahui berjenis kelamin laki laki itu ditemukan sekitar pukul 16.30. Mayat pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang sedang mencari ikan.

Sanemo, kepala desa Pesisir menuturkan, mayat tersebut diketahui bernama Hermuksan, 55, warga Desa Berumbungan Kidul, Kecamatan Maron. “Saya mendapatkan laporan bajwa ditemukan mayat. Kemudian saya tindak lanjuti ke TKP dan melaporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, saat itu warganya melihat orang berpakaian hijau terlungkup di pasir. Karena tidak bergerak, kemudian didekati. Setelah didekati, ternyata orang tersebut sudah tidak bernyawa. “Karena itu kemudian teriak dan laporan ke kami, ” ungkapnya.

Pihaknya menduga, kematian korban dimungkinkan karena sakit. Atau bisa jadi karena tersengat oleh ikan yang beracun. Oleh warga, kemudian korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Waluyo Jati untuk di visum. “Sudah di visum. Tetapi kami tidak tailu hasilnya seperti apa, ” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gending AKP Ohim mengatakan, pihak keluarga menolak korban dilakukan otopsi. Korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk kemudian di kebumikan.

DIDUGA SAKIT: Korban diketahui memiliki riwayat sakit darah rendah. (Foto: Polsek Gending for Jawa Pos Radar Bromo)

“Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya menderita penyakit darah rendah dan sering pingsan secara tiba tiba,” katanya.

Ohim juga menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal, korban berpamitan untuk mencari ikan dilaut dengan menggunakan sepeda pancal sekitar jam 15.30. Kemudian pada pukul 17.30, korban ditemukan tidak bernyawa.

“Ssaat di rumah duka, korban diperiksa oleh bidan desa. Hasilnya tidak diketemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya. (sid/fun)