23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Ayah Tiri dan Paman Setubuhi Bocah SD hingga Hamil Empat Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

SILO.RADARJEMBER.ID – Setan apa yang masuk ke dalam tubuh Samsul Arifin, 40, dan Muhammad Munir, 22. Keduanya warga Kecamatan Silo. Mereka diringkus polisi karena diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sementara korbannya adalah Bunga, 15, bukan nama sebenarnya. Kini, korban sedang hamil akibat ulah tersangka. Tragisnya, tersangka Samsul Arifin merupakan ayah tiri korban. Sementara Muhammad Munir adalah paman korban.

Menurut Kapolsek Silo AKP M Suhartanto, aksi pencabulan pertama dilakukan Samsul Arifin pada tahun 2019 lalu. “Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 6 SD dan tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya ini,” kata Suhartanto, Jumat (30/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Tanto, korban dimarahi dan diancam oleh ayah tirinya jika tak mau melayani nafsunya. “Dalam kondisi korban takut dan terancam, akhirnya tersangka SA menyetubuhi korban,” katanya.

Selama dua tahun, korban disetubuhi ayah tirinya itu di dalam rumah. Aksinya dilakukan saat ibu korban pergi ke sawah atau sedang tidur. “Bahkan kalau siang, saat melakukan aksinya tersangka selalu menyalakan sound system dengan lantang. Supaya tetangganya tidak curiga dengan aksi yang dilakukan tersangka terhadap anak tirinya ini,” kata mantan Kapolsek Tempurejo tersebut.

Dalam seminggu, tersangka menyetubuhi korban antara tiga sampai empat kali. “Jadi aksi tersangka ini sudah tak bisa dihitung karena seringnya,” kata Suhartanto. Nasib tragis korban tidak berhenti di situ saja. Muhammad Munir, 22, paman korban juga melakukan aksi serupa. Persetubuhan itu dilakukan Munir hampir dua minggu sekali.

Aksi bejat Munir ini dilakukan di kebun kopi dan musala pinggir sungai. Bahkan tetangga pun mulai curiga melihat gerak-gerik Munir yang selama ini sering ke rumah korban. “Walaupun hubungan tersangka dengan korban ini paman dan keponakan, tapi tetangga mulai curiga. Karena si paman ini sering main ke rumah korban,” kata Tanto.

Kasus itu akhirnya terbongkar tanggal 24 Juli kemarin. Tetangga melihat ada perubahan pada tubuh korban. Setelah didesak, korban yang kini duduk di kelas 2 SMP mengaku sudah lama tidak menstruasi. “Kemudian korban diperiksakan ke puskesmas dan diketahui sudah hamil empat bulan,” kata Tanto.

Setelah kejadian itu, ibu korban melapor ke polisi hingga akhirnya keduanya ditangkap. “Tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

SILO.RADARJEMBER.ID – Setan apa yang masuk ke dalam tubuh Samsul Arifin, 40, dan Muhammad Munir, 22. Keduanya warga Kecamatan Silo. Mereka diringkus polisi karena diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sementara korbannya adalah Bunga, 15, bukan nama sebenarnya. Kini, korban sedang hamil akibat ulah tersangka. Tragisnya, tersangka Samsul Arifin merupakan ayah tiri korban. Sementara Muhammad Munir adalah paman korban.

Menurut Kapolsek Silo AKP M Suhartanto, aksi pencabulan pertama dilakukan Samsul Arifin pada tahun 2019 lalu. “Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 6 SD dan tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya ini,” kata Suhartanto, Jumat (30/7).

Menurut Tanto, korban dimarahi dan diancam oleh ayah tirinya jika tak mau melayani nafsunya. “Dalam kondisi korban takut dan terancam, akhirnya tersangka SA menyetubuhi korban,” katanya.

Selama dua tahun, korban disetubuhi ayah tirinya itu di dalam rumah. Aksinya dilakukan saat ibu korban pergi ke sawah atau sedang tidur. “Bahkan kalau siang, saat melakukan aksinya tersangka selalu menyalakan sound system dengan lantang. Supaya tetangganya tidak curiga dengan aksi yang dilakukan tersangka terhadap anak tirinya ini,” kata mantan Kapolsek Tempurejo tersebut.

Dalam seminggu, tersangka menyetubuhi korban antara tiga sampai empat kali. “Jadi aksi tersangka ini sudah tak bisa dihitung karena seringnya,” kata Suhartanto. Nasib tragis korban tidak berhenti di situ saja. Muhammad Munir, 22, paman korban juga melakukan aksi serupa. Persetubuhan itu dilakukan Munir hampir dua minggu sekali.

Aksi bejat Munir ini dilakukan di kebun kopi dan musala pinggir sungai. Bahkan tetangga pun mulai curiga melihat gerak-gerik Munir yang selama ini sering ke rumah korban. “Walaupun hubungan tersangka dengan korban ini paman dan keponakan, tapi tetangga mulai curiga. Karena si paman ini sering main ke rumah korban,” kata Tanto.

Kasus itu akhirnya terbongkar tanggal 24 Juli kemarin. Tetangga melihat ada perubahan pada tubuh korban. Setelah didesak, korban yang kini duduk di kelas 2 SMP mengaku sudah lama tidak menstruasi. “Kemudian korban diperiksakan ke puskesmas dan diketahui sudah hamil empat bulan,” kata Tanto.

Setelah kejadian itu, ibu korban melapor ke polisi hingga akhirnya keduanya ditangkap. “Tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

SILO.RADARJEMBER.ID – Setan apa yang masuk ke dalam tubuh Samsul Arifin, 40, dan Muhammad Munir, 22. Keduanya warga Kecamatan Silo. Mereka diringkus polisi karena diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sementara korbannya adalah Bunga, 15, bukan nama sebenarnya. Kini, korban sedang hamil akibat ulah tersangka. Tragisnya, tersangka Samsul Arifin merupakan ayah tiri korban. Sementara Muhammad Munir adalah paman korban.

Menurut Kapolsek Silo AKP M Suhartanto, aksi pencabulan pertama dilakukan Samsul Arifin pada tahun 2019 lalu. “Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 6 SD dan tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya ini,” kata Suhartanto, Jumat (30/7).

Menurut Tanto, korban dimarahi dan diancam oleh ayah tirinya jika tak mau melayani nafsunya. “Dalam kondisi korban takut dan terancam, akhirnya tersangka SA menyetubuhi korban,” katanya.

Selama dua tahun, korban disetubuhi ayah tirinya itu di dalam rumah. Aksinya dilakukan saat ibu korban pergi ke sawah atau sedang tidur. “Bahkan kalau siang, saat melakukan aksinya tersangka selalu menyalakan sound system dengan lantang. Supaya tetangganya tidak curiga dengan aksi yang dilakukan tersangka terhadap anak tirinya ini,” kata mantan Kapolsek Tempurejo tersebut.

Dalam seminggu, tersangka menyetubuhi korban antara tiga sampai empat kali. “Jadi aksi tersangka ini sudah tak bisa dihitung karena seringnya,” kata Suhartanto. Nasib tragis korban tidak berhenti di situ saja. Muhammad Munir, 22, paman korban juga melakukan aksi serupa. Persetubuhan itu dilakukan Munir hampir dua minggu sekali.

Aksi bejat Munir ini dilakukan di kebun kopi dan musala pinggir sungai. Bahkan tetangga pun mulai curiga melihat gerak-gerik Munir yang selama ini sering ke rumah korban. “Walaupun hubungan tersangka dengan korban ini paman dan keponakan, tapi tetangga mulai curiga. Karena si paman ini sering main ke rumah korban,” kata Tanto.

Kasus itu akhirnya terbongkar tanggal 24 Juli kemarin. Tetangga melihat ada perubahan pada tubuh korban. Setelah didesak, korban yang kini duduk di kelas 2 SMP mengaku sudah lama tidak menstruasi. “Kemudian korban diperiksakan ke puskesmas dan diketahui sudah hamil empat bulan,” kata Tanto.

Setelah kejadian itu, ibu korban melapor ke polisi hingga akhirnya keduanya ditangkap. “Tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca