alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Warga Asal Arjasa Bikin Petasan, Terancam Gagal Lebaran Bareng Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

KEMUNING LOR, Radar Jember – Ini akibatnya bila nekat memproduksi atau membuat petasan. Padahal sudah jelas-jelas dilarang membunyikan apalagi membuat petasan. Ini yang dilakukan Slamet, 54, warga RT 0 02 RW 007, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.

Baca Juga : Lebaran Diprediksi Senin, MUI Imbau Tetap Ikut Pemerintah

Akibat perbuatannya, dia harus meringkuk disel tahanan Mapolsek Arjasa. Bahkan mereka terancam tidak bisa berlebaran bersama keluarga dan tetangga. Mereka dibekuk petugas Polsek Arjasa karena kedapatan memproduksi dan membuat petasan siap bakar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain mengamankan Slamet, polisi juga mengamankan barang bukti berupa petasan siap ledak dan bahan bakunya. Bahkan alat-alat juga turut diamankan polisi sebagai barang bukti. Barang bukti yang diamankan di antaranya petasan renteng sepanjang 3 meter ukuran kurang lebih 2 cm, 1 mercon renteng panjang 2 meteran dengan diameter  2 cm, mercon renteng panjang 4 meter dan ukuran petasan berkombinasi 2 cm dan 3 cm.

Selain itu, mercon renteng panjang 4 meter dan ukuran mercon berdiameter 2 cm, 16 mercon berdiameter 2,5 cm dengan bungkus warna perak, 1 bungkus serbuk bahan peledak seberat 50 gram, 1 serbuk arang halus untuk pembuatan sumbu petasan 1 papan . “Ada juga 1 aluminium, 2 potong bambu kecil, 1 alat cukit, dan kotak wafer yang digunakan antuk pembuatan gelondongan petasan,” kata AKP Adam, Kapolsek Arjasa.

“Padahal sejak awal bulan puasa di wilayah hukum Polsek Arjasa sudah tidak ada petasan. Ternyata menjelang Hari Raya Idul Fitri yang hanya kurang tiga hari lagi ada yang membunyikan petasan. Setelah ada anggota yang turun ke lapangan, ternyata yang memproduksi petasan itu warga Arjasa sendiri,” ujar Adam.

- Advertisement -

KEMUNING LOR, Radar Jember – Ini akibatnya bila nekat memproduksi atau membuat petasan. Padahal sudah jelas-jelas dilarang membunyikan apalagi membuat petasan. Ini yang dilakukan Slamet, 54, warga RT 0 02 RW 007, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.

Baca Juga : Lebaran Diprediksi Senin, MUI Imbau Tetap Ikut Pemerintah

Akibat perbuatannya, dia harus meringkuk disel tahanan Mapolsek Arjasa. Bahkan mereka terancam tidak bisa berlebaran bersama keluarga dan tetangga. Mereka dibekuk petugas Polsek Arjasa karena kedapatan memproduksi dan membuat petasan siap bakar.

Selain mengamankan Slamet, polisi juga mengamankan barang bukti berupa petasan siap ledak dan bahan bakunya. Bahkan alat-alat juga turut diamankan polisi sebagai barang bukti. Barang bukti yang diamankan di antaranya petasan renteng sepanjang 3 meter ukuran kurang lebih 2 cm, 1 mercon renteng panjang 2 meteran dengan diameter  2 cm, mercon renteng panjang 4 meter dan ukuran petasan berkombinasi 2 cm dan 3 cm.

Selain itu, mercon renteng panjang 4 meter dan ukuran mercon berdiameter 2 cm, 16 mercon berdiameter 2,5 cm dengan bungkus warna perak, 1 bungkus serbuk bahan peledak seberat 50 gram, 1 serbuk arang halus untuk pembuatan sumbu petasan 1 papan . “Ada juga 1 aluminium, 2 potong bambu kecil, 1 alat cukit, dan kotak wafer yang digunakan antuk pembuatan gelondongan petasan,” kata AKP Adam, Kapolsek Arjasa.

“Padahal sejak awal bulan puasa di wilayah hukum Polsek Arjasa sudah tidak ada petasan. Ternyata menjelang Hari Raya Idul Fitri yang hanya kurang tiga hari lagi ada yang membunyikan petasan. Setelah ada anggota yang turun ke lapangan, ternyata yang memproduksi petasan itu warga Arjasa sendiri,” ujar Adam.

KEMUNING LOR, Radar Jember – Ini akibatnya bila nekat memproduksi atau membuat petasan. Padahal sudah jelas-jelas dilarang membunyikan apalagi membuat petasan. Ini yang dilakukan Slamet, 54, warga RT 0 02 RW 007, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.

Baca Juga : Lebaran Diprediksi Senin, MUI Imbau Tetap Ikut Pemerintah

Akibat perbuatannya, dia harus meringkuk disel tahanan Mapolsek Arjasa. Bahkan mereka terancam tidak bisa berlebaran bersama keluarga dan tetangga. Mereka dibekuk petugas Polsek Arjasa karena kedapatan memproduksi dan membuat petasan siap bakar.

Selain mengamankan Slamet, polisi juga mengamankan barang bukti berupa petasan siap ledak dan bahan bakunya. Bahkan alat-alat juga turut diamankan polisi sebagai barang bukti. Barang bukti yang diamankan di antaranya petasan renteng sepanjang 3 meter ukuran kurang lebih 2 cm, 1 mercon renteng panjang 2 meteran dengan diameter  2 cm, mercon renteng panjang 4 meter dan ukuran petasan berkombinasi 2 cm dan 3 cm.

Selain itu, mercon renteng panjang 4 meter dan ukuran mercon berdiameter 2 cm, 16 mercon berdiameter 2,5 cm dengan bungkus warna perak, 1 bungkus serbuk bahan peledak seberat 50 gram, 1 serbuk arang halus untuk pembuatan sumbu petasan 1 papan . “Ada juga 1 aluminium, 2 potong bambu kecil, 1 alat cukit, dan kotak wafer yang digunakan antuk pembuatan gelondongan petasan,” kata AKP Adam, Kapolsek Arjasa.

“Padahal sejak awal bulan puasa di wilayah hukum Polsek Arjasa sudah tidak ada petasan. Ternyata menjelang Hari Raya Idul Fitri yang hanya kurang tiga hari lagi ada yang membunyikan petasan. Setelah ada anggota yang turun ke lapangan, ternyata yang memproduksi petasan itu warga Arjasa sendiri,” ujar Adam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/