alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Anggap Seperti Kolam, Gatal kalau Banyak Sampah

Mandi di sungai. Demikian kebiasaan sebagian orang di Jember. Bukan saja di desa, di jantung kota pun masih cukup banyak.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Langit begitu cerah. Matahari pun tampak jelas hingga waktu menjelang sore. Beberapa anak terlihat berjalan melewati rel di Lingkungan Dawuhan, Kelurahan Jember Lor. Mereka menuju sungai setempat untuk mandi dan bermain.

M Sayyid Kutub Al Farabi, seorang bocah lelaki, menjadi yang pertama terjun di sungai yang dalamnya sekitar satu meter tersebut. Dia pun menampilkan aksinya salto. “Segar,” kata bocah yang mengaku sedang menjalankan ibadah puasa tersebut.

Teman-teman Abi, sapaan akrabnya, tak lama setelah itu juga masuk ke sungai. Mereka berenang dan salto bergantian. Tidak ketinggalan Naila Fathurrahman Salsabila dan beberapa anak perempuan lain juga ikut mandi di lokasi yang sama. “Enak, Pak. Dingin,” timpal salah seorang anak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sungai tersebut, mereka pun bermain kejar-kejaran. Bahkan, mereka adu napas lama-lamaan di dalam air. Mereka tampak cukup pandai berenang. Kendati begitu, pengawasan orang tua tetap harus dilakukan, mengingat sungai yang mengalir ke saluran Jompo itu kadang-kadang mendadak deras.

“Kalau cuaca mendung atau gerimis, kami tidak boleh mandi. Kalau cuaca cerah seperti ini baru diperbolehkan oleh orang tua,” tutur Abi, yang dibenarkan anak-anak lain.

Mandi di sungai seperti itu diakui Abi dan teman-temannya dilakukan hampir setiap hari. Termasuk pada pagi hari. “Di rumah ada kamar mandi, tetapi lebih asik di sungai. Seperti mandi di kolam renang, lebih bebas,” ucap Abi, yang kemudian menyelam.

Nafa, panggilan akrab Naila Fathurrahman, menyebut, mandi di sungai bisa sambil bermain dengan teman-temannya. Namun, jika kondisi sungai kotor, terkadang mereka gatal-gatal. “Kalau ada sampah biasanya jadi gatal. Tetapi mandi lagi di rumah” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Langit begitu cerah. Matahari pun tampak jelas hingga waktu menjelang sore. Beberapa anak terlihat berjalan melewati rel di Lingkungan Dawuhan, Kelurahan Jember Lor. Mereka menuju sungai setempat untuk mandi dan bermain.

M Sayyid Kutub Al Farabi, seorang bocah lelaki, menjadi yang pertama terjun di sungai yang dalamnya sekitar satu meter tersebut. Dia pun menampilkan aksinya salto. “Segar,” kata bocah yang mengaku sedang menjalankan ibadah puasa tersebut.

Teman-teman Abi, sapaan akrabnya, tak lama setelah itu juga masuk ke sungai. Mereka berenang dan salto bergantian. Tidak ketinggalan Naila Fathurrahman Salsabila dan beberapa anak perempuan lain juga ikut mandi di lokasi yang sama. “Enak, Pak. Dingin,” timpal salah seorang anak.

Di sungai tersebut, mereka pun bermain kejar-kejaran. Bahkan, mereka adu napas lama-lamaan di dalam air. Mereka tampak cukup pandai berenang. Kendati begitu, pengawasan orang tua tetap harus dilakukan, mengingat sungai yang mengalir ke saluran Jompo itu kadang-kadang mendadak deras.

“Kalau cuaca mendung atau gerimis, kami tidak boleh mandi. Kalau cuaca cerah seperti ini baru diperbolehkan oleh orang tua,” tutur Abi, yang dibenarkan anak-anak lain.

Mandi di sungai seperti itu diakui Abi dan teman-temannya dilakukan hampir setiap hari. Termasuk pada pagi hari. “Di rumah ada kamar mandi, tetapi lebih asik di sungai. Seperti mandi di kolam renang, lebih bebas,” ucap Abi, yang kemudian menyelam.

Nafa, panggilan akrab Naila Fathurrahman, menyebut, mandi di sungai bisa sambil bermain dengan teman-temannya. Namun, jika kondisi sungai kotor, terkadang mereka gatal-gatal. “Kalau ada sampah biasanya jadi gatal. Tetapi mandi lagi di rumah” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Langit begitu cerah. Matahari pun tampak jelas hingga waktu menjelang sore. Beberapa anak terlihat berjalan melewati rel di Lingkungan Dawuhan, Kelurahan Jember Lor. Mereka menuju sungai setempat untuk mandi dan bermain.

M Sayyid Kutub Al Farabi, seorang bocah lelaki, menjadi yang pertama terjun di sungai yang dalamnya sekitar satu meter tersebut. Dia pun menampilkan aksinya salto. “Segar,” kata bocah yang mengaku sedang menjalankan ibadah puasa tersebut.

Teman-teman Abi, sapaan akrabnya, tak lama setelah itu juga masuk ke sungai. Mereka berenang dan salto bergantian. Tidak ketinggalan Naila Fathurrahman Salsabila dan beberapa anak perempuan lain juga ikut mandi di lokasi yang sama. “Enak, Pak. Dingin,” timpal salah seorang anak.

Di sungai tersebut, mereka pun bermain kejar-kejaran. Bahkan, mereka adu napas lama-lamaan di dalam air. Mereka tampak cukup pandai berenang. Kendati begitu, pengawasan orang tua tetap harus dilakukan, mengingat sungai yang mengalir ke saluran Jompo itu kadang-kadang mendadak deras.

“Kalau cuaca mendung atau gerimis, kami tidak boleh mandi. Kalau cuaca cerah seperti ini baru diperbolehkan oleh orang tua,” tutur Abi, yang dibenarkan anak-anak lain.

Mandi di sungai seperti itu diakui Abi dan teman-temannya dilakukan hampir setiap hari. Termasuk pada pagi hari. “Di rumah ada kamar mandi, tetapi lebih asik di sungai. Seperti mandi di kolam renang, lebih bebas,” ucap Abi, yang kemudian menyelam.

Nafa, panggilan akrab Naila Fathurrahman, menyebut, mandi di sungai bisa sambil bermain dengan teman-temannya. Namun, jika kondisi sungai kotor, terkadang mereka gatal-gatal. “Kalau ada sampah biasanya jadi gatal. Tetapi mandi lagi di rumah” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/